Gelombang Tinggi? Pemudik Disarankan Pakai Kapal Roro

  • 27 Mar 2025 13:04 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Menjelang arus mudik Lebaran 2025, Pelabuhan Ulee Lheu Banda Aceh meningkatkan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memastikan keselamatan pelayaran. Koordinator Pelabuhan Ulee Lheu, M. Rikhwan Siregar, MT, mengatakan faktor cuaca menjadi perhatian utama, mengingat gelombang tinggi dan angin kencang dapat menghambat perjalanan laut.

“Sebelum kapal berangkat, harus ada izin berlayar dari Syahbandar. Kami juga terus memantau kondisi gelombang dan kecepatan angin dengan BMKG serta operator kapal,” ujar Rikhwan dalam wawancara bersama RRI Banda Aceh, Senin (24/3/2025).

Menurutnya, kapal cepat lebih sensitif terhadap gelombang tinggi. Jika tinggi gelombang mencapai 3 meter, kapal cepat tidak bisa beroperasi, sedangkan kapal roro masih dapat melanjutkan perjalanan. Hal ini menjadi pertimbangan bagi pemudik yang hendak menyeberang ke Sabang atau sebaliknya.

Rikhwan juga mencontohkan kejadian badai pada masa Natal dan Tahun Baru 2024, di mana kapal cepat harus kembali ke pelabuhan karena cuaca buruk. “Jika kondisi cuaca tidak memungkinkan, operator kapal akan mengembalikan dana tiket kepada penumpang,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi keadaan darurat selama mudik Lebaran, Pelabuhan Ulee Lheu menyiagakan kapal SAR KM Krishna guna memastikan keselamatan penumpang. “Mudah-mudahan KM Krishna tidak perlu beroperasi, tapi kami tetap bersiap jika dibutuhkan,” tambahnya.

Pihaknya mengimbau pemudik untuk selalu mengecek jadwal dan kondisi cuaca sebelum berangkat. Jika terjadi pembatalan akibat cuaca ekstrem, pemudik bisa beralih ke kapal roro yang memiliki daya tahan lebih baik terhadap ombak tinggi."Dengan peningkatan pengawasan ini, diharapkan arus mudik Lebaran melalui Pelabuhan Ulee Lheu dapat berjalan lancar dan aman," pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....