Indonesia Dinilai Terlalu Dini Bernegosiasi dengan Amerika Serikat

  • 16 Apr 2025 03:09 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Pengamat hubungan internasional Suzie Sudarman mengungkapkan Indonesia terlalu dini memulai negosiasi dengan Amerika Serikat. Menurutnya, kondisi politik dalam negeri AS menjadi faktor utama yang patut diperhitungkan sebelum mengambil langkah tersebut.

“Negosiasi dilakukan saat situasi Amerika belum stabil dan banyak penolakan dari Kongres. Kita seharusnya menunggu sampai 90 hari jeda itu selesai untuk melihat perkembangan kebijakan,” kata Suzie dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Senin (14/04/2025).

Suzie mengatakan keputusan Indonesia bernegosiasi harus mempertimbangkan dinamika internal Amerika yang belum menentu. Menurutnya, kebijakan tarif Trump sedang dikaji ulang oleh Kongres yang menolak langkah unilateral presiden.

Suzie menyatakan negosiasi tanpa kejelasan sikap pemerintah AS bisa merugikan posisi Indonesia. Dia berpendapat Indonesia harus hati-hati karena belum jelas siapa yang akan menetapkan arah kebijakan.

“Penentuan tarif itu kewenangannya Kongres, bukan Presiden. Jadi jangan tergesa-gesa bertindak,” kta Suzie.

Dia juga mengungkapkan Indonesia sebaiknya menjalin hubungan dengan rakyat Amerika yang dirugikan Trump. Menurutnya, dampak ekonomi kebijakan Trump justru menyakiti petani yang menjadi basis pemilihnya.

“Mereka lebih mendukung kalau kita membeli hasil pertanian, bukan produk minyak dari elit kapitalis,” katanya.

Suzie menyoroti pentingnya strategi diplomasi yang tepat dan tidak hanya mengejar hubungan dengan elite penguasa. Ia menilai pendekatan kepada rakyat Amerika bisa lebih menguntungkan dalam jangka panjang bagi Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....