Uji Nyali Melawan Juara Piala Dunia
- 30 Mei 2023 18:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
SEKITAR 1,5 bulan berkembang sebagai rumor, Timnas Indonesia benar-benar akan menguji nyali melawan juara Piala Dunia 2022, Argentina. Dipertemukan dalam FIFA Matchday atau laga internasional, ini adalah kabar baik bagi skuad “Merah-Putih”.
Dibilang kabar baik karena dilihat dari segi apapun, Argentina adalah kesebelasan nan prestisius. Negara mana saja yang menghadapinya, pasti akan ikut terdongkrak popularitasnya.
Kabarnya banyak negara iri melihat Indonesia mampu mencapai kesepakatan dengan Argentina. Lobi PSSI dengan Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) terbukti mujarab.
Bisa jadi ini adalah kado kepengurusan PSSI di bawah Erick Thohir kepada masyarakat penggemar sepak bola. Apalagi Argentina masih hangat-hangatnya meraih gelar juara Piala Dunia.
Uji coba Indonesia vs Argentina diagendakan berlangsung pada 19 Juni 2023. Bertempat di Stadion Utama GBK Senayan, Jakarta. Diyakini laga nanti bakal membetot perhatian, baik penonton di stadion maupun dari layar kaca.
Pelatih kepala kedua timnas sudah mengumumkan nama-nama pemain yang dipanggil. Shin Tae-yong memanggil 26 pemain untuk partai persahabatan melawan Palestina dan Argentina.
Sebaliknya Lionel Scaloni membawa 27 pemain. Laga persahabatan mereka dibungkus dalam tajuk “Tur Asia 2023” melawan Australia dan Indonesia, tentu saja Lionel Messi masuk di dalamnya.
Selanjutnya, “Garuda Mendunia”
DATANGNYA Timnas Argentina merupakan bagian dari program “Garuda Mendunia” yang dicanangkan Erick Thohir dalam memimpin PSSI. Dalam Kongres Biasa PSSI, Minggu (28/5/2023), ada empat fokus utama dalam program tersebut.
Empat fokus itu adalah pembinaan usia dini, transparansi keuangan, prestasi tinggi, dan komitmen jangka panjang untuk memajukan sepak bola Indonesia. Pertandingan melawan Argentina itu masuk semua dalam cakupan fokus tersebut.
Dilihat dari pembinaan usia dini, hadirnya Argentina diharapkan memberi inspirasi bagi para pemain muda. Mereka bisa belajar banyak dan menggantungkan cita-cita untuk bisa menjadi pemain sepak bola internasional.
Kemudian dari sisi transparansi keuangan, PSSI menjanjikan berapa biaya yang dikeluarkan untuk mendatangkan Argentina dengan segala permintaannya, bisa dilihat dalam laporan keuangan. Nantinya laporan keuangan bisa dilihat dalam pertanggungjawaban di kongres.
“Anda harus yakin kami sedang membangun transparansi. PSSI akan melakukan audit tahunan dan mengumumkannya ketika proses itu selesai,” kata Erick, belum lama ini.
Berikutnya kedatangan juara Piala Dunia tiga kali itu ke Indonesia juga bisa dilihat dari sisi mengejar prestasi tinggi. Penting diketahui untuk membentuk timnas yang kuat, dibutuhkan pengalaman internasional.
Meski Argentina barangkali “terlampau kuat”, para pemain nasional bisa memetik pengalaman besar dari uji coba nanti. Dengan terbiasa menghadapi lawan level dunia, kita tidak lagi mudah “diayam-ayami” negara tetangga seperti ketika bermain di Piala AFF.
Lalu dilihat dari kacamata komitmen jangka panjang memajukan sepak bola nasional, hadirnya skuad Argentina sama dengan investasi. Baik dari sisi nama baik bangsa, industri olahraga, hingga ilmu sepak bola.
“Kalau Indonesia bisa dan mampu menggelar pertandingan melawan Argentina dengan baik, itu adalah citra yang positif. Ke depan kalau kita ingin beruji coba dengan Jerman dan negara-negara juara dunia lainnya, mereka akan berkaca dari penyelenggaraan melawan Argentina,” kata Justin Lhaksana, pemerhati sepak bola nasioal.
Selanjutnya, “Misteri Kedipan Mata Tuan Erick”
SEBELUM FIFA resmi mencabut hak tuan rumah Indonesia sebagai penyelenggara Piala Dunia U-20 2023, viral Erick Thohir mengedipkan mata kepada Zainudin Amali, Wakil Ketua Umum PSSI. Kedipan itu menimbulkan misteri apakah Indonesia tetap ditunjuk FIFA sebagai tuan rumah, atau ada isyarat lain?
