Joko Anwar Dianugerahi Tanda Kehormatan dari Pemerintah Perancis
- 13 Des 2025 16:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Sutradara Joko Anwar resmi menerima tanda kehormatan ‘Chevalier Ordre des Arts et des Lettres’ dari Pemerintah Prancis. Penganugerahan berlangsung di Gedung Kementerian Kebudayaan Prancis, Paris, Kamis (11/12/2025).
Penghargaan tersebut diberikan atas dedikasi, kontribusi, dan komitmen Joko Anwar dalam dunia sinema selama dua dekade. Karyanya dinilai berdampak luas bagi perfilman Indonesia sekaligus memberi pengaruh signifikan terhadap lanskap sinema global.
“Melalui cerita-cerita yang dibungkus dalam horor, thriller, atau komedi, saya berusaha membicarakan hal-hal yang sering kali sulit dibicarakan secara langsung. Tentang ketidakadilan, tentang kekuasaan, tentang manusia dan lingkungan tempat ia berpijak,”ujarnya dalam sambutannya, Kamis (11/12/2025).
Ia juga menambahkan, banyak karyanya lahir dari kegelisahan terhadap isu-isu sosial dan ekologis. Kemudian Ia terjemahkan ke dalam bahasa sinema populer agar dapat menjangkau lebih banyak penonton.
Dengan penganugerahan ini, Joko Anwar bergabung bersama seniman dunia yang diakui atas kontribusi seni internasional. Penghargaan ‘Ordre des Arts et des Lettres’ merupakan salah satu tanda kehormatan kebudayaan tertinggi Pemerintah Prancis.
Sejumlah tokoh dunia penerima penghargaan ini antara lain Martin Scorsese, David Lynch, hingga Hayao Miyazaki. Nama-nama tersebut berasal dari berbagai disiplin seni yang berpengaruh besar terhadap perkembangan kebudayaan global.
Menteri Kebudayaan Perancis Rachida Dati menyematkan langsung penghargaan tersebut kepada Joko Anwar dalam upacara resmi. Dalam sambutannya, ia menyoroti pendekatan khas Joko Anwar yang konsisten memadukan cerita populer dengan gagasan reflektif.
“Dedikasi dan komitmennya telah berkontribusi pada kemajuan perfilman Indonesia. Sekaligus memperkaya dialog sinema dunia,” katanya.
Rachida menyampaikan, Joko Anwar menunjukkan sinema sebagai medium yang mudah diakses penonton luas. Menurutnya, penggunaan genre menjadi pintu masuk efektif untuk menyampaikan muatan sosial serta isu-isu penting di tengah masyarakat.
Penghargaan ini diterima Joko Anwar di tengah persiapan perilisan film terbarunya ‘Ghost in the Cell’. “Ghost in the Cell adalah bagian dari percakapan yang sama yang selama ini ingin saya bangun lewat film-film saya,”ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....