Basarnas Temukan Titik Hitam di Reruntuhan Ponpes Al-Khoziny

  • 02 Okt 2025 12:04 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Sidoarjo: Badan SAR Nasional (Basarnas) menemukan adanya delapan titik hitam di lokasi reruntuhan Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur. Titik hitam ini menandakan tidak adanya tanda-tanda kehidupan dari korban yang terjebak di bawah timbunan beton berat bangunan tiga lantai tersebut.

Setidaknya terdapat 15 titik yang terdeteksi oleh Basarnas. dengan rincian delapan berstatus hitam dan tujuh lainnya berstatus merah (kemungkinan masih ada korban hidup).

“Dari 15 lokasi yang kami deteksi, delapan di antaranya berstatus hitam, artinya tidak ada respons atau tanda kehidupan. Sementara tujuh titik lain berstatus merah yang masih mungkin dilakukan upaya penyelamatan,” kata Kasubdit RPDO (Pengarahan dan Pengendalian Operasi) Bencana dan Kondisi Membahayakan Manusia (KMM) Basarnas, Emi Freezer, dalam konferensi pers di Posko Al-Khoziny, Rabu (1/10/2025).

Ia menjelaskan, kondisi reruntuhan yang berupa tumpukan beton membuat proses evakuasi berisiko tinggi. “Tantangannya, untuk mengangkat beban beton dan membuat celah sangat berisiko karena dapat memengaruhi struktur bangunan lain yang sudah gagal,” ujarnya.

Basarnas membagi area pencarian menjadi tiga zona (A1, A2, dan A3). Di salah satu zona, tim SAR masih mendeteksi respons korban.

Sehingga, penyelamatan dilakukan melalui metode khusus dengan membuat akses gorong-gorong dari bawah. Meski menghadapi risiko besar, Basarnas tetap mengutamakan penyelamatan korban. 

“Waktu emas penyelamatan adalah 72 jam pertama atau golden period tiga kali 24 jam. Setelah itu, kami akan evaluasi ulang bersama pihak keluarga,” kata Emi.

Sebelumnya,  Basarnas berhasil mengevakuasi lima korban dari reruntuhan bangunan Musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (1/10/2025). 

"Pada pukul 20.47 WIB, kami kembali berhasil mengevakuasi lima korban sejak update terakhir sore tadi," kata Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, Rabu (1/10/2025).

Menurut Bramantyo, dari lima korban yang berhasil dievakuasi tersebut, terkonfirmasi bahwa dua diantaranya meninggal dunia. Sementara, tiga lainnya dalam kondisi selamat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....