Kisah Guyon Gus Miftah Berujung Umrah Pedagang Es

  • 15 Des 2024 13:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

VIDEO pendakwah Miftah Maulana  (Gus Miftah) seketika hilir mudik di media sosial saat bercanda dengan gayanya kepada salah satu penjual es teh saat mengisi sebuah kajian. Penjual es teh tersebut bernama Sunhaji, yang dinilai sebagian pihak mendapatkan perkataan menjurus hinaan akibat candaan Gus Miftah tersebut.

Pada akhirnya menuai banyak kritikan, sehingga menjadi bak guyon pinggir jurang bagi Gus Miftah. Perihal ini, dianggap tidak pantas melakukan hal itu ditambah ia merupakan pendakwah.

Mulanya, Gus Miftah diminta para jemaah yang hadir memborong dagangan sang penjual es teh. Alih-alih membeli dagangannya, ia malah berkelakar serta melontarkan kata umpatan kepada Sunhaji.

Kelakar tersebut malah disambut tawa para penonton dan tokoh-tokoh di atas panggung. Sementara sang penjual es teh Sunhaji yang tersorot kamera hanya terdiam. 

“Es tehmu masih banyak?. Ya sana dijual go***k!,” kata Miftah lantas tertawa. 

Tak ayal sikapnya terhadap Sunhaji mengundang kritik dan amarah masyarakat setelah video tersebut viral. Gus Miftah dinilai arogan dan berlaku kasar terhadap rakyat kecil.

Apalagi, ia dikenal selama ini sebagai pendakwah. Miftah juga baru ditunjuk dan dilantik sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan. 

Presiden Prabowo Tegur Gus Miftah Atas Umpatan Viralnya

Presiden Prabowo Subianto menegur Utusan Khusus Presiden, Gus Miftah atas umpatannya kepada pedagang es teh. Teguran tersebut disampaikan melalui Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya atau Mayor Teddy.

"Presiden sudah memberikan teguran kepada yang bersangkutan melalui Sekretaris Kabinet. Untuk segera meminta maaf kepada Bapak Sonhaji yang mungkin saja dan sangat mungkin terluka perasaannya," ujar Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi dalam pesan kepada media, Rabu (4/12/2024). 

Hasan mengatakan, Presiden sangat menyayangkan kejadian tersebut. Presiden bahkan menekankan sangat penting menghormati rakyat kecil, termasuk pedagang kaki lima, nelayan, dan petani. 

Terlebih, mereka sudah bekerja keras mencari nafkah secara halal untuk keluarganya. Menurut Hasan, Presiden memerintahkan Miftah untuk meminta maaf secara langsung dengan mendatangi Sunhaji ke rumahnya di Kabupaten Magelang. 

Hasan mengatakan, Presiden sudah mendapat informasi bahwa Sunhaji sudah memaafkan Miftah. Sunhaji juga berniat mengundang Miftah untuk mengadakan pengajian di desanya.

Hasan menyebut, kasus Gus Miftah ini menjadi pelajaran berharga untuk seluruh jajaran pemerintah. Hal ini agar ke depan lebih berhati-hati dalam bersikap dan berbicara dengan rakyat. 

Gus Miftah Minta Maaf dan Mengundurkan Diri 

Setelah video tersebut viral dan mendapatkan kecaman dari masyarakat Gus Miftah akhirnya membuat pernyataan permohonan maaf. Ia memina maaf kepada sang penjual es teh.

"Menanggapi yang viral hari ini, yang pertama dengan kerendahan hati, saya meminta maaf atas kekhilafan saya.  Saya memang sering bercanda dengan siapapun," kata Gus Miftah dalam video klarifikasinya yang viral di media sosial, Rabu (4/12/2024)

"Maka untuk itu atas candaan kepada yang bersangkutan saya akan meminta maaf secara langsung dan mudah-mudahan dibukakan pintu maaf untuk saya," ujarnya. Selain itu, Ia juga meminta maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang terjadi dan akan instrospeksi diri.

"Saya juga minta maaf atas kegaduhan ini yang merasa terganggu dengan candaan saya, yang dinilai oleh masyarakat mungkin berlebihan untuk itu saya minta maaf. Ini juga merupakan introspeksi bagi saya untuk lebih berhati-hati berbicara di depan publik dan juga masyarakat," katanya.

Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan, Gus Miftah menyampaikan keterangan pers di Ponpes Ora Aji, Purwomartani, Kalasan, Sleman, D.I Yogyakarta, Jumat (6/12/2024). (Foto: ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/sgd/nym)

Tak lama berselang dari pernyataan permohonan maaf, Gus Miftah juga menyatakan pengunduran dirinya dari jabatan Utusan Khusus Presiden. Pernyataan itu disampaikan Gus Miftah dalam jumpa pers di Pondok Pesantren Ora Aji, Kalasan, Sleman, Jumat (6/12/2024).

"Saya ingin sampaikan sebuah keputusan yang telah saya renungkan dengan sangat mendalam. Setelah berdoa bermuhasabah dan istikharah saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari tugas saya sebagai Utusan Khusus Presiden," Kata Miftah.

Miftah menegaskan, keputusannya mundur dari posisi tersebut diambil tanpa tekanan pihak manapun. ia juga mengatakan, keputusannya ini bukan atas permintaan dari pihak siapapun.

"Keputusan ini saya ambil bukan karena ditekan siapapun, bukan permintaan siapapun. Tapi semata mata keputusan ini saya ambil karena rasa cinta, hormat dan cinta mendalam pada Presiden Prabowo," ucapnya.

"Yang membuat saya terharu bukan saya kehilangan jabatan, bahwa kepercayaan Pak Prabowo kepada saya sangat besar, sangat besar. Yang notabenenya saya latar belakang anak jalanan, yang bergaul dengan dunia premanisme, lokalisasi dan klub malam bahkan," kata Miftah.

Dengan adanya peristiwa ini, Miftah mengaku, tidak akan mengubah gaya dakwahnya. Namun, ia berjanji akan lebih berhati-hati dalam memilih diksi.

"Secara prinsip semua orang punya gaya dakwah masing-masing. Punya karakter masing-masing. Karakter itu tetap akan saya pertahankan, cuma dengan pemilihan kata dan diksi yang mungkin lebih berhati-hati," kata Miftah.

"Karena mungkin saya kurang sadar bahwa saya hari ini lebih banyak dikenal orang, semua kamera menyorot ke saya. "Sehingga karakter dakwahnya mungkin tetap sama, tetapi dengan pemilihan diksi dan kalimat yang lebih santun."

Komentar Presiden soal Gus Miftah Mengundurkan Diri

Presiden Prabowo Subianto memberikan tanggapannya terkait pengunduran diri Gus Miftah dari jabatan Utusan Khusus Presiden. Kepala Negara menyatakan, pengunduran diri tersebut merupakan bentuk tanggung jawab atas pernyataan yang dilontarkan Gus Miftah.

“Saya sendiri belum lihat langsung, tapi di laporan beliau sudah mengundurkan diri. Komentar saya, saya kira itu adalah tindakan bertanggung jawab,” ujar Presiden Prabowo dalam keterangan persnya kepada awak media di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/12/2024).

Presiden Prabowo menambahkan, Gus Miftah kemungkinan tidak memiliki niat buruk atau niat untuk menghina. Meski demikian, Gus Miftah menyadari kesalahan yang telah dilakukannya.


Presiden Prabowo Subianto menjawab pertanyaan awak media terkait mundurnya Utusan Khusus Presiden Gus Miftah di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (06/12/2024). (Foto: BPMI Setpres/Rusman)

Terkait pengganti Gus Miftah, Presiden Prabowo menyatakan pemerintah akan segera mencari sosok yang tepat. Sedangkan terkait usulan sertifikasi bagi juru dakwah, Kepala Negara menyebut akan melibatkan berbagai pihak untuk memberikan masukan.

“Nanti kita lihat kalangan yang mengerti masalah ini semua, mungkin nanti mereka akan kasih masukan. Majelis Ulama, kalangan-kalangan dari ormas-ormas keagamaan, dan sebagainya nanti kita minta pendapat dari mereka,” ucap Presiden.

Tukang Es Teh Sunhaji Kebanjiran Rezeki

Usai mendapatkan atensi warga net akibat videonya yang viral, penjual es teh yang diolok-olok Gus Miftah kebanjiran rezeki. Penjual bernama Sunhaji tersebut langsung mendapatkan bantuan yang mengalir terus menerus.

Ia mendapatkan motor listrik dari sosok pengusaha otomotif di tanah air sekaligus pemilik akun Instagram @jhonlbf. Selain itu, mendapatkan modal usaha dari perwakilan Presiden Prabowo.

Melalui unggahan yang dibagikan akun Instagram @gerindra beberapa waktu lalu, seorang pria tampak bertandang langsung ke kediaman Sunhaji. Pria ini lantas diberi sebuah amplop yang berisi uang yang dimaksudkan sebagai modal usaha.


