Insiden Kereta Bandara Soetta, Sopir atau Petugas Lalai?

  • 21 Feb 2026 00:57 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

TERJADI insiden antara Kereta Bandara Soekarno-Hatta (Commuter Line Basoetta) dengan truk kontainer pada perlintasan Stasiun Poris, Kota Tangerang. Dari peristiwa kecelakaan tersebut siapakah yang lalai, apakah sopir truk atau petugas palang pintu lintasan kereta?

Alhasil, polisi melakukan pemeriksaan dan penyelidikan walau insiden tersebut tidak menelan korban jiwa. Namun, mengakibatkan kemacetan panjang dari Tangerang menuju Jakarta serta lumpuhnya pelayanan masyarakat.

Kasat Lantas Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Nopta Histaris Suzan mengatakan, pihaknya sedang memeriksa saksi dan juga sopir truk untuk menyelidiki kecelakaan tersebut. "Kita lakukan pendalaman dan pemeriksaan kepada sopir, saksi-saksi di TKP," kata Nopta dalam keterangannya, Jumat, 20 Februari 2026.

Selain itu, petugas yang sedang bertugas hari ini di perlintasan keretapun juga dilakukan pemeriksaan. "Sementara masih kita bawa ke unit Gakkum untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," katanya.

Menurutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara dari sopir dan kamera CCTV atau pengawas yang ada di lokasi, belum ada upaya penutupan palang pintu. Namun, sirine tanda datangnya kereta sudah dibunyikan.

"Dari keterangan saksi, sopir, ataupun kami melihat langsung dari CCTV yang ada di lokasi, artinya palang pintu belum ada upaya penutupan. Masih terbuka lebar dan di CCTV juga jelas apa yang sudah terjadi sebelum ditutup itu sudah kami lihat langsung dari rekaman," katanya, membeberkan.

"Tapi, keterangan dari petugas. Dia sempat melakukan upaya-upaya untuk memberi tahu masinis dan sirine sudah dibunyikan," tambah Nopta.

Namun, suara sirene itu tidak dihiraukan oleh sopir truk karena dia melihat palang pintu belum ditutup. "Ada sirine, ada upaya tidak mengindahkan namun posisi palang pintu belum tutup, nanti kita harus dalami dan kita laporkan perkembangannya lebih lanjut," ujarnya.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari membeberkan kronologis insiden Kereta Bandara Soekarno-Hatta dengan truk diwilayahnya. Dimana, kejadiannya pada pukul 06.05 WIB.

Saat itu kereta api Bandara Soekarno-Hatta melaju dari Stasiun Manggarai, Jakarta menuju Stasiun Bandara Soekarno-Hatta. Sementara mobil truk dari arah Cipondoh menuju Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, pada saat pintu lintasan kereta api bergerak mobil tersebut memaksa masuk.

Namun naas, meski kepala mobil telah melintasi rel kereta, tetapi badan mobil masih tertinggal dan melintang menghalangi laju kereta. "Mobil masuk ke kereta api yang mana kepala mobil sudah melalui rel kereta, namun masih tertinggal badan kontainer sehingga tidak sempat semuanya melaju," kata Jauhari.

Hal ini menyebabkan badan kontainer tertabrak kereta api dan terseret kurang lebih 100 meter dari lintasan kereta api. "Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini," ucapanya.

KAI Lakukan Proses Evakuasi

VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan pihaknya langsung melakukan proses evakuasi. Termasuk terhadap seluruh penumpang dan petugas.

Pasalnya, sambung Karina, kecelakaan itu membuat rangkaian kereta keluar jalur dan menghalangi layanan perjalanan dilintas tersebut. “Tidak ada korban dalam kejadian ini, seluruhnya aman dan sudah dievakuasi,” ujar Karina.

Dia menyebut Commuter Line Basoetta yang terkendala itu No. 806 tujuan Bandara Soekarno-Hatta. KAI Commuter juga menyediakan transportasi pengganti bagi penumpang yang hendak melanjutkan perjalanan ke bandara.

Saat ini, petugas masih melakukan proses awal evakuasi rangkaian kereta. KAI Commuter berkoordinasi dengan KAI Daop 1 Jakarta dengan mengirimkan rangkaian kereta penolong ke lokasi kejadian.

Akibat peristiwa tersebut, lanjutnya, perjalanan Commuter Line Tangerang untuk sementara hanya melayani relasi hingga Stasiun Rawa Buaya dan kembali ke Stasiun Duri. Sementara itu, perjalanan Commuter Line Basoetta dari arah Bandara Soekarno-Hatta hanya sampai Stasiun Batuceper dan kembali ke bandara.

"Beberapa perjalanan lain mengalami perubahan pola operasi, di antaranya: KA 1912A dan KA 1914A (Duri-Tangerang, Red). Hanya sampai Rawa Buaya, lalu kembali sebagai KA 1921A dan KA 1923A menuju Duri," kata dia.

Kemudian, KA 1922A (Duri-Tangerang) juga hanya sampai Rawa Buaya dan kembali sebagai KA 1931A. KA 1924A (Duri-Tangerang) berakhir di Rawa Buaya dan kembali sebagai KA 1933A.

"Lalu KA 803A (Basoetta-Duri, Red) hanya sampai Batu Ceper, kemudian kembali sebagai KA 818A. KA 819A (Basoetta-Duri, Red) hanya sampai Batu Ceper, kemudian kembali sebagai KA 834A," ucap Karina.

Sementara, dia menambahkan, sejumlah perjalanan dinyatakan batal, antara lain KA 810A (Duri-Basoetta) dan KA 811A (Basoetta-Duri). Sekanjutnya, KA 804A (Duri-Manggarai), KA 817A (Manggarai-Duri), KA 820A (Duri-Manggarai) serta KA 833A (Manggarai-Duri).

