Waspada Cuaca Ekstrem dan Risiko Mudik Lebaran 2026

  • 17 Mar 2026 12:08 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Cuaca Ekstreem
  • Mudik Lebaran 2026

CUACA ekstrem masih membayangi wilayah Tangerang, Jakarta, Bogor, dan sekitarnya menjelang mudik Lebaran 2026. Kondisi ini meningkatkan risiko banjir dan kebakaran di permukiman warga.

Pemerintah daerah mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan sebelum meninggalkan rumah dalam waktu lama. Langkah mitigasi dinilai penting guna mencegah kerugian saat musim mudik berlangsung.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mengimbau warga di kawasan rawan banjir memindahkan barang elektronik ke tempat aman. Imbauan ini disampaikan menjelang puncak arus mudik yang diprediksi segera terjadi.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar mengatakan, pentingnya antisipasi terhadap banjir mendadak saat rumah kosong. “Untuk keamanan, kami imbau barang elektronik disimpan pada tempat aman,” ujarnya.

Wilayah Kota Tangerang masih berstatus siaga cuaca ekstrem dalam beberapa waktu terakhir. Banjir sebelumnya telah melanda sembilan kecamatan dan berdampak pada aktivitas masyarakat.

Pemerintah menilai kesiapsiagaan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas di lapangan. Peran masyarakat juga krusial dalam mengurangi risiko bencana selama mudik berlangsung.

Selain banjir, ancaman kebakaran juga menjadi perhatian serius saat rumah ditinggalkan pemiliknya. Risiko korsleting listrik meningkat jika instalasi tidak diperiksa sebelum bepergian.

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tangerang Selatan turut mengingatkan warga untuk memastikan kondisi listrik aman sebelum mudik. Sosialisasi dilakukan secara aktif melalui berbagai platform, termasuk media sosial.

Kepala Damkar, Ahmad Dohiri menekankan pentingnya mencabut perangkat elektronik yang tidak digunakan selama mudik. “Kami menyampaikan imbauan pencegahan kebakaran melalui media sosial,” katanya.

Pemeriksaan instalasi listrik menjadi langkah krusial yang tidak boleh diabaikan masyarakat. Instalasi lama atau tidak sesuai standar berpotensi memicu korsleting listrik.

“Jika instalasi sudah tua, sebaiknya diganti sebelum mudik. Selain itu, menjaga perawatan sistem kelistrikan rumah sangat penting," ujarnya.

Selain listrik, masyarakat juga diminta memperhatikan keamanan penggunaan gas rumah tangga. Selang kompor disarankan dilepas untuk mencegah kebocoran yang berbahaya.

Langkah sederhana ini dinilai efektif mengurangi potensi kebakaran saat rumah kosong. “Pastikan selang kompor dilepas agar tidak terjadi kebocoran gas,” katanya.

Warga yang mudik dalam waktu lama disarankan menitipkan kunci rumah kepada pihak terpercaya. Hal ini memudahkan penanganan jika terjadi kondisi darurat di lingkungan sekitar.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari mengatakan, kewaspadaan terhadap potensi bencana alam saat libur Lebaran berlangsung menjadi fokus petugas. "Aparat juga diminta untuk mewaspadai potensi gangguan selama mudik, termasuk bencana alam," kata Kapolres.

Hal ini, lanjutnya, sesuai arahan Kapolri yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan terhadap potensi bencana, seperti banjir dan tanah longsor. Karena, diperkirakan dapat terjadi akibat curah hujan tinggi berdasarkan prakiraan BMKG.

BMKG Imbau Wilayah Berstatus Waspada

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca berawan dengan potensi hujan di wilayah Jabodetabek. Beberapa daerah bahkan berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat.

Wilayah Bogor diperkirakan mengalami hujan intensitas tinggi sepanjang hari. Sementara Tangerang berpotensi dilanda angin kencang yang dapat menyebabkan pohon tumbang.

BMKG mengimbau masyarakat terus memantau perkembangan cuaca terkini melalui kanal resmi. Kewaspadaan terhadap genangan, longsor, dan angin kencang harus ditingkatkan.

