Sering Berkeringat Saat Tidur? Waspada Kemungkinan Gangguan Kesehatan
- 01 Nov 2025 12:18 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Bandung: Berkeringat saat tidur sebenarnya hal yang wajar, terutama saat cuaca panas atau ventilasi kamar tidak memadai. Namun, jika tubuh terus mengeluarkan keringat meski suhu ruangan sejuk tanpa aktivitas berat, bisa jadi itu tanda gangguan kesehatan.
Dikutip dari laman Alodokter, keringat malam bisa dipicu oleh sejumlah faktor ringan. Seperti mengonsumsi makanan pedas atau panas sebelum tidur, rasa cemas, kebiasaan merokok, hingga minuman beralkohol.
Akan tetapi, jika penyebab tersebut sudah dikesampingkan dan keringat tetap muncul, sebaiknya jangan diabaikan. Kondisi ini bisa menjadi gejala penyakit tertentu.
Berikut beberapa gangguan kesehatan yang dapat menyebabkan seseorang sering berkeringat saat tidur:
1. Menopause
Pada wanita, masa menopause sering disertai gejala hot flashes atau sensasi panas mendadak yang membuat tubuh berkeringat, termasuk saat tidur. Hal ini terjadi akibat perubahan hormon estrogen yang memengaruhi pengaturan suhu tubuh.
2. Hipoglikemia
Kondisi ketika kadar gula darah turun drastis ini bisa memicu keluarnya keringat berlebih, bahkan di malam hari. Hipoglikemia biasanya disertai gejala pusing, gemetar, dan lemas.
Penyebabnya sendiri bisa dikarenakan beberapa faktir. Diantarnya tidak makan yang cukup, penggunaan obat antidiabetes, atau terapi insulin berlebih.
3. Penyakit Infeksi
Beberapa infeksi seperti tuberkulosis (TBC), HIV, malaria, endokarditis, brusellosis, dan osteomielitis dapat menimbulkan keringat malam. Selain itu, penderita umumnya mengalami gejala lain seperti demam, batuk berkepanjangan, nyeri otot, dan penurunan berat badan.
4. Hiperhidrosis
Hiperhidrosis adalah kondisi medis di mana tubuh memproduksi keringat secara berlebihan, bahkan tanpa aktivitas fisik atau suhu panas. Penderitanya bisa berkeringat di area tertentu seperti telapak tangan, ketiak, atau wajah—baik saat terjaga maupun tertidur.
5. Gangguan Hormon
Ketidakseimbangan hormon juga dapat memicu keringat berlebih. Beberapa gangguan yang berhubungan dengan hal ini antara lain hipertiroidisme, pheochromocytoma, diabetes, dan tumor penghasil hormon.
6. Kanker
Keringat malam disertai demam berkepanjangan, penurunan berat badan tanpa sebab, dan tubuh terasa lemah bisa menjadi tanda awal penyakit serius. Seperti leukemia atau limfoma.
7. Efek Samping Obat
Beberapa jenis obat juga dapat merangsang keluarnya keringat berlebih. Termasuk antidepresan, obat penurun demam dan nyeri, terapi pengganti hormon, serta kortikosteroid.
Meski keringat malam tidak selalu berbahaya, Anda tetap perlu waspada jika keluhan ini sering muncul tanpa sebab jelas. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebab pastinya, terutama jika disertai gejala tambahan seperti demam, kelelahan, atau berat badan turun.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....