'Gentengisasi' Sebagai Gerakan Indonesia Asri
- 07 Feb 2026 17:08 WIB
- Pusat Pemberitaan
PRESIDEN Prabowo Subianto memberikan arahan gentengisasi kepada kepala daerah sebagai bagian kebijakan nasional penataan hunian. Arahan tersebut menekankan penggantian atap seng dengan genteng demi meningkatkan kenyamanan serta keindahan lingkungan permukiman.
Prabowo menilai masih banyak rumah di wilayah pedesaan menggunakan seng. Ia menilai atap dari seng panas dan mudah berkarat, serta tidak sehat bagi penghuni.
"Saya lihat saudara-saudara semua kota, hampir semua desa saya kira, maaf ya banyak atap dari seng. Ini panas untuk penghuni, juga berkarat. Jadi tidak mungkin atap dari seng, saya tidak tahu industri aluminium dari mana," kata Prabowo dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin 2 Februari 2026.
Arahan gentengisasi menjadi bagian dari Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor. Program tersebut juga berkaitan dengan upaya menciptakan lingkungan aman, sehat, bersih, dan indah secara berkelanjutan.
Prabowo menyebut biaya pembangunan pabrik genteng relatif terjangkau dengan bahan baku utama berasal dari tanah. Ia menjelaskan limbah tertentu, termasuk residu batubara, dapat dicampur untuk menghasilkan genteng ringan dan kuat.
Bahan bakunya dari tanah dan dengan dicampur dengan zat limbah lainnya bisa ringan dan kuat. Saya dapat laporan dari profesor-profesor kita bahwa limbah batu bara dicampur dengan tanah bahan genteng," ujarnya.
Pemerintah pusat akan memberikan dukungan sejak tahap awal hingga pelaksanaan proyek gentengisasi di daerah. Dalam pemaparannya, Prabowo juga memperkenalkan palet warna Nusantara Horizon untuk memperkuat estetika permukiman nasional.
Dukungan pemerintah pusat mempertegas gentengisasi sebagai agenda nasional penataan hunian dan estetika kawasan. Agenda ini kemudian dikaitkan dengan upaya memperkuat daya tarik pariwisata.
Selanjutnya, Gentengisasi Strategi Mendorong Pariwisata
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan program gerakan ‘Gentengisasi’, untuk meningkatkan kunjungan wisatawan asing. Penggunaan atap rumah dengan genteng akan memberi kesan rapi, estetik dan jauh lebih indah sehingga mendorong terciptanya zona-zona wisata.
Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus untuk keindahan diantaranya adalah penggunaan atap genteng dan bebas sampah. Prasetyo menilai, salah satu kunci dari sektor pariwisata adalah kebersihan, dan keindahan.
“Bapak Presiden berpendapat bahwa salah satu yang harus kita dorong adalah sektor pariwisata. Ini rapi, lebih indah dengan harapan terciptanya iklim yang membuat wisatawan, terutama wisatawan mancanegara, mau berkunjung ke negara kita,” kata Prasetyo Hadi kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 3 Februari 2026.
Prasetyo menegaskan program gentengisasi, tidak hanya semata-mata penggunaan genteng tetapi Presiden Prabowo ingin masyarakat menjaga lingkungan. Presiden Prabowo ingin rakyat menjaga kebersihan dan keindahan termasuk bersih dari papan reklame, baliho dan kabel.
“Kalau kita cermat atau kita merasakan, perlu banyak pembenahan tata kota kita supaya menjadi kota-kota yang indah lagi, banyak tamannya, penuh dengan bunga-bunga. Jadi bukan sekadar masalah gentengisasinya,” ujarnya.
Adapun terkait anggaran, masih dibahas antar kementerian. Presiden Prabowo juga telah memerintahkan sejumlah kementerian untuk menciptakan teknologi pembuat genteng.
“Misalnya bagaimana kita bisa menemukan penemuan-penemuan atau teknologi-teknologi alat-alat untuk mencetak gentengnya. Manakala kita membutuhkan memproduksi genteng dalam jumlah yang cukup besar, jadi minta waktu sebentar untuk didetailkan teknisnya seperti apa,”ujarnya.
Kebutuhan produksi genteng dalam skala besar menuntut kesiapan teknologi dan industri nasional. Isu tersebut kemudian mengarah pada pembahasan kesiapan industri genteng dalam negeri.
Selanjutnya, Kesiapan Industri dan Peran UMKM dalam Gentengisasi
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyatakan program ‘gentengisasi’ arahan Presiden akan dipersiapkan pelaksanaannya. Maruarar mengatakan pemerintah akan terlebih dahulu mempelajari kesiapan industri genteng di dalam negeri.
