Inilah Lima Rekomendasi Novel Pramoedya Ananta Toer
- 06 Feb 2025 12:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Hari ini, 6 Februari 2025, Indonesia merayakan peringatan '100 Tahun Pram: Hidup Dalam Perburuan'. Pramoedya Ananta Toer merupakan salah satu sastrawan terbaik yang pernah dimiliki oleh Indonesia.
Pram mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia setelah menulis buku trilogi 'Bumi Manusia'. Empat novel karya Pramoedya Ananta Toer yang juga dikenal sebagai Tetralogi Buru.
Novel tersebut juga lebih berpusat pada terbentuknya negara Indonesia pada abad ke-20. Karena latar belakang tersebut, novel trilogi Bumi Manusia banyak dicari oleh masyarakat Indonesia terutama mahasiswa era 80-an.
Meskipun demikian, ada begitu banyak rekomendasi buku yang bisa Anda baca pada saat perayaan 100 Tahun Pram. Berikut adalah daftarnya.
1. Arus Balik (Novel)
Novel Arus Balik merupakan salah satu karya tulisan Pram yang mengisahkan masa kejayaan Nusantara di bawah Majapahit. Meninggalnya patih Gajah Mada juga menjadi titik awal kerajaan maritim Majapahit memisahkan diri satu per satu.
Novel yang terdiri dari 759 halaman ini berfokus pada tokoh utama yaitu Galeng. Ia adalah pemuda Tuban yang terlatih menjadi memimpin peperangan merebut Malaka dari tangan Portugis.
Selanjutnya, cerita beralih pada konflik kerajaan, intrik politik. Selain itu juga bercerita perang antar kerajaan di dalam laut Jawa.
2. Jejak Langkah (Novel: Tetralogi Pulau Buru)
Tidak bisa dipungkiri jika Pram dikenal sebagai penulis Tetralogi Buru alias Bumi Manusia. Jejak Langkah menjadi salah satu novel yang sangat direkomendasikan untuk dibaca.
Novel ketiga dari Tetralogi Buru ini mengisahkan Minke yang telah beranjak dewasa. Minke menempuh pendidikan kedokteran era Belanda di STOVIA.
Dalam perjalanannya, Minke menggunakan pengetahuan dan skill kepemimpinannya untuk membentuk organisasi Syarikat Dagang Islam. Selain itu Minke juga membuat Medan Priyayi, sebuah koran Bahasa Melayu pertama di Hindia-Belanda (Indonesia).
Berbeda dengan surat kabar pada umumnya yang condong ke pemerintahan Belanda. Medan Priyayi justru mengkritik keras kebijakan pemerintahan Belanda kala itu.
3. Rumah Kaca (Novel: Tetralogi Pulau Buru)
Merasa dipojokan dengan aktivitas jurnalistik Minke, pemerintah Belanda berusaha menangkap dan mengasingkan Minke. Polisi Senior, Jacques Pangemanann diutus untuk mengawasi aktivitas Minke.
Sayangnya, Jacques selalu bimbang dalam menjalani tugasnya, dan kemudian membuang Minke ke Maluku. Hal ini juga dilakukan agar Jacques bisa naik jabatan dan mendapatkan gaji berlipat-lipat.
Namun siapa sangka, polisi senior tersebut sangat mengidolakan Minke. Bahkan di dalam novel tersebut Jacques merasa bersalah telah membuang Minke ke Maluku.
4. Bukan Pasar Malam (Novel)
Diantara Tetralogi Buru, Novel 'Bukan Pasar Malam' merupakan karya tulisan terbaik Pram. Buku ini merupakan novel ringan dengan alur cerita yang tidak kompleks.
Buku ini mengajarkan bahwa kehidupan dan keluarga bukanlah seperti pasar malam, yang bisa dikunjungi sebentar dan meninggalkannya begitu saja. Tapi, yang pasti satu per satu orang akan meninggalkan tanpa aba-aba.
5. Perburuan (Novel)
Hardo merupakan mantan komandan PETA yang menjadi buronan karena melakukan pemberontakan. Dalam statusnya yang masih buron, Hardo terpaksa melakukan persembunyian ke beberapa wilayah.
Dalam upayanya menghindari kejaran polisi, Hardo harus mengalami pengalaman hidup yang pahit. Hardo harus hidup terlunta-lunta dan menjadi gelandangan.
Pada tahun 2019, setelah novel Bumi Manusia berhasil diangkat ke layar lebar. Perburuan juga sempat diangkat ke layar lebar.
Menariknya novel ini tidak hanya memberikan narasi tentang prinsip, kesetiaan, penghianatan, hingga nasionalisme. Namun Anda juga bisa menemukan tragedi dalam cerita ini dan menemukan kisah cinta Hardo dengan tunangannya, Ningsih.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....