Mengenal Lahan Salin yang Tidak Cocok Untuk Menanam

  • 31 Jul 2024 09:56 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Lahan salin tidak direkomendasikan sebagai media tumbuh tanaman karena bermasalah baik secara fisika, kimia dan biologi. Dikutip dari epublikasi.pertanian.go.id, lahan salin adalah tanah dengan kandungan natrium yang melewati ambang batas toleransi tanaman.

Bila penyebabnya ditelusuri mendalam, salinitas tanah terbagi menjadi dua, yakni salinitas primer dan salinitas sekunder. Salinitas primer terbentuk karena akumulasi garam terlarut dalam tanah atau air tanah melalui proses alami dalam jangka waktu lama. Di sisi lain, salinitas sekunder terbentuk akibat aktivitas manusia yang mengubah keseimbangan tata air tanah. Tata air tanah yang dimaksud adalah air yang digunakan (irigasi atau hujan) dengan air yang digunakan oleh tanaman dan penguapan.

Peningkatan salinitas biasanya terjadi saat musim kemarau, walau tidak menutup kemungkinan bisa terjadi di lain waktu. Menurut peneliti, ada beberapa permasalahan apabila lahan salin digunakan untuk budidaya tanaman, seperti:

· Tekanan osmotik tanaman yang rendah

· Kandungan hara Nitrogen, Phospor, Kalium dan Kalsium yang rendah

· Kandungan Natrium yang tinggi

· Nilai pH tanah yang tinggi

Tingkat salinitas dari suatu lahan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti curah hujan dan pelapukan batuan. Selain itu, ada kualitas air irigasi, intrusi air laut ke daratan, faktor iklim dan aktivitas manusia juga ikut andil.

Secara umum, penyebab tanah menjadi salin adalah karena meningkatnya kadar garam dalam air dan tanah. Karena kini anda sudah tahu apa itu lahan salin, maka bijaklah dengan melihat lahan sebelum menanam.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....