Lingko: Gambaran Kekayaan Tradisi Leluhur dan Adat Istiadat di Flores

  • 27 Feb 2024 08:04 WIB
  •  Fak Fak

KBRN, Fakfak : Lingko merupakan sawah yang mempunyai bentuk menyerupai jaring laba-laba dan berlokasi di Wilayah Flores, Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur. Lingko sawah tersebut sering kali disebut dengan istilah Spider Field, dengan bentuk sawah jaring laba-laba ini hanya ada di Flores, Indonesia.

Adapun bentuk pola dari sawah jaring laba-laba ini kecil ke dalam dan besar pada bagian bidang terluarnya yang biasa disebut dengan cicing. lingko sawah yang bentuknya seperti kepingan kue ini disebut sebagai Moso dan titik tengah dari sawah tersebut dikenal dengan istilah Lodok.

Dilansir dari akun Youtube Jelajah Bumi, lingko sawah menggambarkan kekayaan tradisi leluhur dan adat istiadat setempat. Bentuk sawah jaring laba-laba ini, dengan kecilnya ke dalam dan besarnya pada bagian terluarnya yang disebut "cicing," menciptakan pola menarik yang memikat mata. lingko sawah, atau yang juga disebut "moso" untuk bentuk seperti kepingan kue dan "lodok" untuk titik tengahnya, mencakup luas sekitar 980 hektar.

Sebagai salah satu persawahan unik di wilayah asia pasifik, lonely planet memberikan penghormatan pada keunikan dan keistimewaan lingko sawah. namun, lebih dari sekadar keindahan, lingko sawah juga memainkan peran penting dalam tradisi dan sistem sosial masyarakat manggarai. pembagian lahan sawah ini, dikenal sebagai "lingko," bermakna sebagai tradisi pembagian lahan kebun atau sawah dari tanah yang dimiliki bersama.

Proses pembagian ini melibatkan tokoh adat, seperti tuo atau ketua kampung, dan tueto atau ketua adat. penggunaan rumus jari tangan atau "rumusoso" menentukan luas area sawah, dengan kebijaksanaan dalam pembagian tanah yang mencerminkan status dan senioritas seseorang. lingko sawah, selain sebagai simbol tata kelola lahan pangan, juga menjadi simbol kekerabatan dan kesetaraan.

Sejak zaman dahulu kala, penduduk flores, khususnya masyarakat manggarai, telah mengembangkan pertanian dari gaya hidup nomaden hingga hidup menetap. lingko sawah menjadi pusat distribusi lahan pertanian yang sangat penting bagi masyarakat manggarai. proses pembagian lahan sawah, yang ditandai dengan penggunaan kayu dengan ukuran mencapai paha orang dewasa, dikenal sebagai "kayueno" atau "hajueno."

Dengan adanya 11 hamparan sawah lodok, lingko sawah berkembang menjadi destinasi wisata yang mempesona. terletak di kecamatan lambaleda, ruteng, dan lembor, lingko sawah tidak hanya menawarkan pemandangan unik, tetapi juga udara sejuk yang membuatnya menjadi objek wisata favorit bagi wisatawan lokal maupun internasional. selain pesona alam, lingko sawah mempertahankan fungsi-fungsi penting dalam kehidupan masyarakat manggarai, seperti fungsi religi, ekologis, sosial, ekonomi, laten, dan manifest.

Pembagian wilayah sawah sebagai warisan diwariskan melalui kegiatan ritual adat yang melibatkan pemangku adat setempat. ritual adat, termasuk upacara adat saat musim tanam dan panen, menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat manggarai.

Keberadaan lingko sawah tidak hanya mencerminkan kearifan lokal dan budaya manggarai, tetapi juga menawarkan pengalaman wisata yang mendalam, memperkenalkan pengunjung pada keindahan alam dan nilai-nilai tradisional yang masih lestari hingga saat ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....