Kedelai Garuda Merah Putih Perkuat Industri Pangan Lokal
- 29 Okt 2025 13:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Lampung Utara: Kolaborasi strategis PT Karya Unggulan Anakbangsa (PT KUAB) dan Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) menghasilkan panen raya kedelai Garuda Merah Putih di Lampung Utara. Acara tersebut disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia bersama Menteri Pertanian, Panglima TNI, dan jajaran TNI Angkatan Laut.
Panen raya ini menjadi simbol kuat sinergi pertahanan dan pertanian dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Kegiatan tersebut sejalan dengan program prioritas Presiden Republik Indonesia dalam asta citanya untuk mewujudkan kemandirian pangan.
PT KUAB dan TNI AL mengembangkan lahan seluas 30 hektare dengan dukungan teknologi pertanian ramah lingkungan dan efisien. PT KUAB bertanggung jawab penuh terhadap penyediaan bibit unggul, pupuk organik Mikroba Google (MiGo), perawatan, hingga panen.
Bibit unggul kedelai Non-GMO dan pupuk organik MiGo merupakan hasil riset panjang Prof. Ali Zum Mashar sejak 2001. Penelitian dilakukan di Pusat Penelitian dan Pengembangan Pertanian Mikroba Google seluas 60 hektare di Cinangka, Serang, Banten.
Hasil panen kedelai Garuda Merah Putih meningkat signifikan dibanding rata-rata nasional tahun 2022. Berdasarkan pengukuran Tim Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lampung Utara, produktivitas mencapai 4,10–5,25 ton per hektare.
Pada pengubinan terbaik, hasil panen mencapai 6,58 ton per hektare atau hampir tiga kali lipat rata-rata nasional. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyebut capaian tersebut sebagai bentuk nyata inovasi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan, dukungannya terhadap hasil panen kedelai Garuda Merah Putih. "Kami berkomitmen membeli langsung hasil panen dan menyiapkan tambahan lahan 10 ribu hektare untuk ekspansi,"'ujar Mentan, Rabu (29/10/2025).
Mentan juga berencana memberikan dukungan alat pertanian modern guna memperkuat produktivitas petani kedelai nasional. Menhan meminta Lampung menjadi pusat pengembangan kedelai nasional sebagai bagian strategi swasembada pangan Indonesia.
Kedelai Garuda Merah Putih memiliki keunggulan tinggi dalam produktivitas sekaligus kualitas biji yang stabil. Produk Non-GMO ini berpotensi besar memperkuat sektor industri pangan lokal, terutama tempe, tahu, dan minyak nabati.
Kualitas kedelai unggul ini juga cocok untuk olahan bernilai tambah seperti tepung, susu kedelai, cookies, dan camilan sehat. Keunggulan ini diyakini akan menumbuhkan ekonomi kerakyatan dan memperkuat rantai pasok pangan nasional.
PT KUAB bersama Prof. Ali Zum Mashar berkomitmen meningkatkan hasil panen kedelai hingga lebih dari lima ton per hektare. Selain kedelai, mereka juga mengembangkan padi unggul Trisakti dengan umur panen 75 hari dan hasil hingga 16,5 ton.
Dengan pengalaman panjang dalam riset bibit unggul Non-GMO dan pupuk organik Mikroba Google (MiGo), PT KUAB siap memperluas kolaborasi dengan pemerintah dan swasta. Inovasi ini telah diakui oleh WIPO dan menjadi landasan menuju Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.
“Capaian ini membuktikan bahwa inovasi kedelai Garuda Merah Putih dan teknologi Mikroba Google mempercepat kemandirian pangan nasional,” ujar Prof. Ali.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....