Jelang Puasa, Bantuan Ramadan Mengalir ke Pengungsi Aceh
- 14 Feb 2026 23:21 WIB
- Pusat Pemberitaan
TIGA hari menjelang datangnya Bulan Suci Ramadan, ribuan warga terdampak banjir di Aceh masih bertahan di tenda-tenda pengungsian. Di saat mayoritas umat muslim bersiap menyambut bulan penuh berkah dengan suka cita, mereka akan menjalani Ramadan di pengungsian.
Hingga awal Februari 2026, tercatat sebanyak 6.886 kepala keluarga (KK) atau 25.973 jiwa masih mengungsi di 119 titik yang tersebar di sejumlah kecamatan. Lebih dari dua bulan setelah banjir besar melanda, kehidupan normal belum sepenuhnya kembali.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Aceh Utara, Fauzan, menyebut Kecamatan Langkahan sebagai wilayah terdampak paling berat. Dari 6.158 KK atau 20.528 jiwa terdampak, sebanyak 3.476 KK atau 12.824 jiwa masih bertahan di 35 titik pengungsian.
“Ditinjau dari jumlah pengungsi, Kecamatan Langkahan merupakan wilayah dengan kondisi paling parah,” ujar Fauzan, Rabu 11 Februari 2026, kemarin. Pengungsian masih terjadi di Kecamatan Tanah Jambo Aye (666 KK/2.664 jiwa), Lapang (1.470 KK/5.790 jiwa), Sawang (609 KK/2.155 jiwa), dan Dewantara (120 KK/386 jiwa).
Di tengah situasi tersebut, rasa aman dan kepastian hidup menjadi harapan besar warga yang terpaksa tinggal di pengungsian. Terutama menjelang Ramadan yang akan dijalani selama 30 hari penuh.
Solidaritas Menguat, Bantuan Ramadan Mengalir
Di saat pemulihan masih berlangsung, gelombang solidaritas dari berbagai daerah terus berdatangan. Salah satunya, bantuan kemanusiaan mengalir dari 'DPD RI Peduli'.
Bantuan tersebut mulai dari kebutuhan logistik pokok hingga perlengkapan ibadah. Bantuan ini disalurkan agar warga terdampak dapat menyambut Ramadan dengan hati yang lebih ringan.
Anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman Haji Uma, melalui program “DPD RI Peduli” menyalurkan bantuan langsung ke Desa Seuneubok Aceh, Kecamatan Bendahara. Serta sejumlah desa terdampak lainnya.
Bantuan yang diberikan meliputi beras, minyak goreng, gula pasir, sirup, sajadah, mukena, kain sarung, serta uang tunai Rp5 juta. “Bantuan ini kami fokuskan untuk kebutuhan pascabanjir dan persiapan menyambut bulan Ramadhan,” ujar Haji Uma di Aceh Tamiang, Rabu 11 Februari 2026.
Ia menegaskan bantuan tersebut merupakan hasil partisipasi seluruh anggota DPD RI dari berbagai daerah di Indonesia. Hal ini dilakukan sebagai wujud solidaritas kebangsaan.
Di lapangan, penanggung jawab pengungsian Aulia menyebut kebutuhan mendesak saat ini masih mencakup hunian sementara yang layak, air bersih. Serta fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) yang banyak rusak.
Solidaritas lintas wilayah juga terlihat dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bekasi yang menyalurkan bantuan senilai lebih dari Rp283 juta kepada PMI Kabupaten Aceh Tamiang. Bantuan tersebut terdiri atas uang tunai Rp100 juta serta logistik berupa tas sekolah anak, mi instan, kebutuhan pokok, dan sandang pangan.
Ketua PMI Kota Bekasi, Ade Puspitasari, menyerahkan langsung bantuan tersebut. “Kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang,” ujarnya.
Pengurus PMI Aceh Tamiang, Marshal, memastikan bantuan akan segera didistribusikan sesuai kebutuhan lapangan. Sembari terus menjalankan layanan kesehatan, distribusi logistik, hingga pembersihan sumur untuk memastikan ketersediaan air bersih.
Koordinator Lapangan Bantuan Pengungsi PCNU Aceh Utara, Abati Mukhtar, menyampaikan keprihatinan atas masih tingginya jumlah warga yang tinggal di tenda. Terutama kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, lansia, dan penyandang disabilitas.
“Di lapangan kami masih menemukan kelompok rentan tinggal di tenda dengan fasilitas terbatas. Ini membutuhkan penanganan yang lebih serius,” ujarnya, Senin 9 Februari 2026 kemarin.
Ia berharap, saat Ramadan tiba, para pengungsi sudah dapat berbuka dan beristirahat di hunian sementara yang layak dan bermartabat. Sehingga warga bisa menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih nyaman.
Pemulihan Dipercepat Jelang Ramadan
Upaya percepatan pemulihan juga terus dikawal Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana DPR RI (Satgas Galapana). Satgas menekankan pentingnya sinkronisasi data hunian sementara (Huntara) dan percepatan pencairan jaminan hidup (Jadup).
Kementerian Pekerjaan Umum melaporkan Huntara untuk 1.158 KK atau 4.284 jiwa ditargetkan rampung pada 15 Februari 2026. Sementara progres normalisasi sungai, perbaikan akses, dan pembersihan lingkungan telah mencapai 45,1 persen.
Di sektor infrastruktur, pembangunan jembatan darurat bersama TNI juga menunjukkan perkembangan positif. Seluruh desa terdampak kini dapat diakses dan tidak lagi terisolasi.
“Nah, terakhir juga yang mau saya sampaikan sebentar lagi Ramadan. Kemarin salah satu kekhawatiran warga ketika saya ketemu di lokasi pengungsian adalah ketika Ramadhan datang,” ujar Novita, Rabu 11 Februari 2026.
Di tengah keterbatasan, menurutnya, bantuan masyarakat masih menjadi penopang utama. Donasi beras, sembako, minuman, dan kebutuhan dasar terus mengalir hampir setiap pekan.
Banda Aceh Bersiap Sambut Ramadan
Di sisi lain, Pemerintah Kota Banda Aceh mulai mematangkan persiapan menyambut Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan ini disiapkan melalui pertemuan koordinasi bertajuk “Pembahasan Tema, Keseragaman, Lokasi dan Hiasan Semarak Ramadhan”.
Sekretaris Daerah Banda Aceh, Jalaluddin, menuturkan keseragaman tema dan hiasan merupakan representasi kekhidmatan dan identitas Banda Aceh sebagai Serambi Mekkah. Beberapa titik yang akan dihias antara lain Simpang Lima, kawasan Ulee Lheue, Simpang Lueng Bata, Simpang Jam Taman Sari, dan area Fly Over.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Banda Aceh, Faisal, menambahkan dekorasi tersebut diharapkan tak hanya membangun atmosfer religius. Tetapi juga menggerakkan perekonomian lokal dan wisata religius.
Di tengah luka akibat bencana, Aceh bersiap menyambut Ramadan dengan dua wajah. Yakni, tenda-tenda pengungsian yang masih berdiri, dan semarak kota yang mulai dihias.
Namun satu hal yang sama terasa—semangat gotong royong dan solidaritas lintas daerah yang terus mengalir. Hal ini dinii menjadi penguat harapan agar Ramadan tahun ini tetap bisa dijalani dengan tenang dan penuh makna bagi warga Aceh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....