Skema Murur Kurangi Kepadatan Jemaah Puncak Haji
- 08 Apr 2026 18:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah menyiapkan strategi baru mengurai kepadatan ekstrem pada fase puncak ibadah haji
- Sekitar 50 persen jemaah haji Indonesia akan mengikuti Skema Murur sebagai solusi utama
- Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan kebijakan ini dalam rapat kerja bersama DPR
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah menyiapkan strategi baru mengurai kepadatan ekstrem pada fase puncak ibadah haji. Sekitar 50 persen jemaah haji Indonesia akan mengikuti Skema Murur sebagai solusi utama.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan kebijakan ini dalam rapat kerja bersama DPR. "Jemaah Murur akan diambil dari setiap kloter sekitar 50 persen," kata Irfan, Rabu, 8 April 2026.
Ia menjelaskan jumlah jamaah Murur mencapai 100.930 orang dari total kuota haji reguler. Langkah ini difokuskan untuk mengurangi kepadatan di Muzdalifah yang rawan risiko keselamatan.
Murur merupakan skema pergerakan jamaah dari Arafah menuju Mina tanpa turun di Muzdalifah. Jemaah tetap berada di dalam bus saat melintasi Muzdalifah guna menghindari penumpukan massa.
Kebijakan ini menjadi bentuk rukhsah atau keringanan demi menjaga keselamatan jiwa jemaah. Selain Murur, pemerintah juga menerapkan Program Tanazul di kawasan Mina.
Program ini memungkinkan jemaah kembali ke hotel tanpa menginap di tenda Mina. Sebanyak 76.412 jamaah dari 196 kloter akan mengikuti skema Tanazul tersebut.
Kebijakan ini menyasar jamaah yang tinggal di wilayah Syisyah, Raudhah, dan Aziziyah. Menhaj menegaskan transformasi layanan haji kini menitikberatkan pada manajemen risiko.
Pendekatan ini juga memastikan perlindungan jemaah tetap menjadi prioritas utama pemerintah. Pelaksanaan Murur didukung armada bus khusus dari masing-masing markaz dengan pengawalan petugas.
Keberangkatan jamaah dilakukan bertahap mulai pukul 19.00 waktu Arab Saudi. Satgas Muzdalifah dan Mina akan mengawal pergerakan jemaah hingga tiba dengan aman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....