Kontrasepsi Hormonal dan Non-Hormonal, Apa Bedanya?
- 26 Apr 2025 13:31 WIB
- Banda Aceh
KBRN Banda Aceh : Dalam upaya menekan angka kehamilan yang tidak direncanakan, penting bagi masyarakat untuk bijak memilih alat kontrasepsi dan tidak termakan informasi yang keliru. Kurangnya pemahaman yang benar tentang alat kontrasepsi seringkali menimbulkan ketakutan atau kekhawatiran yang tidak berdasar.
"Secara umum, alat kontrasepsi berfungsi untuk mencegah pertemuan antara sel sperma dan sel telur, sehingga kehamilan dapat dihindari. Ini menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan reproduksi, khususnya bagi pasangan usia subur," Ike Purwantine AMd, Kep, Ahli madia kebidanan dan aktivis kanker indonesia, saat berbincang dengan RRI, Jumat (25/4/2025).
Dijelaskan Ike, kontrasepsi terbagi ke dalam dua jenis utama, yaitu kontrasepsi hormonal dan kontrasepsi non-hormonal. Keduanya memiliki mekanisme kerja yang berbeda dan dapat disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan pengguna.
Disebutkannya, kontrasepsi hormonal seperti KB suntik, KB implan, dan IUD hormonal cukup populer dan efektif dalam menjarakkan kehamilan. Selain itu, metode ini juga terbukti dapat membantu mengurangi risiko komplikasi selama kehamilan dan masa nifas.
Sementara itu, metode non-hormonal terdiri dari penggunaan kondom, metode kalender untuk menghitung masa subur, dan metode alami saat menyusui. Metode ini cocok digunakan oleh pasangan yang menghindari penggunaan hormon dalam tubuhnya.
Meski begitu, masih banyak anggapan keliru di masyarakat, seperti KB hormonal dapat menyebabkan kegemukan atau spiral menimbulkan pendarahan hebat. Padahal, efek samping tersebut tidak selalu terjadi dan sangat bergantung pada kondisi tubuh masing-masing individu.
Untuk itu, penting untuk berkonsultasi langsung dengan tenaga kesehatan sebelum memilih metode kontrasepsi. Tenaga kesehatan akan membantu memberikan saran berdasarkan riwayat kesehatan dan preferensi pribadi.
"Saat ini, KB suntik 3 bulan dan penggunaan spiral atau IUD menjadi pilihan favorit masyarakat. Keduanya dinilai praktis, jangka panjang, dan memiliki tingkat keberhasilan tinggi dalam mencegah kehamilan," ungkapnya.
Dengan pemahaman yang benar dan pemilihan metode yang tepat, penggunaan alat kontrasepsi bisa menjadi solusi cerdas dalam merencanakan keluarga dan menjaga kesehatan ibu. Bijak dalam memilih, bijak pula dalam merencanakan masa depan keluarga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....