Museum PDRI Koto Tinggi

  • 19 Des 2024 09:33 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN Bukittinggi; Museum PDRI di bangun pada tahun 1993 di Koto Tinggi untuk mengenang peristiwa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia yakni, peristiwa berpindahnya Ibu Kota Negara yang pada saat itu berada di Jakarta ke Sumatera Barat. Perpindahan ini di karenakan di tawannya Presiden dan Wakil Presiden oleh Belanda pada saat agresi II.

PDRI merupakan peristiwa yang terjadi saat Belanda yang dii bonceng oleh sekutu pasca Perang Dunia II yang saat itu ingin menguasai Indonesia. Belanda yang memulai Agresi keduanya yaitu pada tanggal 19 Desember 1948 dengan menyerang Yogyakarta yang menjadi Ibu Kota Indonesia. Pada saat itu pula Presiden dan Wakil Presiden Indonesia di tahan oleh Belanda.

Limapuluh Kota juga terdapat banyak Monumen PDRI. Sebab daerah tersebut juga menjadi salah satu Basis perjuangan PDRI.Adapun Monumen PDRI di Limapuluh Kota berada di Nagari Halaban yang menjadi tempat di susunnya Kabinet PDRI pada 22 Desember 1948. Untuk mengenang lokasi perjuangan PDRI melawan Belanda, terdapat juga Museum PDRI yang berada di daerah Koto Tinggi Kecamatan, Gunung Omeh Limapuluh Kota.

Monumen Nasional PDRI atau Monumen Nasional Bela Negara adalah Monumen peringatan yang didirikan untuk memperingati sejarah perjuangan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia ( PDRI ). Monumen ini di bangun di area seluas 40 hektare di salah satu kawasan yang pernah menjadi basis PDRI, yaitu di Jorong Aia Angek, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota.

Dengan demikian dapat disimpulkan, alasan utama pembentukanPDRI adalah Penahan Soekarno dan Hatta oleh Belanda. Sehingga pembentukan PDRI di lakukan untuk melanjutkan Pemerintahan Indonesia meski Persiden dan Wakil Presiden Indonesia di tahan oleh Belanda.

Sumber berita tempo.com

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....