Ia menilai aspek kualitas produk, kapasitas produksi, serta harga menjadi faktor penting sebelum kebijakan tersebut diterapkan secara luas. Sebagai langkah awal, Maruarar berencana meninjau langsung sentra industri genteng, termasuk di Jatiwangi, Majalengka.
“Dulu terkenal itu genteng dari Jatiwangi. Nanti saya akan datang ke sana. Saya akan lihat bagaimana industrinya, kualitasnya bagaimana, kemampuan produksinya, harganya. Dalam waktu dekat, saya akan datang ke Majalengka, ke pusat-pusat genteng di Indonesia,” ucap Menteri Ara di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Rabu 4 Februari 2026.
Ia mengatakan program gentengisasi diharapkan memberikan manfaat langsung bagi pelaku UMKM, industri, dan pengusaha lokal. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menggerakkan aktivitas ekonomi di tingkat daerah.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah menilai gentengisasi sebagai upaya peningkatan standar hidup masyarakat. Program tersebut diarahkan untuk mewujudkan hunian yang nyaman dan asri di berbagai wilayah Indonesia.
"Ini sebuah manifesto, untuk mengajak seluruh bangsa memiliki standar hidup yang lebih baik. Yaitup nyaman, asri, sehat, dan bersih," katanya dalam wawancara bersama Pro3 RRI, Rabu 4 Februari 2026.
Menurutnya, keempat elemen tersebut mencakup kualitas diri, rumah, serta lingkungan tempat tinggal masyarakat. Karena itu, pemerintah menaruh perhatian besar pada kondisi fisik hunian, khususnya bagian atap rumah.
Ia menyoroti penggunaan atap seng yang masih banyak ditemui di pemukiman warga. Ia menilai, rumah dengan atap seng cenderung terasa panas dan kurang nyaman untuk ditinggal.
Sebaliknya, penggunaan genteng dinilai lebih mampu menciptakan hunian yang sejuk dan layak. "Orang itu kalau tinggal di bawah seng itu panas," ucapnya, menambahkan.
Selain meningkatkan kualitas hidup, program gentengisasi juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri lokal. Saat ini, produksi genteng dan bata merah sebagian besar masih dilakukan oleh industri masyarakat secara lokal.
"Tapi sejauh ini diproduksi secara lokal, genteng dan bata merah khususnya, sudah baik. Tapi kalau kita berbicara soal industrialisasi, silakan industri besar bermain, tapi beliau juga ingin supaya industri masyarakat," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tetap membuka ruang bagi industri besar untuk berperan dalam proses industrialisasi. Namun, di saat yang sama, ia juga ingin agar industri rakyat dan usaha kecil menengah terus berkembang.
Kesiapan industri dan UMKM memunculkan pertanyaan lanjutan terkait kemampuan pembiayaan program. Pembahasan tersebut membawa perhatian pada perhitungan anggaran negara.
Selanjutnya, Hitung-hitungan Anggaran Program Gentengisasi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, masih menghitung berapa anggaran pasti yang dibutuhkan untuk program ‘Gentengisasi’. Program yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto untuk mengganti rumah beratap seng dengan genteng untuk tujuan keindahan.
Menurut Menkeu Purbaya, hitungan yang ada sekarang baru hitungan kasar. “Hitungan yang ada masih kasar sekali dimana semua rumah dihitung, padahal kan yang diganti paling berapa persen yang pakai seng,” ujarnya usai menghadiri acara Indonesia Economic Summit di Jakarta, Selasa 3 Februari 2026.
Purbaya memperkirakan jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk ‘gentengisasi’ tidak sebesar yang dibayangkan hingga Rp1 triliun, “Mungkin jumlahnya kurang dari itu, dan anggarannya masih bisa dikendalikan,” kata Purbaya.
Dia mengisyaratkan anggaran untuk program ‘gentengisasi’ berasal dari APBN 2026. “Sumbernya anggarannya bisa dari mana saja. Pemerintah kan punya dana cadangan," ucap Purbaya.
Perhitungan anggaran nasional berjalan beriringan dengan kesiapan pelaksanaan di daerah. Respons pemerintah daerah menjadi kunci implementasi kebijakan di lapangan.
Selanjutnya, Pemerintah Daerah Menyambut Arahan Gentengisasi
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung siap menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto, mengenai program gentengisasi. Adapun program tersebut merupakan proyek nasional yang bertujuan untuk mengganti atap seng pada rumah warga menjadi genteng berbahan tanah liat.
