Industri Pengolahan Indonesia Naik karena Ditopang Meningkatnya Permintaan Pasar
- 05 Feb 2026 20:11 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Badan Pusat Stastistik Republik Indonesia (BPS RI), Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan, BPS mencatat industri pengolahan tumbuh 5,40 persen pada triwulan IV 2025. Pertumbuhan ini didorong industri makanan dan minuman, logam dasar, serta kimia dan farmasi.
"Pertumbuhan sektor industri pengolahan utamanya ditopang oleh meningkatnya permintaan. Baik dari dalam negeri maupun luar negeri," kata Amalia, Kamis, 5 Februari 2026.
Sektor perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil dan sepeda motor, tumbuh 6,07 persen. Seiring meningkatnya produksi dalam negeri, khususnya produk pertanian dan industri pengolahan.
Sementara itu, sektor informasi dan komunikasi tumbuh 8,09 persen karena meningkatnya lalu lintas data dan transaksi digital. Sektor pertanian juga tumbuh 5,14 persen, didorong permintaan domestik yang lebih tinggi.
Amalia mengatakan, beberapa sektor mencatat pertumbuhan tinggi, seperti transportasi dan pergudangan yang tumbuh 8,98 persen. Kemudian sektor informasi dan komunikasi 8,09 persen, serta jasa keuangan 7,92 persen.
Dari sisi ekspor, barang dan jasa tumbuh 3,25 persen (y-on-y). Kenaikan ini didorong ekspor komoditas nonmigas seperti minyak nabati, besi dan baja, mesin dan peralatan listrik, serta kendaraan.
“Peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara juga ikut mendongkrak ekspor jasa,” ucap Amalia Adininggar Widyasanti. Wisman sepanjang tahun 2025 naik menjadi 15,38 juta.
Sementara dari sisi lapangan usaha, lima sektor dengan kontribusi terbesar terhadap PDB triwulan IV 2025 adalah industri pengolahan (19,20 persen), perdagangan (13,24 persen). Kemudian pertanian (11,56 persen), konstruksi (10,16 persen), dan pertambangan (8,93 persen).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....