Langkah Cepat Pemerintah Tangani Kecelakaan Kereta Stasiun Bekasi
- 28 Apr 2026 15:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Insiden kecelakaan kereta api beruntun terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Senin 27 April 2026.
- Peristiwa ini melibatkan satu kendaraan roda empat dan tiga rangkaian kereta api dalam waktu yang berdekatan.
- Operasi evakuasi berjalan lancar dan selesai dalam waktu 12 jam. Tim gabungan berhasil menyelamatkan lima korban tersisa yang sempat terjepit di bawah material kereta.
Operasi SAR Kecelakaan KRL Bekasi Selesai, Seluruh Korban Telah Dievakuasi
INSIDEN kecelakaan kereta api beruntun terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Senin 27 April 2026. Peristiwa ini melibatkan satu kendaraan roda empat dan tiga rangkaian kereta api dalam waktu yang berdekatan.
Informasi yang diterima RRI.CO.ID, laporan awal menyebutkan sebuah mobil tertabrak kereta PLB 5181 di perlintasan JPL 85. Kejadian tersebut terjadi di jalur hilir dan langsung memicu kewaspadaan petugas di lapangan.
Petugas pengatur perjalanan kereta (PPKP) kemudian menginstruksikan KA 4 untuk meningkatkan kehati-hatian saat melintas di Stasiun Bekasi. Di jalur yang sama, terdapat kereta PLB 5568a yang berada di depan KA 4.
Kereta PLB 5568a dilaporkan berhenti secara normal di Stasiun Bekasi. Namun, dalam kondisi tersebut, KA 4 justru menabrak bagian belakang kereta yang sedang berhenti.
Peristiwa ini menandai adanya dua kecelakaan beruntun dalam satu rangkaian waktu. Tabrakan antarkereta menjadi insiden paling serius dalam kejadian tersebut.
Stasiun Bekasi Timur Tutup Sementara Akibat Insiden Kecelakaan Kereta Api
Kepala Basarnas, Muhammad Syafii menyampaikan operasi evakuasi berjalan lancar dan selesai dalam waktu 12 jam. Tim gabungan berhasil menyelamatkan lima korban tersisa yang sempat terjepit di bawah material kereta.
"Saya pastikan bahwa sudah tidak ada korban yang kita temukan. Namun, dalam proses pembersihan bangkai kereta, andai saja diketemukan sekecil apapun bagian tubuh korban, tentunya kita akan melakukan tindakan sesuai dengan prosedur," ujarnya saat menjumpai awak media di Stasiun Bekasi Timur, Selasa 28 April 2026.
Sempat timbul pertanyaan mengapa bagian lokomotif tidak langsung dievakuasi bersamaan dengan gerbong. Namun, Syafii menjelaskan, terdapat beberapa korban yang memang membutuhkan penanganan khusus.
"Saya sampaikan bahwa pada saat itu memang ada lima korban yang masih dalam kondisi terjepit dan harus kita laksanakan kegiatan retrikasi atau ekstrikasi. Sehingga korban itu bisa kita selamatkan tanpa menimbulkan dampak yang lebih berat lagi," ujarnya.
Jalur hilir juga telah dibuka, meskipun perjalanan kereta jarak jauh masih mengalami gangguan. Tercatat ada 25 jadwal perjalanan kereta api yang tertunda akibat proses normalisasi jalur.
Sementara itu, sebanyak 27 KA jarak jauh gagal berangkat. Dikabarkan pihak KAI akan mulai melakukan pengembalian dana bagi para calon penumpang yang sudah memiliki tiket.
Presiden Prabowo Pastikan Pemerintah Investigasi Tabrakan Kereta di Bekasi
PT Kereta Api Indonesia Persero menutup sementara layanan penumpang di Stasiun Bekasi Timur akibat insiden operasional. Kebijakan tersebut membuat layanan KRL hanya beroperasi sampai Stasiun Bekasi sambil menunggu penanganan lebih lanjut.
KAI menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas gangguan layanan yang terjadi. Perusahaan menyatakan fokus utama saat ini adalah penanganan di lokasi dan menjaga keselamatan pelanggan.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Saat ini fokus utama kami adalah penanganan di lokasi serta memastikan keselamatan dan layanan bagi pelanggan tetap terpenuhi,” ujar VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, Selasa 28 April dini hari.
Perusahaan mengarahkan pelanggan untuk menggunakan layanan perjalanan melalui Stasiun Bekasi hingga pemberitahuan berikutnya. Penyesuaian operasional perjalanan menuju lintas Bekasi masih berlangsung seiring proses penanganan di lapangan.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan melakukan investigasi atas insiden tabrakan kereta api di Bekasi, Jawa Barat. Ini dilakukan untuk mengetahui secara utuh terjadinya tragedi yang menelan korban jiwa dan luka-luka tersebut.
Saat mengunjungi para korban di RSUD Chasbullah Abdulmadjid, Presiden menyatakan secara garis besar banyak lintasan perkeretapian tidak dijaga. Menurut dia, jumlahnya cukup banyak hingga mencapai 1.800 titik di seluruh Pulau Jawa.
Terkait persoalan tersebut, Kepala Negara telah memerintahkan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Salah satunya dengan membangun pos-pos jaga di titik jalur perlintasan kereta api.
“Kami segera akan mengadakan investigasi kejadiannya seperti apa,” ujarnya, Selasa 28 April 2026. “Namun, secara garis besar lintasan kereta api banyak tidak dijaga, itu segera kami atasi.”
Presiden menambahkan untuk membangun pos-pos jaga di jalur lintasan kereta api dibutuhkan anggaran sekitar Rp4 triliun. Kepala Negara memastikan hal tersebut akan segera dieksekusi untuk memastikan keselamatan warga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....