Komitmen Pemerintah Perkuat Program MBG lewat Evaluasi Total BGN

  • 03 Jun 2026 19:57 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi komitmen pemerintah untuk memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • Presiden Prabowo secara rutin melakukan monitoring dan evaluasi terhadap seluruh kementerian dan lembaga, termasuk BGN.
  • Pergantian pucuk pimpinan BGN menunjukkan pemerintah tidak ingin program MBG berjalan secara biasa-biasa saja.
DPR Sambut Positif Langkah Pemerintah Evaluasi BGN

PERGANTIAN pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi komitmen pemerintah untuk memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Evaluasi terhadap kinerja BGN dilakukan setelah pemerintah melakukan pemantauan dan penilaian selama hampir satu setengah tahun sejak program tersebut dijalankan.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan, perubahan kepemimpinan bukan berarti pemerintah mengurangi komitmen terhadap program tersebut. Sebaliknya, langkah itu diambil untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan lebih efektif, akuntabel, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

"Pemerintah sekali lagi menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan ini tidak akan mengganggu komitmen kita di dalam menjalankan program MBG yang dilaksanakan oleh BGN," kata Prasetyo dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa 2 Juni 2026.

Menurutnya, Presiden Prabowo secara rutin melakukan monitoring dan evaluasi terhadap seluruh kementerian dan lembaga, termasuk BGN. Dalam proses tersebut, pemerintah menerima berbagai masukan dari kementerian terkait, pemerintah daerah, hingga penerima manfaat.

"Bapak Presiden terus mendengarkan dan mendapatkan masukan dari berbagai pihak. Baik dari kementerian-kementerian terkait maupun dari masyarakat termasuk dari para penerima manfaat program MBG," ujarnya.

Sebagai hasil evaluasi, Presiden menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Didampingi Agustina Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.

Prasetyo berharap kepemimpinan baru mampu melakukan konsolidasi internal, memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Serta meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah.

"Kita semua berharap kepemimpinan yang baru dapat mempercepat pelaksanaan program-program prioritas. Serta, memperbaiki kinerja, meningkatkan tata kelola organisasi, serta menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat," katanya.

Ia menegaskan pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu selama masa transisi kepemimpinan. Seluruh unit kerja BGN diminta tetap menjalankan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing.

Pemerintah juga menilai MBG bukan sekadar program bantuan pangan. Melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Pengamat: Pergantian Pimpinan BGN Pintu Masuk Evaluasi Total Pelaksanaan MBG

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyambut positif langkah pemerintah melakukan evaluasi terhadap pimpinan BGN. Menurutnya, keputusan tersebut menunjukkan pemerintah mendengar berbagai masukan yang berkembang selama pelaksanaan program.

"Kami mengucapkan apresiasi kepada pemerintah yang telah mendengarkan aspirasi masyarakat. Maupun penerima manfaat dan juga masukan dari DPR," kata Dasco.

Ia berharap evaluasi tersebut menjadi momentum bagi BGN untuk melakukan pembenahan menyeluruh. Terutama dalam aspek tata kelola dan koordinasi lintas sektor.

"Kami harapkan dengan adanya evaluasi ini. BGN akan berbenah diri dan terus melayani masyarakat penerima manfaat," ujarnya.

Dasco juga menilai penunjukan Nanik S. Deyang memiliki dasar yang kuat. Karena selama menjabat wakil kepala, ia aktif melakukan pengawasan lapangan terhadap pelaksanaan MBG.

"Bu Nanik banyak melakukan kerja-kerja lapangan, monitoring, dan menutup dapur-dapur yang tidak memenuhi syarat. Menurut kami, keputusan Presiden mungkin adalah pilihan yang tepat," katanya.

Dadan Hindayana Hormati Keputusan Presiden

Pengamat kebijakan publik, Trubus Rahadiansyah, menilai pergantian pimpinan BGN harus menjadi pintu masuk untuk melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan MBG. "Kalau saya memandang memang harus dilakukan evaluasi. Istilahnya kepemimpinannya, personalia di pimpinannya itu," ujar Trubus.

Menurutnya, program MBG memiliki cakupan yang sangat besar. Sehingga membutuhkan kepemimpinan yang kuat serta sistem pengawasan yang efektif agar tujuan program dapat tercapai secara optimal.

Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana menyatakan menghormati keputusan Presiden Prabowo yang melakukan perombakan pimpinan lembaga tersebut. Ia menegaskan pergantian pejabat merupakan hak prerogatif Presiden.

"Pergantian anggota kabinet merupakan hak mutlak penuh Bapak Presiden RI. Beliau paham betul yang terbaik untuk melaksanakan program kerja yang dicanangkan," kata Dadan.

Meski tidak lagi menjabat, Dadan meyakini program MBG akan terus memberikan dampak positif bagi masyarakat. Terutama dalam upaya meningkatkan kualitas gizi nasional.

Pergantian pucuk pimpinan BGN menunjukkan pemerintah tidak ingin program MBG berjalan secara biasa-biasa saja. Evaluasi dilakukan bukan untuk menghentikan program, melainkan memastikan pelaksanaannya semakin tepat sasaran, transparan, dan mampu menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

Dengan kepemimpinan baru, pemerintah berharap MBG tidak hanya menjadi program pemenuhan gizi. Tetapi juga instrumen pembangunan manusia, penguatan ekonomi daerah, serta investasi jangka panjang bagi masa depan Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....