‘Fourth of July’, Sejarah Kemerdekaan Amerika Serikat
- 04 Jul 2025 10:49 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Kemerdekaan Amerika Serikat diperingati setiap 4 Juli dengan Deklarasi Kemerdekaan oleh Kongres Kontinental di Philadelphia pada tahun 1776. Dokumen ini menyatakan pemisahan 13 koloni di Amerika Utara dari kekuasaan Britania Raya.
Melansir laman Britannica, Kongres Kontinental menyetujui kemerdekaan pada 2 Juli, tetapi revisi Deklarasi Kemerdekaan selesai dua hari kemudian. Revisi ini disusun oleh Thomas Jefferson bersama John Adams, Benjamin Franklin, Roger Sherman, dan William Livingston.
Deklarasi tersebut mendasarkan negara baru ini pada prinsip-prinsip republik. Prinsip ini meliputi kedaulatan rakyat, kewajiban warga negara, penolakan terhadap korupsi, dan penentangan terhadap sistem aristokrasi.
Sebelumnya, para kolonis (penduduk asal negara penjajah, bukan penduduk asli) Amerika terlibat konflik bersenjata dengan Britania Raya. Hal ini menjadi permulaan Perang Revolusi Amerika tahun 1775 di Lexington dan Concord.
Pada tahun 1776, Thomas Paine menulis pamflet Common Sense, yang menyatakan bahwa koloni-koloni harus merdeka dari Britania. Pada 4 Juli 1776, ketiga belas koloni setuju terhadap Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat.
Awalnya, perayaan deklarasi meniru tradisi ulang tahun raja Inggris, yang diwarnai lonceng, api unggun, prosesi resmi, dan pidato. Festival semacam ini menjadi bagian penting dari tradisi politik Anglo-Amerika.
‘Fourth of July’ diperingati di seluruh Amerika Serikat dengan parade dan pesta kembang api. Warga Amerika merayakannya dengan mengibarkan bendera serta mengenakan pakaian merah, putih, dan biru, yang melambangkan bendera Amerika Serikat. (Hana Aisyah Syarif)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....