Film JUMBO Tembus 10 Juta Penonton

  • 11 Nov 2025 15:51 WIB
  •  Wamena

KBRN, Wamena: Film animasi Indonesia JUMBO mencetak sejarah baru di dunia perfilman nasional. Sejak tayang perdana pada 31 Maret 2025, karya besutan sutradara Ryan Adriandhy ini langsung mencuri perhatian publik.

Dalam waktu hanya satu minggu, JUMBO berhasil menembus 1 juta penonton, dan hingga Mei 2025 jumlahnya melonjak hingga lebih dari 10 juta penonton. Pencapaian ini menjadikannya film animasi Indonesia terlaris sepanjang masa, sekaligus menggusur posisi KKN di Desa Penari (2022) yang sebelumnya memegang rekor jumlah penonton terbanyak.

Dibuat oleh Visinema Studios bekerja sama dengan Springboard dan Anami Films, JUMBO menjadi bukti nyata bahwa animasi lokal kini mampu bersaing di industri besar. Film ini menghadirkan kisah hangat tentang Don, seorang anak yang menemukan buku dongeng peninggalan orang tuanya dan terlibat dalam petualangan ajaib bersama roh bernama Meri. Ceritanya sederhana, namun penuh pesan moral tentang keluarga, keberanian, dan imajinasi anak-anak yang tak terbatas.

Proses produksi JUMBO sendiri tergolong ambisius karena dikerjakan oleh lebih dari 420 kreator lokal selama hampir lima tahun. Hasil kerja keras tersebut membuahkan animasi berkualitas tinggi dengan visual yang disebut sebanding dengan standar internasional. Film Jumbo memiliki rating tinggi yaitu 8,4 di IMDb berdasarkan lebih dari 600 ulasan penonton. Secara resmi, film ini juga mendapatkan rating SU (Semua Umur) dari Lembaga Sensor Film (LSF) di Indonesia. Tidak hanya sukses di dalam negeri, film ini juga akan ditayangkan di 17 negara sebagai bagian dari ekspansi film Indonesia ke pasar global. Banyak kritikus memuji JUMBO karena menjadi tonggak penting bagi perkembangan industri animasi nasional.

Keberhasilan JUMBO tak hanya terletak pada angka penonton, tapi juga dampak yang ditimbulkannya. Media asing seperti Reuters dan Kompas menyebut film ini sebagai “penanda era baru bagi animasi Indonesia”, karena berhasil menarik minat keluarga Indonesia untuk kembali menonton film lokal di bioskop. Efek viralnya di media sosial juga ikut memperkuat posisinya sebagai film yang menginspirasi generasi muda kreator.

Melihat kesuksesan luar biasa ini, JUMBO kini dianggap sebagai titik balik perfilman Indonesia, khususnya di bidang animasi. Dengan kualitas visual, kekuatan cerita, serta dukungan penonton lokal yang masif, film ini membuka peluang besar bagi sineas muda untuk berani berkarya di genre yang sebelumnya jarang disentuh. Dari dongeng menjadi fenomena, JUMBO bukan hanya hiburan tetapi juga simbol bahwa film Indonesia mampu berbicara di panggung dunia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....