Momen keluarga penjual es teh Sunhaji menunaikan ibadah umrah. (Foto: Istimewa)

Sunhaji turut mendapat hadiah tak terduga, menerima hadiah gratis berupa ibadah umrah. Sejumlah masyarakat, influencer, dan lainnya  juga silih berganti dating ke rumah Sunhaji untuk memberikan santunan.

Ada yang berasal dari kantong pribadi hingga donasi yang dikumpulkan warganet. Bahkan, Sunhaji juga diketahui akan menerima sebuah rumah gratis.

Rumah gratis tersebut hasil penggalangan dana yang dibuka oleh Masjid Nurul Ashri Deresan, Yogyakarta. Terbaru, Suhanji dan keluarga telah melaksanakan ibadah umrah.

Atensi Dunia Internasional

Kasus Gus Miftah dan penjual es teh mendapatkan atensi internasional. Salah satunya dari Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim.

Ia ikut memberikan komentar terkait video mengenai seorang pendakwah Indonesia yang viral di media sosial karena menghina penjual es teh. Diketahui, PM Anwar membahas hal tersebut di hadapan jajaran Kementerian Keuangan Malaysia, Kamis (5/12/2024).

Dikatakanyan, penghinaan itu ditujukan kepada penjual es teh yang termasuk golongan kurang mampu. Namun, ia menilai pendakwah tersebut melakukan penghinaan pada penjual es teh dan dengan tertawa.

"Dia (Miftah) menyebabkan kemarahan menyeluruh di kalangan masyarakat sehingga Presiden Prabowo Subianto memberi pernyataan yang agak keras. Membuat pendakwah itu berkunjung ke daerah si penjaja teh itu dan memohon maaf," tutut Anwar.

Maka itu, Anwar memberi pesan kepada jajaran Kementerian Keuangan Malaysia, peristiwa itu dijadikan satu contoh pengalaman dan pelajaran. Di mana kesombongan kadang-kadang bukan saja terjadi di kalangan orang yang tidak tahu agama, tetapi bisa dilakukan pendakwah.

"Orang yang paham agama, yang bicara tentang Islam, akidah, shalat, dan sunah, tetapi apabila timbul perkataan seperti itu, kalau dilihat itu menghina. Dan saya pun melihat, itu dikirim oleh teman saya di Indonesia, saya merasa aneh ya dan luar biasa," ucap PM Anwar.

Sisi Positif Ala Sujiwo Tejo

Seniman senior yang juga seorang dalang Sujiwo Tejo turut memberikan tanggapan terkait kasus Gus Miftah. Menurutnya candaan yang dilontarkan Gus Miftah bukanlah hal baru dalam tradisi budaya Jawa, khususnya dalam pertunjukan wayang

"Bukan saya mau ngebela Gus Miftah, tapi Gus Miftah melalui olok-oloknya terhadap tukang es. Banyak bikin rezeki beberapa orang gitu," kata Sujiwo Tejo dalam sebuah acara di salah satu stasiun televisi.

"Please, ayo dong kita lagi berdoa, ini baru mau doa. Tiba-tiba ada yang teriak 'es, es, es', di pengajian.".

Sujiwo juga mencoba untuk melihat sisi positif dari kejadian Gus Miftah ini. Shingga ia tidak mau terlalu menghujat Gus Miftah.

"Siapa tahu juga Gus Miftah adalah memelopori gerakan untuk menteri-menteri lain atau Menko untuk mengundurkan diri. Jadi, ada jasanya," ujarnya.

Calon Pengganti Gus Miftah jadi Utusan Presiden

Setelah Gus Miftah mengundurkan diri, maka jabatan Utusan Presiden yang ditinggalkannya kosong. Sejumlah nama-pun bermunculan di media sosial untuk mengisi jabatan tersebut.

Di antaranya Ustaz Adi Hidayat dan Habib Jafar. Kedua pendakwah itu dinilai cocok karena dianggap memiliki akhlak dan adab yang bagus, terutama dalam bertutur kata.

Selain itu muncul nama mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Rembang pada periode 2005-2010 dan terpilih sebagai Anggota DPR RI dari 2015-2019.

Selanjutnya terdapat nama Ali Mochtar Ngabalin. Ia sebelumnya menjabat sebagai Tenaga Ahli di Kantor Staf Presiden Republik Indonesia. 

Ia juga pernah menjadi anggota Komisi I DPR RI dari 2004-2009 dari Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi (F-BPD). Pada 2010, Ngabalin berpindah ke Partai Golkar setelah keluar dari Partai Bulan Bintang (PBB).

Nama menarik lainnya muncul yaitu Rocky Gerung. Ia merupakan komentator politik, akademikus, dan filsuf asal Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....