Ditambahkan Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Raden Muhamad Jauhari, hujan yang mengguyur sejak pagi menjadi kendala dalam proses evakuasi.

"Semua tim sudah bergerak termasuk jajaran Polres Metro Tangerang Kota merekayasa arus lalintas supaya tidak terjadi kemacetan dan penumpukan," ujarnya.

Kegiatan evakuasi ini juga dibantu TNI serta Dinas Perhubungan dan stekholder terkait. Fokus utama adalah jalur kereta api untuk dialihkan atau dibersihkan dari lintasan kereta.

"Rekayasa lalu lintas dilakukan pada kendaraan yang datang dari arah Jakarta (Jalan Daan Mogot, Red). Khususnya menuju arah Cipondoh (Tangerang, Red) melalui Jalan Maulana Hasanudin," ucapnya.

"Jalur tersebut dialihkan dipertigaan Ampera dan diarahkan melalui Jalan Jenderal Sudirman (Tangerang Red). Selanjutnya ke Jalan KH Hasyim Ashari," sambung Jauhari.

Adapun kendaraan yang datang dari arah Cipondoh (Jalan KH Hasyim Asari) melalui Jalan Maulana Hasanudin menuju Jakarta juga dialihkan. Dari Batuceper dan menuju Jakarta dialihkan melalui Jalan Benteng Betawi-Jalan Jenderal Sudirman.

"Kendaraan yang datang dari Jalan Benteng Betawi, yang akan menuju Jakarta khususnya melalui Jalan Maulana Hasanudin. Jalur tersebut dialihkan melalui Jalan Hasyim Ashari-TL Gondrong-Jalan H Mansyur-Jalan KH Ahmad Dahlan," kata Kapolres.

Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo mengaku evakuasi terus dilakukan pada perlintasan Stasiun Poris, Kota Tangerang. Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop)1 Jakarta mengerahkan kereta penolong untuk proses tersebut.

"Begitu menerima informasi, kami segera mengaktifkan prosedur tanggap darurat dan mengerahkan tim ke lokasi. Fokus utama kami adalah memastikan tidak ada korban, mengamankan area," ujar Franoto.

Franoto juga menyatakan pihaknya berusaha mempercepat proses penanganan agar perjalanan kereta api dapat kembali normal. Namun, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan.

"Kereta penolong dikerahkan untuk mendukung proses evakuasi rangkaian. Serta memastikan seluruh prasarana dapat diperiksa secara menyeluruh," kata dia.

Secara paralel, lanjutnya, tim prasarana melakukan penegakan kembali tiang LAA, pengecekan kabel kontak, serta pengukuran ulang geometrik jalur. Hal itu guna memastikan seluruh standar keselamatan terpenuhi sebelum operasional dinormalisasi.

"Pada pukul 09.40 WIB, sebagian rangkaian bisa diberangkatkan menuju Stasiun Kalideres dan tiba pukul 09.49 WIB. Proses pemulihan jalur kemudian dilanjutkan hingga dinyatakan aman untuk dilalui perjalanan kereta secara bertahap," ucap Franoto.

Franoto menyatakan proses evakuasi masih berlangsung dan Tim KAI Daop 1 masih dilokasi kecelakaan. "Belum (selesai, Red), kereta masih evakuasi, truk sudah dievakuasi jam 10.50 WIB ya," ujarnya.

Setelah Delapan Jam, Kereta Bandara Soetta Kembali Normal

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai mengoperasikan kembali jalur lintas Rawabuaya menuju Batuceper secara bertahap. Perjalanan kereta api sempat terhenti total karena adanya insiden kecelakaan.

Jalur tersebut kembali dibuka setelah tim petugas menyelesaikan proses evakuasi selama delapan jam pada lokasi kejadian perkara. Sebanyak 49 layanan perjalanan kereta api terpaksa harus dibatalkan.

Perjalanan yang batal mencakup 33 rangkaian Commuter Line Bandara Soetta serta 16 layanan rangkaian kereta api lintas Tangerang.

Gangguan operasional tersebut berdampak langsung bagi mobilitas harian bagi sekitar 80 ribu pelanggan jasa transportasi publik tersebut. Sebanyak 18 perjalanan lainnya juga mengalami rekayasa pola operasi serta keterlambatan jadwal kedatangan menuju stasiun tujuan.

Proses pemulihan prasarana melibatkan ratusan petugas gabungan dari unit jalan rel serta teknisi listrik aliran atas. Petugas juga melakukan pemeriksaan geometri jalur guna memastikan kondisi rel aman dilalui kembali oleh rangkaian kereta.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Seluruh langkah pemulihan dilakukan secara maksimal agar layanan dapat kembali berjalan dengan aman dan andal,” kata Anne.

KAI berencana menempuh jalur hukum terhadap pengemudi kendaraan truk yang melanggar aturan pada area perlintasan sebidang. Perusahaan berkoordinasi dengan pihak berwajib guna menyelidiki penyebab utama kecelakaan yang mengganggu pelayanan publik nasional itu.

“Kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan diperlintasan sebidang bukan sekadar kewajiban, melainkan bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga keselamatan. Kami akan bersikap tegas melalui jalur hukum,” kata Executive Vice President Sekretaris Perusahaan KAI Wisnu Pramudya.

Manajemen terus berupaya melakukan evaluasi secara menyeluruh demi memperkuat aspek keselamatan pada seluruh jaringan operasional kereta. Jalur tersebut kini sudah mulai dilewati oleh rangkaian kereta meskipun masih menggunakan pembatasan kecepatan di lokasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....