Strategi Pemerintah Hadapi Mudik Lebaran 2026

  • 13 Mar 2026 13:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

PEMERINTAH menyiapkan berbagai strategi untuk memastikan arus mudik Lebaran 2026 berjalan aman, lancar, dan nyaman. Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno.

Pratikno mengatakan bahwa pemerintah berfokus mendistribusikan pergerakan pemudik. Langkah ini dilakukan agar perjalanan tidak menumpuk pada waktu tertentu.

“Salah satu yang kami upayakan agar arus mudik ini lebih lancar, lebih aman, lebih nyaman adalah pendistribusian pergerakan pemudik. Kami menyiapkan sejumlah kebijakan untuk mengurai kepadatan perjalanan, mulai dari fleksibel working arrangement (FWA), pengaturan libur sekolah, hingga manajemen lalu lintas dan transportasi,” kata Pratikno saat konferensi pers di Jakarta, Rabu 11 Maret 2026.

Lebih lanjut, Pratikno menyebut potensi pergerakan masyarakat pada mudik Lebaran tahun ini mencapai sekitar 143,9 juta orang. Angka ini berdasarkan survei Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Perkiraan surveinya 143 juta lebih, tetapi biasanya dalam praktiknya bisa lebih tinggi sekitar 10 persen. Sehingga totalnya bisa mendekati 155 juta orang bergerak,” kata Pratikno.

Pemerintah menerapkan fleksibel working arrangement 16–17 dan 25–27 Maret 2026 serta memajukan libur sekolah mulai 16 Maret. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan pemudik.

Pemerintah Prediksi Puncak Mudik Lebaran 2026 Terjadi Dua Gelombang

Pemerintah menjelaskan puncak arus mudik tahun ini diperkirakan terjadi dalam dua gelombang. Gelombang pertama diprediksi berlangsung pada 14-15 Maret, dan gelombang kedua diperkirakan berlangsung 18-19 Maret 2026.

Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memprediksi mobilitas masyarakat mencapai ratusan juta perjalanan. Pergerakan terbesar diperkirakan menuju sejumlah wilayah di Pulau Jawa.

"Lalu untuk arus baliknya, puncaknya diperkirakan akan jatuh pada tanggal 24, 25 Maret. Lalu yang kedua di tanggal 28 dan 29 Maret," ucap AHY dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu 11 Maret 2026.

AHY juga menyebut potensi perjalanan mudik tahun ini mencapai 143,9 juta. Perkiraan tersebut berdasarkan survei yang dilakukan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Pemerintah menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat selama musim mudik. Salah satu upaya yang dipertimbangkan yakni penerapan kebijakan bekerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA).

"Itu mengapa di tengah-tengahnya kita mengurai pakai stay dengan cara memberlakukan work from anywhere. Intinya, kebijakan terdahulu untuk mengurai kemacetan seperti ini dinilai efektif mengurangi kemacetan yang ekstrem," ucapnya.

Baharkam Polri Koordinasikan Satgas Pengamanan Mudik Lebaran 2026

Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri memastikan pelaksanaan pengamanan arus mudik dan arus balik berjalan efektif dan efisien. Atas hal tersebut pihak melakukan kordinasi melakui Operasi Ketupat 2026 momen Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kepala Baharkam Polri, Komjen Pol Karyoto, mengatakan koordinasi tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan langkah pre-emtif, preventif. Serta dukungan bantuan operasi selama periode mudik Lebaran.

“Kami mengoordinasikan berbagai satuan tugas agar pelaksanaan Operasi Ketupat berjalan optimal. Sehingga masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan aman, nyaman, dan lancar,” ujar Karyoto saat RDP dengan Komisi III DPR RI di Jakarta, Rabu 11 Maret 2026.

Pihaknya juga turut melakukan pengamanan pada kawasan permukiman yang ditinggalkan pemudik serta pusat-pusat keramaian. Seperti pusat perbelanjaan, tempat wisata, dan lokasi strategis yang ramai dikunjungi masyarakat selama libur Idul Fitri.

Pada bidang bantuan operasi, Baharkam Polri melalui Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) menyediakan dukungan operasional melalui patroli udara dan perairan. Termasuk termasuk pengamanan jalur penyeberangan yang menjadi jalur utama arus mudik.

Dalam Operasi Ketupat 2026, Baharkam Polri mengerahkan total 544 personel yang terdiri dari 11 personel pimpinan satuan tugas. Dan 338 personel Korps Sabhara pada Satgas Preventif, serta 149 personel Korps Polairud pada Satgas Bantuan Operasi.

“Ratusan personel tersebut ditempatkan di berbagai titik strategis seperti tempat ibadah, lokasi wisata, terminal, stasiun, rest area, bandara, dan pelabuhan

Hal ini untuk mengoptimalkan pengamanan selama arus mudik dan arus balik Lebaran,” kata Karyoto.

Dalam mendukung operasi tersebut, Baharkam Polri juga menyiapkan dukungan udara dan perairan. Untuk bantuan udara, dikerahkan satu unit pesawat Beechcraft, enam unit helikopter, serta dua ambulans udara yang disiagakan.

Bandara Soetta Buka Posko Mudik Lebaran 13-30 Maret

Posko Terpadu Mudik Lebaran di Bandara Internasional Soekarno-Hatta baru dibuka pada 13 Maret 2026. Pelayanan terhadap penggunaan jasa penerbangan itu ditutup pada 30 Maret 2026 mendatang.

"Terkait dengan periode untuk lebaran, kita mulai membuka posko pada tanggal 13 sampai dengan 30 Maret 2026. Seluruh fasilitas hingga petugas telah dikerahkan," ujar Wakil Direktur Utama InJourney Airports Achmad Syahir, Rabu 12 Maret 2026.

Menurut Syahrir, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) sebagai pengelola utama di 37 bandara di Indonesia memastikan kesiapan. Baik operasional dan fasilitas layanan dalam menghadapi angkutan mudik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah.

Syahir mengatakan diseluruh 37 bandara telah dipastikan siap melayani para calon penumpang pesawat pada arus mudik ini. "Dari total 37 bandara, ada 30 bandara yang statusnya internasional berdasarkan ketentuan peraturan Kementerian Perhubungan yang terbaru yang efektif 8 Agustus 2025," ucapnya.

Layani Pemudik, Pelindo Siapkan Fasilitas Penumpang di Pelabuhan Tanjung Priok

Sejumlah kesiapan telah dilakukan PT Pelabuha Indonesia (Pelindo) Regional 2 Tanjung Priok hadapi arus mudik lebaran 2026. Salah satunya fasilitas penunjang untuk para pemudik melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Yandri Trisaputra menyatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai fasilitas di Terminal Penumpang. Hal ini guna memastikan pelayanan penumpang berjalan optimal menjelang arus mudik.

“Kami mempersiapkan segala sesuatunya lebih baik dan berusaha melayani sepenuh hati. Karena penumpang merupakan salah satu hal yang harus kami layani dengan baik,” kata Yandri lewat keterangannya, Jumat,13 Maret 2026.

Ia menjelaskan Pelindo menyiapkan sejumlah fasilitas. Salah satunya lposko terpadu yang dikoordinasikan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).

Kemudian adanya juga area embarkasi dan debarkasi, timbangan barang. Serta fasilitas garbarata dan mobile garbarata untuk mendukung proses naik turun penumpang kapal.

Rekomendasi Berita