Gambang Kromong, Musik Akulturasi Budaya Betawi dan Tionghoa
- 27 Jan 2026 12:16 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Gambang Kromong merupakan musik tradisional khas Betawi yang berkembang di wilayah Jakarta. Kesenian ini lahir dari perpaduan budaya Betawi dan Tionghoa Peranakan.
Nama Gambang Kromong berasal dari dua alat musik utamanya, yakni gambang dan kromong. Gambang terbuat dari bilah kayu, sementara kromong berupa deretan gong kecil.
Melansir dari berbagai sumber, Gambang Kromong berkembang sejak abad ke-19. Musik ini tumbuh seiring interaksi masyarakat Betawi dan komunitas Tionghoa di Batavia.
Ciri khas Gambang Kromong terletak pada penggunaan tangga nada pentatonis khas Tionghoa. Pola melodi ini membuat iramanya terdengar unik dan mudah dikenali.
Selain gambang dan kromong, terdapat alat musik pendukung dalam orkes ini. Di antaranya tehyan, sukong, kongahyan, gendang, gong, dan kecrek.
Gambang Kromong kerap ditampilkan dalam berbagai acara adat Betawi. Pertunjukan ini biasa hadir pada pernikahan, pesta rakyat, hingga pementasan lenong.
Musik ini juga mengiringi tarian tradisional seperti Tari Cokek. Penampilan Gambang Kromong dikenal bersifat ceria dan komunikatif dengan penonton.
Musik Gambang Kromong juga dikenal luas melalui karya para seniman Betawi. Salah satunya yang paling legendaris, Benyamin Sueb dan Ida Royani yang menjadi ikon penting dalam pelestarian budaya betawi.
Seiring perkembangan zaman, Gambang Kromong mengalami penyesuaian dengan sentuhan alat musik modern. Meski demikian, unsur tradisionalnya tetap dipertahankan sebagai identitas budaya Betawi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....