Meriahnya Lebaran Betawi 2026: Ruang Kebersamaan yang Hangat

  • 13 Apr 2026 09:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Perayaan Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, telah rampung digelar, Minggu 12 April 2026, malam.
  • Acara yang digelar selama tiga hari ini berlangsung meriah dengan dipadati ribuan pengunjung sejak hari pertama.
Gubernur Pramono: Wujud Nyata Persatuan

PERAYAAN Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, telah rampung digelar, Minggu 12 April 2026, malam. Acara yang digelar selama tiga hari 10-12 April ini berlangsung meriah dengan dipadati ribuan pengunjung sejak hari pertama.

Pada puncak Perayaan Lebaran Betawi pada Minggu 12 April 2026, bahkan warga sudah datang sejak pagi. Mereka datang untuk menikmati beragam kuliner hingga atraksi budaya khas Betawi yang menjadi daya tarik utama.

“Sejak pukul 09.00 Wib pagi, aku sudah datang, sudah berkeliling juga, kita jajan sampai ke area perpustakaan. Antrean untuk makanan juga tadi antri banget,” ujar salah satu pengunjung, Lubna.

Pada siang hari, kawasan Lapangan Banteng telah dipenuhi pengunjung yang didominasi keluarga. Anak muda pun tampak turut meramaikan acara.

Sejumlah warga juga terlihat menggelar tikar di area taman sambil menikmati makanan bersama. Di berbagai sudut lokasi, kuliner khas Betawi seperti kerak telor dan dodol menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung.

Pada salah satu gerai, warga bisa menyaksikan langsung proses pembuatan dodol yang diaduk dalam wajan berukuran besar. Antrean panjang pun terlihat di sejumlah stan makanan, baik yang dikelola pelaku UMKM maupun makanan gratis dari panitia.

Tak hanya berburu kuliner, pengunjung memadati area permainan rakyat serta panggung utama untuk menyaksikan beragam pertunjukan. Interaksi dengan ikon budaya Betawi juga menjadi daya tarik tersendiri, terlihat dari antrean warga yang berfoto bersama ondel-ondel dan Abang None Jakarta.

Kegiatan ini menghadirkan zona tematik berupa rumah-rumah administrasi dari Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Barat, hingga Kepulauan Seribu. Semuanya menampilkan kekhasan masing-masing wilayah.

Bazar makanan dan fesyen dari pelaku UMKM. Serta berbagai sajian khas Jakarta juga menjadi tujuan favorit pengunjung.

Sementara itu, area Perpustakaan Jakarta menghadirkan koleksi arsip dan kliping lama, foto Jakarta tempo dulu, busana Betawi. Hingga pernak-pernik budaya seperti wayang golek.

Beragam kegiatan interaktif, termasuk mewarnai, turut diikuti anak-anak. Sejumlah stan juga menampilkan kain batik Betawi dan perhiasan tradisional yang menarik perhatian warga.

Selama tiga hari pelaksanaan, Lebaran Betawi 2026 menjadi ruang interaksi warga untuk menikmati kuliner, hiburan. Sekaligus mengenal budaya Betawi secara langsung.

Berbagai spot foto bertema Jakarta pun tak luput dari perhatian warga. Tak sedikit pengunjung yang kemudian memanfaatkannya untuk mengabadikan momen bersama keluarga.

Foke: Akar Budaya Tak Boleh Hilang

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Sabtu 11 April 20264 turut hadir dan membuka langsung perayaan Lebaran Betawi 2026. Kegiatan ini diselenggarakan Pemprov DKI bersama Bamus Betawi dan Majelis Kaum Betawi.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat pelestarian budaya Betawi sebagai identitas Jakarta. Pramono pun menilai, Lebaran Betawi merupakan ruang kebersamaan yang hangat untuk mempererat persaudaraan di tengah keberagaman ibu kota.

Acara ini menyajikan suasana akrab melalui tradisi, kuliner khas, dan seni budaya, menciptakan momen spesial yang memperkuat silaturahmi antarwarga. Pramono lantas mengapresiasi penyelenggaraan Lebaran Betawi 2026 yang berlangsung meriah.

“Lebaran Betawi bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan ruang kebersamaan yang hangat. Tradisi ini mengingatkan kita untuk terus memperkuat nilai budaya Betawi sebagai identitas Jakarta,” ujarnya.

Pemprov DKI, lanjut Pramono, akan terus mendukung Lebaran Betawi sebagai agenda tahunan berkelanjutan dengan Lapangan Banteng sebagai salah satu lokasi ikonik penyelenggaraan. Ia juga menyinggung keberhasilan berbagai perayaan lintas agama dan budaya yang berlangsung harmonis di Jakarta.

“Jakarta kini tercatat sebagai kota teraman kedua di ASEAN setelah Singapura, kita telah melampaui Bangkok, Manila, Kuala Lumpur, dan Hanoi. Capaian ini tidak lepas dari kebersamaan, kerukunan, dan persatuan warga,” kata Pramono.

Ketum Bamus: Esensi Utamanya Silaturahmi dan Harmoni Sosial

Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi sekaligus mantan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, menegaskan Lebaran Betawi memiliki makna lebih dari sekadar seremoni pasca-Idulfitri. Tradisi ini menjadi pengingat pentingnya masyarakat Betawi menjaga dan melestarikan budayanya sebagai bagian dari identitas kota metropolitan.

“Di tengah perkembangan kota yang kian modern dan dinamis, nilai silaturahmi, kebersamaan, penghormatan kepada orang tua. Serta gotong royong harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus,” ujarnya.

Fauzi Bowo, yang akrab disapa Bang Foke, juga menyoroti tradisi antaran dalam Lebaran Betawi sebagai simbol penghormatan kepada yang lebih tua. Tradisi tersebut sejalan dengan tema kegiatan tahun ini, Lebaran Betawi untuk Jakarta: Memperkokoh Persatuan dalam Merawat Tradisi Menuju Kota Global.

“Melalui momentum ini, seluruh elemen masyarakat diajak menjaga persatuan di tengah keberagaman. Betawi bersatu, Jakarta maju,” katanya.

Ketua Umum (Ketum) Bamus Betawi, Riano P Ahmad, menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme masyarakat. Menurutnya, acara tahunan ini menjadi momen penting dalam upaya menjaga silaturahmi antarwarga Betawi bersama warga di Jakarta.

“Dari seluruh rangkaian Lebaran Betawi ini, esensi utamanya adalah silaturrahmi,” kata Riano ditemui di Lapangan Banteng, Minggu 12 April 2026. Ia menambahkan, tradisi tersebut juga tercermin melalui prosesi simbolis para wali kota/bupati yang membawa hantaran untuk Gubernur DKI sebagai bentuk penghormatan antargenerasi.

Riano menekankan, bahwa Lebaran Betawi 2026 kembali menegaskan komitmen bersama menjadikan budaya lokal sebagai fondasi harmoni sosial. Sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar pada nilai tradisi budaya.

Acara yang menjadi kalender rutin tahunan ini terus didorong sebagai upaya pelestarian dan pengembangan budaya Betawi. "Karena budaya utama di kota Jakarta adalah budaya Betawi, kita mendorong agar budaya Betawi ini semakin kuat lagi ke depan," kata Anggota DKI tiga periode itu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....