Mengenal Asal Usul Jeruk

  • 09 Okt 2025 06:19 WIB
  •  Bengkalis

KBRN, Bengkalis: Jeruk merupakan salah satu buah paling populer dan banyak dikonsumsi di dunia. Rasanya yang segar dan manis, serta kandungan vitamin C yang tinggi, menjadikan jeruk sebagai pilihan utama dalam pola makan sehat. Buah ini berasal dari spesies Citrus dalam famili Rutaceae dan telah mengalami penyebaran serta budidaya luas di berbagai belahan dunia, khususnya di wilayah tropis dan subtropis.

Dalam istilah umum, "jeruk" merujuk pada dua spesies utama, yaitu Citrus × sinensis yang dikenal sebagai jeruk manis, dan Citrus aurantium yang dikenal sebagai jeruk pahit. Jeruk manis merupakan jenis yang paling banyak dibudidayakan dan dikonsumsi secara global.

Jeruk manis bereproduksi secara aseksual melalui mekanisme apomiksis, khususnya nucellar embryony. Teknik perbanyakan tanaman ini umumnya dilakukan dengan metode cangkok, okulasi, atau setek. Varietas-varietas jeruk manis yang ada saat ini muncul melalui proses mutasi alami.

Secara genetik, jeruk manis merupakan hasil hibridisasi antara jeruk bali (Citrus maxima) dan jeruk mandarin (Citrus reticulata). Genom jeruk manis telah berhasil diurutkan secara lengkap, memungkinkan pengembangan lebih lanjut melalui teknologi bioteknologi dan pemuliaan tanaman.

Mengutip dari laman Wikipedia, Jeruk manis diperkirakan berasal dari wilayah Asia, khususnya meliputi Tiongkok Selatan, India Timur Laut, dan Myanmar. Bukti tertulis paling awal mengenai jeruk manis ditemukan dalam literatur Tiongkok yang berasal dari tahun 314 SM.

Seiring waktu, jeruk mengalami penyebaran luas ke berbagai penjuru dunia, terutama karena rasanya yang manis dan nilai komersialnya yang tinggi. Hingga tahun 1987, pohon jeruk tercatat sebagai jenis pohon buah yang paling banyak dibudidayakan di dunia.

Jeruk banyak ditanam di wilayah beriklim tropis dan subtropis karena memerlukan suhu hangat untuk pertumbuhan optimal. Buah ini umumnya ditanam di dataran rendah dengan ketinggian antara 50–600 meter di atas permukaan laut. Namun, beberapa varietas seperti jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dan pamelo raja (Citrus grandis) mampu tumbuh di dataran tinggi.

Hingga tahun 2012, jeruk manis menyumbang sekitar 70% dari total produksi buah Citrus di dunia. Pada tahun 2019, produksi jeruk global mencapai sekitar 79 juta ton. Brasil menjadi negara produsen terbesar dengan kontribusi sebesar 22% dari total produksi dunia, disusul oleh Tiongkok dan India.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....