Seni Tutur Tadisional Meringit, Masihkah menjadi Primadona Di Era Modern?
- 04 Jan 2024 11:41 WIB
- Bintuhan
KBRN, Bintuhan : Salah satu seni budaya yang sangat indah dimiliki oleh warga suku Besemah di Kabupaten Kaur adalah seni tutur tradisional Meringit. Seni Meringit merupakan warisan Leluhur yang menjadi primadona di masa lampau.
Secara umum ringit memiliki ciri-ciri sebagai
berikut, penyampaian dilakukan secara lisan, dari mulut ke mulut,
pengarangnya tidak diketahui (anonim) tetapi lIriknya disesuaikan dengan
situasi dan perkembangan zaman. Lyrik
ringit Biasanya berupa pantun yang
bersajak AB-AB dan berisi tentang curahan hati, nasihat atau petuah agama yang dilantunkan
dengan irama khas meringit, biasanya diiringi Dengan gitar tunggal.
Sebagai warisan leluhur suku besemah kesenian Meringit ini sudah
berhasil dipatenkan sebagai kesenian tutur tradisional milik kabupaten kaur,
dan sudah tercatat sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) kabupaten Kaur.
Seni Tutur Meringit sangat populer di masa lampau, dan menjadi seni primadona di era tahun 60an hingga 80 an. Ringit pada masa lampau sangat digemari oleh berbagai kalangan masyarakat suku Besemah dan sering ditampilkan pada event spesial, dan sering disenandungkan oleh masyarakat sebagai ungkapan perasaan.
Seperti dituturkan
oleh Yurida salah seorang seniman sepuh dari padang guci, zaman dahulu,
seni meringit ini ramai sekali ditembangkan, dan mengungkapkan perasaan
biasanya lewat syair meringit, bahkan kadang saat pacaran anak muda berbalas
pantun lewat irama meringit.
Seiring perkembangan zaman, saat ini kesenian mulai tergerus ditengah gempuran kesenian modern. Kesenian meringit hanya diwarisi oleh segelintir seniman, yang tetap berupaya melestarikan kesenian tradisional warisan leluhur ini.
" meringit itu biasanya merupakan ungkapan perasaan, senang, sedih bahkan nasehat keagamaan bisa dituangkan dalam seni meringit ini," jelasnya.
Namun ditengah gempuran seni modern ini masih ada sekelompok seniman muda yang giat melestarikan kesenian lewat konten konten media sosial, sebagai upaya melestarikan kesenian warisan leluhur ini.
Lipi Kinal contohnya, salah seorang seniman dan konten kreator menuturkan, upaya ini untuk melestarikan seni meringit lewat konten media sosial cukup menarik perhatian masyarakat.
“Alhamdulillah, konten kami yang konsen di seni meringit cukup berhasil , dan kami juga sudah bisa mendapatkan penghasilan dari membuat konten meringit, itu artinya penonton media sosial kami cukup antusias turut berperan serta melestarikan kesenian ini lewat dukungan mereka dengan menambah veiwers dan folowers kami.” Demikian dituturkan oleh Lipi Kinal
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....