Waspada Diabetes Kering, Kenali Gejala dan Pencegahannya

  • 24 Agt 2025 07:56 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo : Diabetes masih menjadi salah satu penyakit kronis yang mengancam kesehatan masyarakat Indonesia. Menurut data International Diabetes Federation (IDF) tahun 2021, Indonesia menempati urutan kelima di dunia dengan jumlah penderita diabetes terbanyak, mencapai lebih dari 19,5 juta orang. Salah satu bentuk diabetes yang kerap tidak disadari masyarakat adalah diabetes kering, dengan gejala yang khas namun sering diabaikan.

Diabetes kering ditandai dengan kondisi mulut dan kulit terasa kering, berat badan menurun tanpa sebab yang jelas, serta mudah lelah dan lemas. Selain itu, penderita biasanya mengalami gangguan penglihatan berupa pandangan buram. Gejala ini muncul akibat kadar gula darah yang tinggi dan tidak terkontrol, sehingga memengaruhi fungsi organ tubuh.

Diabetes kering sebenarnya merujuk pada tipe diabetes mellitus dengan gejala dominan rasa kering pada kulit, bibir, dan rongga mulut akibat dehidrasi serta tingginya kadar gula darah. Kadar gula darah yang tinggi membuat tubuh menarik cairan dari jaringan, sehingga sering mengalami mulut kering dan rasa haus berlebihan.

Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah kesemutan atau mati rasa di tangan dan kaki. Kondisi ini terjadi akibat kerusakan saraf tepi (neuropati diabetik) yang umum dialami penderita diabetes. Bila tidak ditangani, kerusakan saraf ini dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk luka sulit sembuh hingga risiko amputasi.

Menurut Kementerian Kesehatan RI, pola hidup tidak sehat menjadi salah satu faktor utama penyebab meningkatnya kasus diabetes di Indonesia. Kebiasaan konsumsi makanan tinggi gula, kurang aktivitas fisik, serta obesitas meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menerapkan pola makan seimbang, rutin berolahraga, dan melakukan pemeriksaan kadar gula darah secara berkala.

Selain pola hidup sehat, pengendalian diabetes kering memerlukan terapi medis. Penderita disarankan mengikuti anjuran dokter dalam penggunaan obat antidiabetes atau insulin sesuai kebutuhan. Pengelolaan stres juga penting, karena hormon stres dapat memengaruhi kadar gula darah. Dukungan keluarga turut berperan besar dalam membantu penderita menjalani gaya hidup sehat secara konsisten.

Berdasarkan laporan World Health Organization (WHO), komplikasi diabetes menjadi salah satu penyebab utama kematian dini di dunia. Oleh karena itu, deteksi dini gejala diabetes, termasuk diabetes kering, sangat penting agar penderita mendapatkan penanganan lebih cepat dan tepat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....