Skrining BPJS Kesehatan, Begini Proses dan Manfaatnya

  • 02 Jan 2026 18:31 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: BPJS Kesehatan menyediakan layanan skrining kesehatan daring bagi peserta aktif Jaminan Kesehatan Nasional. Layanan ini memungkinkan deteksi dini risiko penyakit tidak menular tanpa mendatangi fasilitas kesehatan.

Skrining ditujukan untuk memetakan potensi risiko diabetes, hipertensi, penyakit jantung, hingga gangguan ginjal kronis. Program ini menjadi bagian pendekatan preventif agar peserta lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya sejak awal.

Layanan skrining dapat diakses gratis oleh peserta berusia 15 tahun ke atas. Prosesnya singkat, berbasis kuesioner, dan dapat diselesaikan kurang dari sepuluh menit.

Apa Itu Skrining BPJS Kesehatan?

Skrining BPJS Kesehatan merupakan penilaian awal untuk mengetahui tingkat risiko penyakit tidak menular. Penilaian dilakukan berdasarkan data kesehatan, gaya hidup, serta riwayat penyakit pribadi dan keluarga.

Hasil skrining menjadi gambaran awal kondisi peserta. Data tersebut dapat dijadikan acuan untuk pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Cara Skrining BPJS Kesehatan Secara Online

Peserta dapat melakukan skrining melalui dua kanal resmi, yakni aplikasi Mobile JKN dan laman web BPJS Kesehatan.

• Aplikasi Mobile JKN

Unduh dan masuk ke aplikasi Mobile JKN, lalu pilih menu “Skrining Riwayat Kesehatan”. Peserta diminta mengisi formulir berisi sekitar 47 pertanyaan terkait kondisi tubuh dan kebiasaan hidup.

• Website BPJS Kesehatan

Akses laman webskrining.bpjs-kesehatan.go.id, masukkan NIK atau nomor kartu BPJS, tanggal lahir, dan kode verifikasi. Selanjutnya isi seluruh pertanyaan skrining hingga selesai.

Setelah data dikirim, sistem akan menampilkan hasil secara otomatis.

Cara Membaca Hasil Skrining

Hasil skrining dibagi dalam tiga kategori risiko.

• Risiko Rendah

Tidak ditemukan tanda penyakit kronis. Peserta disarankan mempertahankan pola hidup sehat.

• Risiko Sedang

Terdapat faktor risiko tertentu seperti obesitas atau kebiasaan merokok. Peserta dianjurkan memeriksakan diri ke FKTP.

• Risiko Tinggi

Menunjukkan indikasi kuat penyakit tidak menular. Peserta disarankan segera melakukan pemeriksaan medis lanjutan.

Manfaat Skrining BPJS Kesehatan

Skrining membantu peserta mengenali potensi masalah kesehatan sebelum muncul keluhan serius. Langkah ini mendorong pencegahan lebih dini dan penanganan yang tepat.

Selain itu, data skrining dapat dimanfaatkan tenaga medis sebagai dasar pemantauan lanjutan. Peserta dianjurkan mengisi data secara jujur dan melakukan skrining setidaknya sekali dalam setahun.

BPJS Kesehatan berharap layanan skrining menjadi kebiasaan preventif yang sederhana namun bermakna. Upaya ini diharapkan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....