Psikolog: Anak Korban KDRT Cenderung Normalisasi Tindak Kekerasan

  • 29 Agt 2024 15:37 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Anak-anak yang mengalami tindak kekerasan berulang kali akan cenderung menganggapnya sebagai hal yang normal. Demikian disampaikan psikolog anak, remaja, dan keluarga, Arijani Lasmawati, pada perbincangan dengan RRI Pro 3, Rabu (28/8/2024).

Menurut dia, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sangat berdampak terhadap perkembangan anak-anak, terutama dalam keluarga yang tidak harmonis. "Mereka akan menganggap kekerasan sebagai sebuah solusi untuk menyelesaikan masalah," ujarnya.

Arijani menambahkan meski bukan sebagai korban kekerasan secara langsung, anak-anak akan memiliki pengalaman tidak menyenangkan di masa kecil. "Ini karena mereka mengamati kekerasan itu setiap saat," ujarnya.

Menurut Arijani, anak korban KDRT tidak akan mendapat hak pengasuhan yang layak dari kedua orang tuanya. "Bagaimana mungkin seorang ibu korban KDRT yang tidak sehat secara mental bisa memberi pengasuhan layak untuk anaknya," ucapnya.

Arijani mengatakan perempuan korban KDRT memang berisiko mengalami gangguan mental seperti stres dan bahkan depresi. Jika tidak mendapat pertolongan segera, dikhawatirkan itu akan membuat anak-anaknya terdampak.

"KDRT membuat anak berisiko mengambil nilai-nilai yang salah," ucapnya. Karena itu, Arijani meminta untuk menghentikan KDRT demi masa depan perkembangan anak-anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....