Evaluasi Ibadah Haji 2026, Pemangkasan Waktu Antrian Jemaah jadi Target di 2027
- 18 Jun 2026 08:18 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut, Presiden Prabowo Subianto menerima laporan hasil penyelenggaraan ibadah haji 2026
- Wakil Menteri Haji dan Umroh (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, sebanyak 20 poin catatan penyelenggaraan haji 2026 diserahkan ke Presiden Prabowo Subianto
- Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal menilai, penyelenggaraan ibadah haji 2026, lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya
- Menteri Haji dan Umroh (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf mengatakan, Presiden Prabowo Subianto, meminta waktu antrian calon jemaah haji tahun 2027 untuk dipersingkat
Kesuksesan Ibadah Haji 2026
PRESIDEN Prabowo Subianto, menggelar rapat terkait penyelenggaraan ibadah haji 2026, di kediaman pribadinya, Padepokan Garuda Yaksa, Jawa Barat. Rapat tersebut dihadiri Menteri Haji dan Umroh (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf; Wakil Menteri (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak.
Rapat juga dihadiri Wakil Ketua DPR RI sekaligus sebagai Ketua Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR, Cucun Ahmad Syamsyurijal. Selain itu, rapat evaluasi haji 2026 juga dihadiri Anggota Komisi VIII Abidin Fikri, dan sejumlah pihak terkait lainnya.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menuturkan, rapat tersebut merupakan permintaan langsung Komisi VIII DPR RI. Hal ini ditujukan, untuk mengetahui bersama hasil evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 2026.

"Beliau (Presiden Prabowo), memenuhi permohonan dari Komisi VIII, dan sekaligus dari tim pengawas haji, dan dari Kementerian Haji. Untuk melaporkan pelaksanaan haji kita tahun 2026 ini," kata Prasetyo kepada wartawan, di Padepokan Garuda Yaksa, Bohong Koneng Jawa Barat, Rabu 17 Juni 2026.
Sementara itu terkait dengan rapat tersebut, Kementerian Haji dan Umroh telah mempersiapkan sejumlah catatan pelaksanaan ibadah haji 2026. Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan, terdapat 20 poin catatan evaluasi yang akan diserahkannya ke Presiden Prabowo.
"Banyak banyak. Jadi, beberapa ada sekitar 20 poin perbaikan yang kita lakukan dan itu nanti akan disampaikan kepada Bapak Presiden," ujar Dahnil.

Ia lebih lanjut menuturkan, catatan tersebut akan dijadikan bahan untuk perbaikan pelaksanaan ibadah haji ke depannya. Hal ini diungkapkannya, sesuai arahan Presiden Prabowo untuk memberikan pelayanan ibadah haji yang lebih baik, bagi masyarakat Indonesia.
"Catatan Pak Presiden adalah mimpi sebagian besar umat Islam itu harus dilaksanakan. Yang jelas Pak Prabowo ingin memfasilitasi mimpi umat Islam yaitu berhaji agar bisa berjalan dengan baik," kata Dahnil.
Catatan Presiden untuk Haji Indonesia
Usai mengikuti rapat evaluasi, Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, menilai penyelenggaraan haji 2026, berlangsung lebih baik. Bahkan menurutnya, hal ini jauh lebih baik jika dibandingkan dari tahun-tahun sebelumnya.
Ia membeberkan, sejumlah perubahan drastis yang terjadi dalam pelaksanaan haji 2026. Cucun menyebut salah satunya dari pemangkasan biaya haji yang sangat terjangkau bagi para peserta haji reguler.
"Ongkos naik haji bisa berkurang. Dalam waktu 2 tahun (berkurang) Rp6 juta untuk 209 ribu orang, yang mereka betul-betul sudah bertahun-tahun ingin melaksanakan ibadah haji," ujar Cucun.

Cucun lebih lanjut menuturkan, antrian jemaah haji Indonesia kali ini, telah berhasil dipersingkat oleh pemerintah. Dijelaskannya, jika calon jemaah haji harus menunggu 35-40 tahun, namun kali ini masyarakat hanya menunggu maksimal 26 tahun.
Selain itu Ketua Timwas Haji DPR RI itu menuturkan, pelayanan fasilitas haji Indonesia 2026 ini, juga lebih baik dari sebelumnya. Hal ini diungkapkannya, dengan merujuk ketersediaan tempat penginapan jemaah haji Indonesia yang berada di lokasi-lokasi strategis.
"Jemaah haji khusus itu sudah biasa nginap di hotel bintang lima. Ini jemaah reguler sekarang hampir 1,7 ribu jemaah, diinapkan di zona 1, di sekeliling Masjid Nabawi di Madinah, bisa diinapkan di hotel-hotel bintang lima," kata Cucun.
Presiden Prabowo Subianto diungkapkan Menhaj Mochamad Irfan Yusuf, mengapresiasi atas berjalannya penyelenggaraan haji 2026. Meski demikian, ia menuturkan bahwa masih terdapat sejumlah catatan yang harus menjadi perhatian bersama.
"Kami melaporkan penyelenggaraan haji tahun 2026 ini, di mana beberapa poin kita mendapatkan nilai positif walaupun tidak menutup kemungkinan memang ada beberapa titik yang perlu disempurnakan," kata Menhaj.

Salah satunya yang juga menjadi perhatian Presiden Prabowo diungkapkan Menhaj, yakni terkait waktu antrian jemaah haji Indonesia. Ia mengungkapkan, hal ini menjadi PR bersama, untuk memastikan kemudahan masyarakat dalam menjalankan ibadah haji.
Menhaj menuturkan mayoritas jemaah haji 2026, berangkat menjalankan ibadahnya lebih cepat dari batas waktu yang ditetapkan. Dari batas waktu antrian 26 tahun, ia menyebut bahwa jemaah haji 2026 ini, hanya menunggu waktu antrian selama 13-14 tahun.
"Beliau (Presiden Prabowo) berpikir coba carikan cara, bagaimana bisa lebih cepat lagi, kita dan teman-teman DPR masih harus berpikir keras untuk bisa mewujudkan itu. Mudah-mudahan tahun depan bisa kita lebih perpendek lagi," ucap Menhaj Gus Irfan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....