Studi Kesehatan: Madu Nurutenz Efektif Cegah Stroke Berulang
- 21 Feb 2023 13:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Sebuah studi baru di Kanada menyebut risiko seseorang terkena stroke kedua atau ministroke cukup besar. Ministroke umumnya terjadi lima tahun setelah serangan yang pertama.
Edwards, seorang rekan postdoctoral di Sunnybrook Health Sciences Center di Toronto, Kanada, mengungkapkan bahwa pengidap stroke tujuh kali berisiko lebih tinggi mengalami stroke kedua satu tahun kemudian. Risiko tersebut bahkan tetap tinggi hingga lima tahun ke depan.
"Untuk mengurangi risiko stroke kambuh penting mengelola faktor-faktor risiko utama stroke, seperti kolesterol tinggi, hipertensi, dan diabetes, secara ketat. Bahkan, bila kamu sudah pulih dan merasa lebih baik, seseorang perlu menjaga tekanan darahnya, hipertensi, dan diabetes tetap di bawah kendali," ujarnya.
Pencegahan hipertensi dapat diminimalisir secara dini dengan mengonsumsi obat-obatan alami yang minim akan efek samping. Banyak dari tumbuh-tumbuhan yang mengandung zat aktif yang dapat menurunkan hipertensi, seperti bunga rosela, daun seledri, buah mengkudu, dan daun kumis kucing, yang dipercaya dapat menurunkan tekanan darah tinggi.
Berangkat dari banyaknya penderita hipertensi di Indonesia, Riset Kesehatan Dasar (RKD) 2018 menunjukkan jumlah kasus atau prevalensi hipertensi pada orang dewasa mencapai 34,1 persen. Persentasi prevalensi hipertensi tersebut mengalami kenaikan dibandingkan lima tahun sebelumnya yang mencapai 25,8 persen.
Dari jumlah tersebut, diperkirakan hanya sepertiga kasus hipertensi di Indonesia yang terdiagnosis dengan tepat. Hal inilah yang mendasari salah seorang tokoh di dunia herbal Tanah Air, yaitu Bapak Yasril, untuk membuat sebuah ramuan herbal yang mengandung bahan-bahan herbal yang sudah terpercaya dapat mengurangi hipertensi.
Bahan-bahan herbal tersebut terkandung di dalam madu nurutenz yang diramu dan dikembangkan secara profesional oleh para ahli di bidang herbal. Sehingga madu nurutenz ini terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan telah mendapatkan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) sehingga aman dan halal untuk dikonsumsi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....