Supermi, Indomie, dan Sarimi, Beda atau Sama?

  • 04 Feb 2024 13:44 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu: Masyarakat Indonesia pasti tidak asing dengan nama Supermi, Indomie dan Sarimi. Tiga merek ini merupakan merek populer yang ada di Indonesia.

Sampai-sampai Indonesia menjadi negara dengan jumlah konsumsi terbesar ke dua di dunia. Tahun 2022 orang Indonesia mengkonsumsi mi instan sebanyak 14,2 miliar bungkus dari berbagai merek.

Tiga produk mi instan yang populer sejak dulu ini ternyata berasal dari satu produsen sama yakni, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. merupakan perusahaan milik Salim Grup. Meskipun diawal pertumbuhan tiga merek itu merupakan pesaing satu sama lain karena berasal dari tiga perusahaan yang berbeda.

Dari tiga merek mie instan itu paling dulu diproduksi adalah Supermi, dipasarkan pada tahun 1968. Kemudian disusul Indomie yang mulai dipasarkan pada 1972 dan paling bungsu adalah Sarimi diluncurkan pada 1982.

Pada tahun 1968-1980, Supermi diproduksi oleh PT Lima Satu Sankyu. Kemudian pada 1993, perusahaan tersebut dibeli Salim Grup melalui PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.

Begitu juga dengan Indomie, awalnya bukan milik PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Tetapi mi instan tersebut diproduksi oleh PT Sanmaru Food Manufacturing Co. Ltd. Pada 1984 sebagian saham perusahaan dibeli oleh PT. Sarimi Asli Jaya.

Sementara itu, Sarimi sendiri awalnya diproduksi oleh PT Sarimi Asli Jaya tepatnya dari 1982 hingga 1990-an. Lalu pada 1993 seluruh sahamnya benar-benar dibeli oleh PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.

Hingga tahun 1990 tiga merek ini merupakan pemain utama pasar mi instan di Indonesia. Kemudian muncul nama nama merek lain, seperti Sakura yang juga milik PT. Indofood, Mi Gaga yang dirintis oleh mantan petinggi salah satu perusahaan mi terbesar, Mi Sedaap dan mi Sukses lewat PT. Wings Grup, hingga kini terus muncul nama-nama baru merek mie instan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....