Kemenkes Imbau Calon Jemaah Haji Siapkan Mental sebelum Berangkat

  • 25 Apr 2026 20:07 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Imran Pambudi mengimbau jemaah menyiapkan juga menyiapkan kesehatan mental selain fisik sebelum berangkat ibadah haji
  • Jemaah diminta mengatur ekspektasi dan tidak memaksakan ibadah di luar kemampuan

RRI.CO.ID, Jakarta – Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau calon jemaah haji mempersiapkan kondisi mental sebelum berangkat ke Tanah Suci. Imran Pambudi menilai selain persiapan fisik, persiapan mental juga penting untuk menghadapi berbagai situasi selama menjalankan ibadah.

Ia menekankan jemaah perlu memahami kondisi yang akan dihadapi selama berada di Arab Saudi. “Jadi pertama mereka itu harus tahu apa yang akan mereka hadapi di sana, seperti kemungkinan-kemungkinannya,” ujar Imran dalam dialog bersama Pro3 RRI, Sabtu, 25 April 2026.

Menurutnya, jemaah harus siap dengan perubahan kebiasaan, termasuk berbagi kamar dan menjalani jadwal ibadah yang padat. Menurut Imran hal tersebut memerlukan kesiapan mental agar jemaah dapat beradaptasi dengan baik.

“Dia harus siapkan mental, harus tidur, berinteraksi selama sebulan lebih bersama orang lain itu sudah harus disiapkan mental,” katanya. Ia menambahkan kondisi tersebut berbeda dengan kebiasaan saat berada di tanah air.

“Belum lagi masalah makanan, itu kan juga berbeda. Jadi mereka harus sudah mempersiapkan hati, atau ekspektasinya itu harus sudah disiapkan, tidak bisa sama seperti di rumah,” ucap dia.

Selain itu, jemaah juga diminta untuk tidak memaksakan diri dalam menjalankan ibadah di luar kemampuan. “Ya, jadi pesan saya, kita harus mengatur ekspektasi,” ujarnya.

Ekspektasinya bisa mencium hajar aswad pada saat tawaf, tiap tawaf. Nah itu juga kadang-kadang akan memaksa orang, bisa jadi malah kadang-kadang membuat celaka,” kata Imran.

Ia menjelaskan ekspektasi yang terlalu tinggi dapat berdampak pada kondisi fisik dan mental jemaah. Oleh karena itu, jemaah diminta menyesuaikan kemampuan dengan kondisi di lapangan.

Imran juga mengingatkan jemaah untuk tidak panik ketika menghadapi situasi tertentu selama ibadah. Ia menyarankan jemaah mengenali lingkungan, serta berkoordinasi dengan jemaah lain ataupun petugas haji yang bertugas di lokasi.

Untuk kesehatan, pemerintah telah menyiapkan fasilitas kesehatan mulai dari tenaga medis hingga klinik di setiap sektor. Langkah ini dilakukan untuk memastikan jemaah mendapatkan penanganan yang cepat jika mengalami gangguan kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....