Meski kode kedipan mata itu tetap menjadi misteri, faktanya Indonesia dicabut haknya sebagai tuan rumah dan selang beberapa waktu pasukan “Negeri Tango” akan menggoyang Jakarta.
Di tengah itu sempat beredar kabar terjadi tukar guling. Peru yang juga dicabut haknya sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17 2023, akan dialihkan kepada Indonesia.
Namun ternyata sampai sekarang belum ada kabar soal tukar guling itu. FIFA juga belum menunjuk secara resmi tuan rumah Piala Dunia U-17 2023 yang baru, untuk ajang yang dijadwalkan pada November-Desember mendatang tersebut.
Justru rumor berkembang ada benang merah antara Indonesia dicabut haknya sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 dengan skuad Argentina datang ke Indonesia. Sebab, kita tahu Argentina menjadi pengganti Indonesia sebagai tuan rumah pesta sepak bola U-20 itu, yang saat ini masih berlangsung di Buenos Aires tersebut.
“Ada lobi langsung Presiden FIFA Gianni Infantino kepada AFA, meminta Argentina uji coba lawan Indonesia di Jakarta,” kata sumber yang dekat dengan Exco PSSI, tetapi minta namanya disimpan.
Namun dalam keterangan pers pengumuman uji coba Indonesia vs Argentina, Erick hanya menyebutkan ada peran Wakil Presiden Inter Javier Zanetti di balik kedatangan tim arahan Lionel Scaloni. Hubungan Erick dan Zanetti memang dekat, karena Menteri BUMN itu pernah menjadi Presiden Inter.
“Kalau mau sedikit buka kartu, saya dibantu Javier Zanetti, eks kapten Inter asal Argentina. Ia yang memungkinkan mereka mau bertanding di Jakarta,” kata Erick.
Selanjutnya, “Argentina Bukan yang Pertama”
APAKAH Argentina merupakan juara Piala Dunia pertama yang dihadapi Indonesia? Jawabannya adalah tidak.
Sejarah mencatat Indonesia pernah melawan Uruguay, sang kampiun bola sejagat pada 1930 dan 1950. Bahkan tidak hanya sekali, melainkan tiga kali.
Tiga pertandingan itu semuanya diselenggarakan di Senayan. Momen terjadi pada 1974 dan 2010, hasilnya pun tidak terlalu mengecewakan.
Pada 19 April 1974 untuk memeriahkan HUT PSSI, skuad nasional Indonesia beruji coba melawan Uruguay. Hasilnya Indonesia memang dengan skor 2-1.
Penasaran dengan kekalahan itu, Uruguay meminta laga ulang, masih di tempat yang sama. Kali ini Uruguay berhasil menang 3-2.
Kemudian pada Oktober 2010, tidak berselang lama dari Piala Dunia Afrika Selatan ketika itu, PSSI mendatangkan Uruguay yang melaju sampai semifinal dan perebutan peringkat ketiga. Hasilnya Uruguay menang 7-1.
Memang, Indonesia kalah telak, tetapi sempat memberi kejutan ketika Boaz Solossa mencetak gol cepat untuk membawa keunggulan 1-0. Kendati akhirnya Luis Suarez, Edinson Cavani, dan pemain lainnya membombardir gawang Indonesia dengan tujuh gol balasan.
Indonesia juga pernah kedatangan finalis Piala Dunia, Belanda. Robin van Persie dan kawan-kawan bermain di Senayan pada 7 Juni 2013, hasilnya menang 3-0.
Selanjutnya, “Plot Harga Tiket”
PERINCIAN harga tiket pertandingan Indonesia vs Argentina sudah diumumkan. Harga termahal mencapai Rp4.250.000 dan termurah Rp600.000.
Kapasitas stadion yang mencapai 78 ribu penonton, tidak akan diisi penuh. PSSI hanya melepas tiket sebanyak 60 ribu lembar.
Sisa 18 ribu tempat duduk penonton direncanakan buat tamu undangan. Mulai VVIP, VIP, sponsor, relasi, AFF, AFC, bahkan mungkin juga perwakilan FIFA.
Soal besaran harga tiket, tidak terlalu memancing perdebatan. Harga termurah Rp600 ribu dianggap masih ramah buat kantong masyarakat, karena yang datang adalah juara Piala Dunia edisi terbaru kemarin.
