Jadi Tempat Perayaan Waisak, Kenali Sejarah Candi Borobudur

  • 23 Mei 2024 15:13 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Perayaan Hari Raya Waisak akan dimeriahkan oleh Festival Lampion. Acara ini setiap tahun selalu diselenggarakam di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, candi ini sangat megah dan rupawan. Tempat bersejarah ini telah dikenal oleh wisatawan lokal maupun mancanegara sebagai kuil Buddha terbesar di dunia.

Wajar saja, karena Candi Borobudur memiliki luas sekitar 2500 meter persegi. Dengan panjang 121,66 meter, lebar 121,38 meter, dan tinggi 35,40 meter.

Dikutip website Wonderful Indonesia, Candi legendaris ini diperkirakan dibangun pada abad ke-8. Tepatnya sekitar tahun 750-an masehi pada masa pemerintahan dinasti Syailendra.

Pembangunannya diperkirakan berlangsung sekitar 75 tahun sampai akhirnya rampung pada saat pemerintahan raja Samaratungga berlangsung. Candi Borobudur terletak diatas bukit hijau yang asri di mana pengungjung bisa menyaksikan bukit-bukit hijau di sekitarnya.

Bangunannya sendiri terdiri atas jutaan blok batu yang dibuat kedalam tiga struktur. Ini menggambarkan tingkatan alam semesta menurut filsafat Buddha.

Bangunan kolosal ini juga dihiasi oleh 2.672 panel relief dan 504 patung Buddha. Terjadinya erupsi Gunung Merapi pada sekitar tahun 1006 menyebabkan Candi Borobudur tertimbun oleh debu vulkanik selama ratusan tahun lamanya.

Beberapa abad kemudian, Candi Borobudur akhirnya ditemukan kembali pada tahun 1814 oleh seorang insinyur Belanda. Yakni bernama Hermanus Christiaan Cornelius.

Ketika kerajaan Inggris yang diwakili oleh Thomas Stamford Raffles menduduki beberapa bagian pulau Jawa, termasuk Jawa Tengah. Setelah Indonesia merdeka, pada akhir tahun 60-an pemerintah bekerja sama dengan UNESCO untuk merenovasi Candi Borobudur selama bertahun-tahun.

Sampai akhirnya UNESCO menetapkan mahakarya agung tersebut sebagai Situs Warisan Dunia di tahun 1991. Tak hanya menawarkan keajaiban dunia, di sini Anda juga bisa menemukan beraneka ragam objek wisata lainnya yang tidak kalah menarik.

Di sekitar candi, terdapat tiga museum yang bisa kunjungi untuk menambah wawasan. Yaitu Museum Borobudur, Museum Kapal Samudraraksa, dan Museum MURI.

Anda juga wajib mendatangi Punthuk Setumbu yang berlokasi di bagian barat Candi Borobudur. Di sini, Anda juga bisa menyaksikan indahnya matahari terbit atau terbenam di masing-masing ufuk.

Tak jauh dari Punthuk Setumbu, Anda juga bisa menemukan sebuah bangunan yang memiliki bentuk unik jika berjalan ke arah utara. Bangunan yang berbentuk seperti ayam ini adalah gereja yang dibangun pada tahun 90-an.

Bangunan ini dikenal sebagai Gereja Ayam oleh warga setempat. Jika masih belum puas, di bagian timur Candi Borobudur terdapat tiga buah candi kecil yang juga tak kalah bagus.

Yaitu Candi Pawon, Candi Ngawen, dan Candi Mendut. Ingin menghabiskan waktu lebih lama lagi di sekitar Candi Borobudur?

Coba menginap ke Desa Wisata yang ada di sekitar Candi Borobudur saja. Di antaranya seperti Desa Wanurejo, Karangrejo, Tanjungsari, Giritengah, Majaksingi, dan Candirejo.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....