Pemerintah Saudi Makin Perketat Akses Masuk Kota Suci Makkah

  • 28 Apr 2026 06:33 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah Kerajaan Arab Saudi semakin memperketat akses masuk ke Kota Suci Makkah menjelang puncak musim haji tahun ini, termasuk untuk warga lokal.

RRI.CO.ID, Makkah – Pemerintah Kerajaan Arab Saudi semakin memperketat akses masuk ke kota suci Makkah menjelang puncak musim haji tahun ini. Regulasi yang mewajibkan kepemilikan kartu Nusuk dan visa haji resmi diberlakukan dengan pengawasan yang jauh lebih intensif.

Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah PPIH Arab Saudi, Ihsan Faisal, mengatakan sistem kartu digital Nusuk sebenarnya bukan hal baru. Menurut dia, aturan ini telah diuji coba sejak tiga tahun lalu, tepatnya pada musim haji 2023.

Namun, pada tahun ini pengamanan di pintu-pintu masuk (checkpoint) menuju wilayah Haram dilakukan dengan sangat ketat. “Tahun kemarin sudah ketat, tetapi sekarang jauh lebih ketat,” ujarnya di Makkah, Senin 27 April 2026.

Pemandangan berbeda terlihat di jalanan Kota Makkah saat ini. Jika biasanya menjelang musim haji kota tersebut mulai dipadati lautan manusia, saat ini kondisinya justru terasa lebih lengang.

Menurut Ihsan, ini merupakan dampak langsung kebijakan untuk membatasi akses masuk hanya bagi mereka yang memiliki izin resmi. Perbandingan ini sangat kontras dengan suasana pada musim umrah, di mana jalanan sangat padat dan antrean mengular di mana-mana.

Sejak pertengahan April 2026, setiap individu yang hendak memasuki Makkah wajib menunjukkan dokumen pendukung. Mereka harus menununjukkan visa haji resmi dan kartu Nusuk, sementara warga lokal/mukimin wajib mengantongi surat izin masuk Makkah.

Sedangkan penduduk lokal Makkah diperbolehkan masuk dengan menunjukkan identitas resmi (Iqamah atau KTP setempat). Tanpa dokumen-dokumen tersebut, siapapun termasuk warga negara Saudi akan diputarbalikkan di titik pemeriksaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....