Pentingnya Budget Marketing dalam Membangun Brand Awareness UMKM

  • 27 Sep 2024 01:05 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Bugdet marketing menjadi salah satu strategi terpenting dalam membangun brand awareness sebuah bisnis, terlebih bagi pelaku UMKM ketika memasarkan produknya. Hal itu disampaikan Founder Luna Studio, Suhil Alfata dalam program UMKM Talks Pro 1 RRI Banda Aceh, Senin (23/9/2024).

Menurutnya membangun brand awareness agar terus dikenal oleh kostumer tidaklah mudah. “Kebanyakan orang menganggap bahwa membangun brand awaress ini pekerjaan 1 minggu, 2 bulan, atau 6 bulan seperti itu, padahal brand awareness ini pekerjanya bisa bertahun-tahun bahkan kalau brand sekarang itu bisa sampai puluhan tahun baru brandnya itu punya awareness di customer, namun kita bisa bilang yang paling cepat itu sekitar 6 bulan atau 1 tahun,” jelas Suhil.

Oleh sebab itu dibutuhkan strategi yang baik agar sukses membangun brand awareness. Salah satu yang hal paling penting adalah budget marketing. “Budget marketing itu sangat diperlukan untuk pemasaran, promosi offline dan online. Secara sederhana sebagai contoh sebuah coffee shop menggunakan jasa influencer, selebgram atau konten creator untuk me-review tokonya, dan biasanya budget yang dibutuhkan sekitar 700-800 ribuan atau lebih, dan tentu ini butuh plot budget untuk marketing,” ungkapnya.

Ia menjelaskan agar pelaku UMKM dapat mengalokasikan budget marketing saat awal-awal membangun bisnis demi menciptakan brand awareness yang baik, dan secara bertahap nantinya lebih cepat terpromosikan melalui berbagai media di era serba digital saat ini.

Selain budget marketing Suhil juga memaparkan pentingnya untuk memikirkan beberapa hal agar brand awareness sebuah produk UMKM mudah dikenal oleh kostumer. “Pertama adalah dari pemilihan nama brand jangan terlalu susah, sebisa mungkin tidak lebih dari tiga kosakata. Kedua yaitu pemilihan Bahasa untuk nama sebuah produk agar tidak terlalu sulit untuk diucapkan, jika menggukan Bahasa Aceh sebisa mungkin bisa dibaca dengan mudah. Selanjutnya yang ketiga adalah visual identity yakni desain logo, warna logo, background brand, peletakan nama logo dan segala hal yang berkaitan dengan visual brand mesti menjadi ciri khas tersendiri dari sebuah produk dan ini akan membuat kostumer mudah mengingatnya,” terangnya.

Suhil menambahkan jika brand awareness telah terbentuk, selanjutnya adalah memanfaatkan media digital untuk memasarkan produk. Diantara media yang ada saat ini seperti facebook, Tiktok, Instagram dan lainnya, ia menilai Tiktok menjadi media yang paling cepat dalam memviralkan sesuatu, terlebih produk usaha UMKM. “Meski target kostumer kita juga dari berbagai kalangan, namun media Tiktok yang paling mudah digunakan saat ini. Media itu karena sangat mudah dalam pengaplikasiannya, mulai dari rekam konten, editing dan fitur lainnya pun mudah digunakan serta tidak memerlukan sesuatu yang estetik seperti halnya media Instagram dan lainnya,” tambah Suhil yang juga terlibat dalam menyukseskan PON XXI Aceh-Sumut 2024.

Diakhir sesi ia berpesan kepada pelaku UMKM untuk memanfaatkan dengan baik media digital sekarang ini. “Kepada teman-teman pelaku UMKM harus ingat bahwa konten digital itu menjadi hal yang sangat penting untuk sekarang bahkan akan membuka peluang-peluang kolaborasi ke depan, karena era saat ini cukup cepat perubahannya, mulai dari tren, teknologi dan lainnya sehingga pelaku usaha juga harus ikut perkembangan agar tidak tergerus oleh kemajuan zaman,” tutupnya.

Untuk diketahui Brand Awareness adalah kemampuan atau kesanggupan merk atau brand untuk tetap muncul dalam benak konsumen supaya mudah dikenali produknya. Secara sederhana Brand Awareness menjadi penting supaya para konsumen menyadari sekaligus mengenali bahwa produk dengan nama dan simbol yang dilihat adalah milik perusahaan yang bersangkutan. Hal ini bertujuan untuk menarik minat daya beli konsumen dan melekatkan brand perusahaan di benak mereka.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....