Dari Candaan Menjadi Pelecehan, Saat Batas Etika Dilanggar

  • 22 Okt 2025 08:53 WIB
  •  Tanjungpinang

KBRN, Tanjungpinang: Dalam kehidupan sehari-hari, bercanda memang menjadi salah satu cara untuk mencairkan suasana dan mempererat hubungan antarsesama. Namun, tidak semua candaan dapat diterima dengan baik oleh orang lain.

Ketika candaan mengandung unsur merendahkan, melecehkan, atau membuat orang lain merasa tidak nyaman, maka batas etika telah dilanggar—dan candaan itu berubah menjadi bentuk pelecehan. Fenomena “candaan yang kebablasan” kerap terjadi di lingkungan pertemanan, tempat kerja, bahkan di ruang publik maupun media sosial.

Banyak orang tidak menyadari bahwa ucapan atau tindakan yang dianggap lucu, justru bisa menyinggung harga diri seseorang. Terlebih jika menyangkut hal-hal sensitif, seperti, fisik, gender, ras, agama, atau status sosial. Pelecehan verbal yang dibungkus dengan alasan “hanya bercanda” tetaplah bentuk kekerasan psikologis yang dapat meninggalkan luka emosional.

Penting bagi setiap individu untuk memahami bahwa humor harus memiliki batas. Bercanda tidak boleh dijadikan alasan untuk membenarkan perilaku yang tidak sopan atau merendahkan orang lain.

Sikap saling menghargai menjadi kunci dalam menjaga interaksi sosial yang sehat dan beretika. Di sisi lain, lingkungan sosial juga perlu membangun kesadaran untuk menegur atau menghentikan candaan yang mengarah pada pelecehan.

Dikutip dari https://www.gramedia.com/literasi/norma-kesopanan/, pendidikan etika komunikasi, baik di sekolah, tempat kerja, maupun di ruang digital, menjadi langkah penting untuk mencegah perilaku ini semakin meluas. Masyarakat harus didorong untuk berani berkata “tidak” terhadap candaan yang tidak pantas, serta mendukung korban yang merasa dilecehkan agar tidak takut bersuara.

Karena pada akhirnya, humor sejati bukanlah yang melukai perasaan orang lain, melainkan yang membawa kebahagiaan bersama. Dari candaan menjadi pelecehan hanyalah sejauh satu langkah, dan langkah itu bisa dihindari dengan kesadaran, empati, dan rasa hormat terhadap sesama.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....