Mengapa 10 November Diperingati Sebagai Hari Pahlawan

  • 05 Nov 2025 21:52 WIB
  •  Ambon

Pada tanggal 10 November 1945 terjadi pertempuran di Surabaya yang merupakan pertempuran besar antara pihak tentara Indonesia dan pasukan Inggris.

Pertempuran ini adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam

sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan

Indonesia terhadap kolonialisme.

Setelah gencatan senjata antara pihak Indonesia dan pihak tentara Inggris

ditandatangani tanggal 29 Oktober 1945, keadaan berangsur-angsur mereda. Walaupun

begitu tetap saja terjadi bentrokan-bentrokan bersenjata antara rakyat dan tentara

Inggris di Surabaya. Bentrokan-bentrokan tersebut memuncak dengan terbunuhnya

Brigadir Jenderal Mallaby (Pimpinan Tentara Inggris untuk Jawa Timur) pada 30 Oktober

1945.

Kematian Jendral Mallaby ini menyebabkan pihak Inggris marah kepada pihak

Indonesia dan berakibat pada keputusan pengganti Mallaby yaitu Mayor Jenderal Eric

Carden Robert Mansergh mengeluarkan Ultimatum 10 November 1945 yang meminta

pihak Indonesia menyerahkan persenjataan dan menghentikan perlawanan pada tentara

AFNEI dan administrasi NICA serta ancaman akan menggempur kota Surabaya dari darat,

laut, dan udara apabila orang orang Indonesia tidak mentaati perintah Inggris. Mereka

juga mengeluarkan instruksi yang isinya bahwa semua pimpinan bangsa Indonesia dan

para pemuda di Surabaya harus datang selambat-lambatnya tanggal 10 November 1945,

pukul 06.00 pagi pada tempat yang telah ditentukan. Namun ultimatum itu tidak ditaati

oleh rakyat Surabaya, sehingga terjadilah pertempuran Surabaya yang sangat dahsyat

pada tanggal 10 November 1945, selama lebih kurang tiga minggu lamanya.

Medan perang Surabaya kemudian mendapat julukan “neraka” karena kerugian

yang disebabkan tidaklah sedikit. Pertempuran tersebut telah mengakibatkan sekitar

20.000 rakyat Surabaya menjadi korban, sebagian besar adalah warga sipil. Selain itu

diperkirakan 150.000 orang terpaksa meninggalkan kota Surabaya dan tercatat sekitar

1600 orang prajurit Inggris tewas, hilang dan luka-luka serta puluhan alat perang rusak

dan hancur.

Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat yang menjadi korban ketika itu serta

semangat membara tak kenal menyerah yang ditunjukkan rakyat Surabaya, membuat

Inggris serasa terpanggang di neraka dan membuat kota Surabaya kemudian dikenang

sebagai kota pahlawan. Selanjutnya tanggal 10 NOVEMBER diperingati setiap tahunnya

sebagai HARI PAHLAWAN sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanan para

pahlawan dan pejuang.

Beberapa Pahlawan Nasional yang juga memiliki andil dalam Pertempuran 10 November

1945 di Surabaya, diantaranya adalah KH. Hasyim Asj’ari, Gubernur Surjo, Bung Tomo dan Moestopo.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....