Selain cuaca, kondisi infrastruktur jalan juga menjadi perhatian menjelang arus mudik. Kerusakan jalan akibat banjir berpotensi membahayakan pemudik.

Jalur Mudik Rusak Akibat Banjir

Sejumlah ruas arteri Tangerang menuju Merak dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah. Lubang jalan dan aspal terkelupas ditemukan di berbagai titik strategis.

Petugas lalu lintas mengingatkan pemudik untuk berhati-hati saat melintasi jalur tersebut. Kondisi jalan yang tidak rata meningkatkan risiko kecelakaan.

Pemerintah daerah telah mengusulkan perbaikan kepada pemerintah pusat untuk segera ditindaklanjuti. Perbaikan diharapkan selesai sebelum puncak arus mudik.

Selain jalan arteri, ruas tol juga mengalami kerusakan di sejumlah titik. Perbaikan terus dilakukan untuk menjaga kenyamanan pengguna jalan.

Kepala Unit Turjawali Satlantas Polresta Tangerang Asep Dedi Budiman mengatakan, pengelola tol mengerahkan tim pemeliharaan guna mempercepat proses perbaikan. Fokus utama adalah memastikan jalur tetap layak dilintasi selama mudik.

“Perbaikan dilakukan bertahap dengan prioritas titik paling rusak. Upaya ini dilakukan di tengah tingginya curah hujan," kata Asep.

Curah hujan tinggi menjadi tantangan utama dalam proses perbaikan jalan. Kondisi tersebut memengaruhi daya tahan lapisan perkerasan jalan.

Sementara, Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid memastikan, perbaikan infrastruktur jalan tersebut akan segera dilaksanakan melalui metode betonisasi. Dia juga telah menerima berbagai aspirasi warga melalui media sosial mengenai kerusakan jalan disejumlah titik strategis.

Menanggapi hal itu, ia memastikan anggaran untuk perbaikan sudah tersedia dan kini tengah memasuki tahapan krusial. “Sudah dianggarkan dan saat ini kami sedang dalam proses tender lelang," kata Mesyal.

Untuk jalur tol ada sebanyak 92 titik ruas Tol Jakarta-Merak dalam kondisi rusak dan berlubang. Jasa Marga Metropolitan Tollroad (JMT) Regional Division selaku pengelola mempercepat proses perbaikan.

Tujuannya guna menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan saat mudik Lebaran 2026. Senior General Manager JMT, Widiyatmiko Nursejati memastikan, akan terus mengoptimalkan upaya perbaikan jelang layanan arus mudik dengan mengerahkan sejumlah tim di lapangan.

"Kami terus mengoptimalkan upaya perbaikan melalui pengerahan beberapa tim pemeliharaan yang bekerja secara bertahap di sejumlah titik. Saat ini terdapat tiga tim rekonstruksi dengan masing-masing 15 personel," kata Widiyatmiko.

Komisi V DPR RI Sidak Ruas Tol

Di sisi lain, tingginya volume kendaraan berat turut mempercepat kerusakan jalan. Kombinasi faktor ini memperburuk kondisi infrastruktur menjelang mudik.

Komisi V DPR RI menyoroti kerusakan ruas Tol Jakarta-Merak yang menjadi salah satu jalur mudik Lebaran 2026. Ditambah lagi banyaknya aduan masyarakat, karena resah dan dapat membahayakan keselamatan jiwa.

“Kerusakan jalan cukup parah sampai masyarakat tidak tahan lagi dan akhirnya menyampaikan langsung ke Komisi V. Karena itu kami melakukan sidak ke ruas Tol Jakarta–Tangerang yang banyak dikeluhkan,” ujar Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda.

Situasi ini menunjukkan mudik Lebaran 2026 menghadapi tantangan kompleks. Kombinasi cuaca ekstrem dan infrastruktur menjadi perhatian utama.

Masyarakat diharapkan lebih waspada dan mempersiapkan perjalanan dengan matang. Langkah preventif menjadi kunci keselamatan selama musim mudik.

Rekomendasi Berita