Nasi Gultik Merambah Lombok, Satu Piring Tak Cukup
- 17 Jul 2025 06:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Mataram: Di tengah geliat kuliner malam Kota Mataram, kini hadir satu sajian legendaris khas Ibukota yang mencuri perhatian para pemburu rasa yaitu nasi gultik. Sajian berbahan dasar nasi putih yang disiram kuah gulai sapi ini kini bisa dinikmati tanpa harus terbang ke Jakarta.
Nasi gultik merupakan singkatan dari gulai tikungan, merujuk pada tempat asalnya di tikungan Jalan Mahakam, kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Awalnya, nasi ini disajikan dalam porsi kecil oleh pedagang kaki lima yang berjualan dari malam hingga dini hari.
Porsi mini itu dirancang agar pembeli yang lapar tengah malam tetap bisa makan tanpa merasa terlalu kenyang. Kini, nasi gultik hadir pula di Mataram dan mulai menjadi incaran warga lokal.
Disajikan dengan nasi putih hangat, potongan daging sapi yang lembut, kuah gulai berwarna kuning kehijauan yang gurih, dan kerupuk warna-warni sebagai pelengkap. Rasa kuahnya ringan tapi kaya bumbu, cocok disantap malam hari.
Harganya yang relatif murah juga membuatnya bisa di jangkau masyarakat yaitu dari Rp10.000 hingga Rp15.000 dapat menyesuaikan pilihan mulai dari nasi gultik biasa, campur, dan nasi dipisah dengan gulainya. Ciri khas nasi gultik yang masih dipertahankan adalah porsinya.
Hilmi, salah satu penikmat nasi gultik yang rutin menyantapnya di kawasan jalan tikungan seputaran Jalan Udayana, Mataram, tepatnya di depan eks bandara Selaparang Lombok. Hilmi mengungkapkan alasannya menyukai kuliner ini.
"Cita rasanya nikmat dan gurih, bikin ketagihan. Tapi jujur saja, satu piring nggak cukup, tapi kalau dua piring malah kelebihan," katanya.
Sementara itu, Hafiza yang baru pertama kali mencicipi nasi gultik di lokasi yang sama juga memberikan kesan positif. “Rasa bumbunya pas di lidah, apalagi saya tambahkan sambal, jadi makin mantap,” katanya antusias.
Ia juga menyadari ciri khas porsi nasi gultik. “Tapi memang porsinya itu seakan nyuruh kita buat nambah,” ucapnya.
Untuk yang ingin rasa lebih lengkap, pembeli memang bisa menambahkan sate-satean seperti sate telur puyuh dan sate usus yang telah dibumbui dan direbus hingga empuk. Kombinasi ini menjadikan nasi gultik semakin nikmat dan menggoda.
Kini kehadirannya di luar Jakarta, termasuk di Lombok, menunjukkan bahwa makanan legendaris pun bisa beradaptasi dan dicintai di tempat baru. Nasi gultik bukan sekadar kuliner biasa namun membawa cerita dari jalanan Jakarta, dan kini ikut menambah warna dalam cita rasa kuliner Mataram.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....