Menelusuri Latar Belakang Lahirnya Sumpah Pemuda
- 26 Okt 2025 08:04 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Sumpah Pemuda menjadi tonggak penting dalam sejarah persatuan bangsa Indonesia. Ikrar kebangsaan ini lahir dari semangat para pemuda yang ingin menyatukan cita-cita kemerdekaan.
Kesadaran akan pentingnya persatuan mulai tumbuh sejak masa kebangkitan nasional awal 1900-an. Saat itu, berbagai organisasi kepemudaan bermunculan dengan semangat perjuangan yang sama.
Budi Utomo yang berdiri pada 1908 menjadi awal munculnya gerakan berbasis kesadaran nasional. Setelah itu, lahir organisasi seperti Jong Java pada 1915 dan Persatuan Pelajar Indonesia pada 1926.
Gerakan para pemuda tersebut lahir di tengah penjajahan yang membatasi kebebasan rakyat. Namun, semangat untuk melawan penindasan membuat mereka bersatu tanpa melihat perbedaan suku, daerah, atau agama.
Dalam penelitian Ajeng Priska Sari dan rekan di Journal of Education tahun 2024 disebutkan, ide kesadaran nasional memperkuat tekad pemuda melawan kekuasaan kolonial. Semangat ini menjadi dasar bagi gerakan persatuan Indonesia.
Langkah penting dilakukan melalui penyelenggaraan Kongres Pemuda pertama pada 30 April hingga 2 Mei 1926. Kongres ini berlangsung di Gedung Vrijmetselaarsloge yang kini dikenal sebagai Gedung Bappenas di Jakarta.
Namun, perbedaan pandangan antara Muhammad Tabrani dan Muhammad Yamin membuat kongres pertama belum mencapai kesepakatan. Para pemuda kemudian bertekad menggelar kongres lanjutan yang lebih matang.
Kongres Pemuda Kedua digelar pada 27–28 Oktober 1928 di Jakarta. Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) menjadi penggagas utama kegiatan bersejarah tersebut.
Tujuan utama kongres kedua adalah memperkuat rasa kebangsaan dan memperjelas arah persatuan Indonesia. Dalam kongres ini, semangat nasionalisme generasi muda mencapai puncaknya.
Melalui tiga kali pertemuan, Kongres Pemuda Kedua akhirnya melahirkan ikrar bersejarah 'Sumpah Pemuda'. Ikrar ini menjadi simbol kuat lahirnya semangat satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa.
Sejak saat itu, Sumpah Pemuda menjadi fondasi utama terbentuknya identitas nasional. Setiap tanggal 28 Oktober, bangsa Indonesia memperingatinya sebagai wujud penghormatan atas lahirnya semangat persatuan.
Berikut isi ikrar Sumpah Pemuda:
Pertama
Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Bertumpah Darah yang Satu, Tanah Indonesia
Kedua
Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Berbangsa yang Satu, Bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami Putra dan Putri Indonesia, Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....