Harga termurah ada di Kategori III yang berarti tribune paling atas. Kemudian Kategori II terletak di tribune belakang gawang.
Sedangkan Kategori I ada di sayap kanan dan kiri, baik barat maupun timur. Begitu pula dengan kelas VIP barat dan timur yang memiliki harga termahal.
Terkait penjualan tiket PSSI mengungkapkan ada skema bagi hasil dengan Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA). Hal itu dijelaskan Erick ketika mengumumkan secara resmi uji coba tersebut.
Sistem bagi hasil penjualan seperti ini sudah lazim di dunia olahraga. Apalagi melibatkan pertandingan yang komersial.
Tidak hanya tiket, pemasukan dari hak siar diyakini ikut ada skema bagi hasil di dalamnya. Sebab, Argentina sebagai juara dunia dan lengkap membawa pemain-pemain bintang, punya nilai tambah tersendiri bagi negara yang mengajak bertanding.
Selanjutnya, “Serbarahasia”
PERTANYAAN mengemuka apakah nantinya Lionel Messi dan rekan-rekannya tidak hanya menjalani pertandingan uji coba? Apakah ada acara pendamping misalnya klinik kepelatihan hingga jumpa penggemar?
PSSI memastikan tidak ada acara pendamping untuk partai Indonesia vs Argentina. Semua murni fokus kepada pertandingan.
AFA juga tidak menghendaki ada acara lain di luar pertandingan sepak bola. Hal itu sebagai bagian menjaga privasi dan keamanan.
“Argentina datang tanggal sekian, jam sekian, semuanya rahasia. Argentina minta isu keamanan menjadi prioritas,” ujar PSSI.
Banyak pihak menduga skuad Argentina akan langsung bertanding di GBK. Isunya mereka akan diinapkan di Singapura, setelah lawatan ke Beijing menghadapi Australia.
Baru pada hari pertandingan para pemain Argentina tiba di Jakarta. Dan, malamnya langsung bertanding melawan Indonesia mulai pukul 19.30 WIB.
Kabar lain menyebutkan penggawa Argentina akan mendapat liburan ke Bali setelah pertandingan uji coba selesai. Itu mengingat kompetisi di berbagai belahan dunia sedang rehat, sehingga ini menjadi waktu buat pemain berlibur.
Selanjutnya, “Bola itu Bundar”
DENGAN wajah serius komedian Cak Lontong memasuki ruang jumpa pers di Stadion GBK, Senin (29/5/2023). Sore itu menjadi hari saat PSSI akan mengumumkan harga tiket.
Jurnalis yang sudah berkumpul di tempat tidak menyangka Cak Lontong datang. Sebab, tidak ada sangkut pautnya dengan materi keterangan pers yang akan diberikan PSSI.
Cak Lontong ternyata ingin menyelesaikan urusan terkait lawakannya, beberapa tahun lalu, tentang Timnas Indonesia yang belum pernah kalah melawan tim juara dunia. Termasuk Argentina, karena memang belum pernah menghadapinya.
Nah, sekarang Indonesia segera menantang Argentina lengkap dengan skuad penuh bintang. Itulah yang ingin diklarifikasi Cak Lontong.
“Saya mengajak kita jangan optimis kalah. Sepak bola kalau enggak menang ya kalah, Argentina pun berpikiran sama, juga takut kalah,” kata Cak Lontong, dengan mimik muka serius tetapi penuh canda.
“Kalau Indonesia kalah risiko lebih kecil. Kalau Argentina yang kalah, mereka akan malu,” kata komedian bernama asli Lies Hartono yang sengaja diundang PSSI untuk memeriahkan jumpa pers tersebut.
“Jadi beban lebih berat ada di Argentina. Ini ada peluang, maka jangan optimistis kita kalah,” ujar Cak Lontong.
Prinsip bola itu bundar memang tetap berlaku. Kendati perbandingan kualitas Argentina dan Indonesia bak bumi dengan langit.
Pastinya jika Argentina kalah dari Indonesia, poin mereka akan berkurang 9,54. Hal itu berdasarkan rumus koefisien yang dimiliki FIFA dalam menyusun peringkat dunia.
Sebaliknya jika Indonesia kalah, poinnya hanya berkurang 0,45. Itu karena peringkat Indonesia jauh sekali di bawah Argentina.
Maka itu menarik untuk ditunggu bagaimana hasil pertandingan Indonesia vs Argentina mendatang. Apakah Indonesia bisa memberi kejutan, atau sebaliknya Argentina akan berpesta di GBK?
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....