Mendur Bersaudara Pahlawan Dibalik Kamera
- 23 Agt 2024 22:53 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang: Fotografer merupakan yang tidak bisa lepas dari suatu kejadian atau momen yang ingin diabadikan, salah satunya adalah momen yang sangat bersejarah. Seperti yang dilakukan oleh Mendur bersaudara, mengabadikan dan mendokumendasikan momen-momen penting perjuangan bangsa Indonesia dalam memproklamasikan kemerdekaan.
Seperti yang dikutip dari laman kemenparekraf, Mendur bersaudara, Alex Impurung Mendur dan Frans Soemarto Mendur. Mereka berdua lahir di Manado, 7 November 1907. Awalnya mereka belajar fotografi dari seorang fotografer yang bernama Anton Najoan 1922.
Nama mereka harum dan sangat dikenal dalam sejarah fotografi, kerena mereka berhasil mengabadikan momen bersejarah, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Mendur bersaudara merupakan pionir dalam dunia fotografi di Indonesia, khususnya fotografi jurnalistik.
Foto-foto hasil karya mereka menjadi bukti yang kongkrit dan otentik peristiwa fenomental tersebut. Karya mereka menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah bangsa Indonesia.
Alex Mendur juga pernah menjadi jurnalis dan fotografer di surat kabar Java Bode dan majalah Wereld Nieuws en Sport in Beld. Dan ia juga pernah bergabung dalam barisan propaganda Jepang, dan menjadi bagian fotografi kantor berita Dome cikal bakal Kantor Berita Antara.
Dan mulai saat itulah Alex Mendur dapat mengabadikan peristiwa penting bagi Indonesia, dan ia juga mengajarkan adiknya Frans mendur menjadi seorang fotografer. Kemudian mereka mendalami ilmu fotografi dan fokus berkaris dibidang itu.
Dengan memiliki keahlian dalam dunia fotografi, mendur bersaudara mendapatkan kesempatan mengabadikan atau mendokumentasikan peristiwa yang sangat bersejarah bagi bangsa indonesia. Kemudian mereka berdua pergi kerumah Bung Karno secara sembunyi-sembunyi dengan membawa kamera Leica dan roll film, hal ini dilakukan agar tidak ketahuan oleh tentara Jepang.
Tidak lama berselang, Bung Karno dan Moh. Hatta serta para pahlawan keluar dari rumah dan membacakan Teks proklamasi. Dengan merasa tidak ingin melewati momen tersebut, Mendur bersaudara langsung memotret dan mengabadikan peristiwa tersebut.
Hasil karya jepretan mereka terus dikenang hingga sekarang, dan menjadi bukti sejarah bagi para generasi penerus bangsa Indonesia. Salah satu foto mereka yang ikonik adalah momen pada saat presiden Soekarno membacakan Teks Proklamasi, pengibaran bendera merah putih serta suasana haru yang menyaksikan detik-detik Proklamasi dibacakan.
Meskipun diambil dalam kondisi yang terbatas, foto-foto mereka memiliki nilai historis dan artistik yang tinggi, tidak hanya memotret momen utama, tetapi juga suasana sekitar yang menggambarkan semangat perjuangan bangsa Indonesia.
Dengan peralatan fotografi masih sangat terbatas dan kondisi keamanan juga tidak stabil, mereka harus bekerja cepat untuk mengabadikan momen-momen bersejarah yang terjadi begitu cepat. Setelah peristiwa proklamasi, mereka menghadapi ancaman dari pihak Jepang yang berusaha merebut hasil jepretan mereka.
Untuk mengenang perjuangan dan jasa mereka, dibangun Tugu Pers Mendur di Kecamatan Kawangkoan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Di tempat ini kita dapat melihat berbagai koleksi foto asli jepretan Mendur Bersaudara, serta mengenang perjuangan pahlawan nasional dan masyarakat Indonesia dalam mencapai Kemerdekaan, diperkirakan ada 113 foto asli karya Mendur Bersaudara yang dipajang di tempat ini.
Mendur bersaudara telah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi dunia fotografi Indonesia. Karya-karya mereka menginspirasi generasi penerus untuk terus berkarya dan mendokumentasikan peristiwa-peristiwa penting.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....