Musik Keroncong, Warisan Musik Nusantara

  • 02 Feb 2026 12:54 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Musik keroncong merupakan salah satu genre musik tradisional yang berkembang dari proses percampuran budaya. Aliran ini dipengaruhi oleh akluturasi dari musik Portugis yang masuk ke Nusantara sejak abad ke-16.

Keroncong berawal dari penggunaan alat musik cavaquinho yang kemudian beradaptasi menjadi ukulele. Nama keroncong diyakini berasal dari bunyi khas alat musik tersebut saat dimainkan ter 'crong-crong.'

Perkembangan awal musik keroncong banyak ditemukan di Kampung Tugu, Jakarta Utara. Dari wilayah tersebut, keroncong menyebar ke berbagai daerah dan mulai dikenal luas masyarakat.

Instrumen musik keroncong terdiri dari ukulele, gitar, biola, selo, dan flute. Perpaduan instrumen tersebut menghasilkan irama lembut dengan pola ritme yang khas.

Musik keroncong sempat mencapai masa kejayaan pada awal abad ke-20. Genre ini kerap dipentaskan dalam berbagai acara hiburan dan kegiatan resmi.

Salah satu tokoh penting musik keroncong adalah Gesang Martohartono. Karyanya berjudul ‘Bengawan Solo’ dikenal hingga mancanegara dan diterjemahkan ke berbagai bahasa.

Musik keroncong terus dikenalkan kepada generasi muda melalui kolaborasi modern. Upaya tersebut dilakukan tanpa menghilangkan karakter asli musik kroncong.

Saat ini berbagai festival keroncong rutin digelar sebagai upaya pelestarian. Salah satunya menetapkan 1 Oktober sebagai Hari Keroncong Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....