​Apai Janggut Dayak Raih Penghargaan di Lisabon Portugal

  • 21 Jul 2023 21:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Dubes RI untuk Portugal Rudy Alfonso menyaksikan acara penganugerahaan Gulbenkian Prize for Humanity Ke-4, di Lisabon, Rabu (19/7/2023). Dalam acara tersebut, tokoh masyarakat Dayak Iban Sungai Utik, Apai Janggut berhasil mendapat penghargaan tersebut.

“Penghargaan diberikan sebagai apresiasi bagi mereka yang menunjukkan komitmen luar biasa terhadap aksi lokal dan gerakan berbasis masyarakat. Salah satunya dalam mendukung perlindungan hutan dan restorasi ekosistem," kata Rudy dalam keterangan persnya diterima RRI.co.id, Jumat (21/7/2023).

Sementara, Apai Janggut mengatakan, hutan adalah sumber hidup untuk masyarakat Dayak. Kelestarian hutan dijaga secara turun-temurun oleh leluhur Dayak sejak dulu.

"Menjaga hutan adalah bagian dari budaya kami, karena dalam hutan tersebut terdapat ladang kami, tanaman obat, sungai. Lalu, kuburan keramat leluhur kakek-nenek kami yang sudah meninggal yang harus kami jaga, kami bangga," kata Apai Janggut.

Sedangkan, Kepala Desa Batu Lintang Remang mengatakan, para pemenang menerima hadiah yang ditujukan untuk mendukung dan melanjutkan kegiatan. Semua itu, demi meningkatkan aksi kerja untuk restorasi ekosistem dan upaya mengatasi isu perubahan iklim.

”Hadiah ini sangat berguna bagi kami, digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menyiapkan mereka dalam menghadapi tantangan ke depan. Lalu, peningkatan kapasitas generasi muda dan menyiapkan pendidikan yang lebih baik," ujar Remang saat mendampingi Apai Janggut.

Penghargaan ini membuktikan bahwa hutan dapat memberikan manfaat lebih ketika hidup, ketimbang ditebang. Aksi lokal Masyarakat Adat Sungai Utik dalam aksi mitigasi perubahan iklim memberikan manfaat bagi dunia.

Masyarakat Adat Dayak Iban Sungai Utik sebelumnya telah mendapatkan penghargaan nasional Kalpataru dari pemerintah Indonesia. Dan UNDP Equator prize pada tahun 2019.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....