Dijual Mahal, Inilah Sederet Fakta Sapi Limosin

  • 07 Jun 2025 10:37 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Sapi limosin menjadi pilihan favorit hewan kurban karena tubuhnya besar dan harganya bisa mencapai seratus juta rupiah. Presiden hingga artis ternama sering memilih sapi ini untuk dikurbankan saat Hari Raya Iduladha.

Dalam perayaan Iduladha, umat muslim menyembelih hewan kurban seperti kambing, sapi, domba, kerbau, bahkan unta. Di Indonesia, sapi limosin sangat populer karena ukurannya besar dan penampilannya gagah.

Sapi limosin memiliki bobot yang luar biasa, bahkan bisa melebihi satu ton dalam kondisi dewasa sehat. Menurut Kementerian Pertanian, bobot besar ini menjadikan sapi limosin sangat diminati, terutama oleh kalangan berduit.

Dengan harga mencapai Rp100 juta per ekor, sapi limosin dianggap sebagai hewan kurban kalangan elite. Harga mahalnya sebanding dengan kualitas daging dan kemegahan fisik yang dimilikinya.

1. Asal-Usul Sapi Limosin

Sapi limosin berasal dari kawasan Limousin dan Marche di negara Prancis dan termasuk dalam rumpun Bos Taurus. Sapi ini awalnya dibudidayakan secara massal untuk kebutuhan daging dan mampu hidup di daerah perbukitan dengan tanah granit yang kurang mineral.

Pada awal kemunculannya, sapi limosin tak hanya sebagai sumber daging, tapi juga dimanfaatkan sebagai hewan pekerja. Misalnya, mereka digunakan untuk membantu mengolah sawah dalam kegiatan bertani.

2. Ciri Khas Sapi Limosin

Sapi limosin dikenal sebagai sapi potong yang memiliki otot besar dengan warna cokelat terang hingga kemerahan. Meski dulunya bertanduk, banyak sapi limosin modern hasil kawin silang yang sudah tak lagi memiliki tanduk.

Tubuh sapi ini besar dengan struktur tulang yang kuat; limosin jantan dewasa bisa berbobot 1 ton. Tingginya bisa mencapai 1,5 meter dengan panjang badan antara 1,75 hingga hampir 2 meter.

3. Populasi di Indonesia

Sapi limosin mulai diekspor dari Prancis sejak dekade 1960-an dan kini telah menyebar ke lebih dari 70 negara, termasuk Indonesia. Di Tanah Air, sapi ini biasanya merupakan hasil kawin silang antara jenis Ongole dan Brahman.

Peternakan sapi limosin lokal banyak ditemukan di lereng Gunung Merapi, di mana sapi dirawat dengan sangat baik. Bahkan, selain diberi makan berkualitas, sapi ini rutin dipijat agar ototnya berkembang sempurna.

4. Keunggulan Limosin Dibanding Sapi Lokal

Sapi limosin unggul karena ukurannya yang sangat besar dan pertumbuhannya yang cepat dibandingkan dengan sapi lokal Indonesia. Di dalam negeri, limosin murni biasanya disimpan di balai ternak untuk diambil spermanya melalui proses inseminasi buatan.

Hasil persilangan limosin dan sapi lokal disebut peranakan limosin, dengan kemampuan tumbuh besar seperti limosin murni dan bisa beradaptasi di iklim tropis. Tak heran jika jenis ini sering dihargai sangat tinggi.

5. Harga Bisa Tembus Rp100 Juta

Harga seekor sapi limosin sangat variatif tergantung bobot, umur, dan jenis kelaminnya, mulai dari belasan hingga puluhan juta rupiah. Untuk ukuran super jumbo mencapai 1 ton, harga bisa menyentuh Rp100 juta bahkan lebih.

Contohnya, sapi limosin kurban milik Presiden Prabowo Subianto tahun ini dibeli seharga Rp110 juta. Sapi tersebut berasal dari peternak di Kampung Curug Gelar Tespong, Baros, Sukabumi. (Najwa Anisa)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....