Konflik Keluarga Warnai Film ‘Mertua Ngeri Kali’
- 28 Nov 2025 16:12 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Sutradara Key Mangunsong menjelaskan proses kreatif film ‘Mertua Ngeri Kali’ berawal dari kisah nyata yang disampaikan langsung oleh para penulisnya. Ia bersama tim mengubah cerita tragis tersebut menjadi komedi Batak dengan karakter kuat dan energi khas budaya.
“Kebetulan sebenarnya di kisah nyata ini orang Batak, lalu kami memutuskan gimana kalau ini kita bikin komedi Batak aja.Tapi harus ada pemeran utama mertuanya, harus orang yang komedi,”ucapnya.
Key menilai, karakter Donda membutuhkan sosok dengan kemampuan improvisasi kuat sehingga Bunda Corla menjadi pilihan paling tepat. Ia mengatakan, kehadiran Bunda Corla menghadirkan warna komedi natural yang membuat karakter tersebut tampil sangat hidup.
Sutradara itu juga menegaskan, ekspresi keras dalam keluarga Batak merupakan bentuk kasih sayang yang sering disalahpahami. Ia menyebut gaya komunikasi tersebut justru menunjukkan kedekatan mendalam yang terbangun dalam relasi keluarga mereka.
Penulis skenario, Henovia Rosalinda menjelaskan proses kreatif berawal dari arahan produser yang menilai karakter Donda sangat cocok diperankan Bunda Corla. Ia menyebut. kecocokan itu muncul sejak awal diskusi karena garis besar ceritanya memang berasal dari pengalaman nyata para penulis.
“Di balik cerita stripping yang setiap hari tayang, dikejar deadline. Jadi kita gak ada waktu untuk namanya cuti lahiran, ini salah satu background dari Andaranya,”
Henovia mengungkap beberapa elemen komedi berasal dari pengalamannya mengejar tenggat tulisan ketika menjalani masa kehamilan yang melelahkan. Ia menambahkan, tekanan produksi harian membuat karakter Andara (Naysilla Mirdad) dirancang mencerminkan dinamika penulis stripping.
Ia juga menjelaskan bahwa konflik keluarga dalam cerita diambil dari kisah nyata mengenai persaingan perhatian antara menantu dan mertua. Henovia menilai dinamika tersebut sangat umum terjadi sehingga mudah diterjemahkan menjadi drama komedi keluarga yang tetap menghangatkan.
Disisi lain, Eksekutif Produser Joseph Tarigan menyampaikan bahwa film ‘Mertua Ngeri Kali’ menyoroti dinamika keluarga Indonesia melalui konflik yang sangat familiar. Ia menilai, masalah antara menantu dan mertua sering terjadi sehingga membuat cerita terasa dekat bagi masyarakat luas.
Joseph menjelaskan bahwa pengalaman pribadinya memperlihatkan bagaimana posisi suami kerap terjepit di tengah dua pandangan berbeda. Ia mengatakan bahwa kondisi tersebut menjadi alasan kuat mengapa film ini akan dapat mudah diterima penonton.
“Film ini walaupun berkisah tentang keluarga batak. Tapi, permasalahannya itu banyak terjadi di masyarakat kita,” katanya dalam konferensi pers film ‘Mertua Ngeri Kali’ di Jakarta Selatan, Kamis (27/11/2025).
Ia menyebut pendekatan komedi membantu membuat isu serius dapat tersampaikan secara ringan tanpa mengurangi makna emosionalnya. Menurutnya, unsur drama tetap kuat sehingga penonton dapat merasakan kedalaman konflik keluarga dalam ceritanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....