“Hal yang berkaitan dengan gentengisasi, tentunya DKI Jakarta akan menindaklanjuti apa yang menjadi arahan Bapak Presiden, karena memang bagi Jakarta juga lebih baik,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, pada Rabu 4 Februari 2026.
Pramono menyebut bahwa pemanfaatan seng sebagai atap rumah di Jakarta tidak banyak. Ia pun melarang penggunaan seng sebagai atap rumah susun baru maupun rumah-rumah yang akan dibangun di Jakarta.
“Saya akan memerintahkan untuk rumah-rumah susun baru atau rumah-rumah baru yang dibangun oleh pemerintahan DKI Jakarta sudah tidak boleh lagi pakai seng,” katanya.
Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendorong percepatan program gentengisasi sebagai bagian dari implementasi Peraturan Daerah (Perda) tentang pelarangan penggunaan asbes. Program ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus melindungi kesehatan warga dari dampak buruk material atap berbahan asbes.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan, program gentengisasi akan dijalankan dengan berlandaskan Perda Nomor 72 Tahun 2020 tentang Larangan Penggunaan Asbes. Regulasi tersebut menjadi kerangka utama dalam perencanaan dan pelaksanaan kebijakan ke depan.
“Program gentengisasi ini sejalan dengan Perda tentang pelarangan penggunaan asbes. Kerangka itulah yang akan kita gunakan,” ujar Farhan di Bandung, Jumat 6 Februari 2026.
Menurutnya, Pemkot saat ini juga tengah menjajaki koordinasi dengan pemerintah pusat untuk memperkuat program tersebut. Dalam waktu dekat, ia berencana bertemu langsung dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman guna membahas peran kementerian dalam mendukung program gentengisasi di Kota Bandung.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat saya akan bertemu dengan Pak Menteri Perumahan dan Permukiman. Beliau nanti akan memberikan arahan, apakah kementerian akan menjadi leading sector atau tidak, dan ke depannya bagaimana,” katanya.
Farhan menyebut, salah satu opsi yang tengah dikaji adalah pemberian subsidi khusus bagi masyarakat untuk mengganti atap seng dan atap asbes dengan material yang lebih aman dan ramah lingkungan. Meski demikian, ia menekankan bahwa skema subsidi tersebut masih dalam tahap pembahasan dan belum diputuskan secara final.
Langkah pemerintah daerah menarik perhatian DPR dalam fungsi pengawasan kebijakan nasional. DPR kemudian menyoroti akuntabilitas program gentengisasi.
Selanjutnya, DPR Soroti Akuntabilitas dan Dampak Ekonomi Rakyat
Legislator Herman Khaeron menyatakan Presiden memiliki pertimbangan matang sehingga program yang dijalankan benar-benar menyentuh kepentingan masyarakat luas. Ia menegaskan Presiden Prabowo Subianto pasti akan mengutamakan kepentingan rakyat dalam setiap kebijakan pemerintahan.
Sebagai Anggota Komisi VI DPR, ia menyebut pihaknya sebagai pendukung pemerintahan saat ini sangat mendukung program tersebut. Menurutnya program yang menyentuh masyarakat secara langsung akan memberikan dampak nyata bagi rakyat.
“Sebagai pendukung pemerintahan saat ini, tentu sangat mendukung program-program yang ini menyentuh masyarakat secara langsung.
Apalagi meningkatkan perekonomian rakyat,” ucapnya di Jakarta, Kamis 5 Februari 2026.
Herman menilai program yang menyentuh rakyat juga berperan penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat luas. Ia menjelaskan kebijakan tersebut mendorong pertumbuhan industri UMKM dan usaha kecil menengah.
Dampak lanjutan dari program tersebut dinilai mampu meningkatkan eksistensi usaha kecil menengah di masyarakat. Menurutnya hal itu berimplikasi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Oleh karena itu ia mengatakan Partai Demokrat mendukung penuh serta siap membantu perjalanan implementasi program pemerintahan tersebut. Herman menegaskan dukungan itu bertujuan agar manfaat program benar-benar dirasakan oleh rakyat.
Dampak lintas sektor gentengisasi menjadi perhatian dalam pengawasan DPR. Salah satu sektor yang terdampak langsung adalah pariwisata.
Selanjutnya, Gentengisasi dalam Pandangan Industri Pariwisata
Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY memandang program ‘gentengisasi’ sebagai gerakan penataan kawasan. Program ini dinilai mampu meningkatkan kerapian suatu daerah, sehingga berdampak positif terhadap sektor pariwisata.
Ketua GIPI DIY, Bobby Ardyanto, mengatakan estetika visual sangat berpengaruh terhadap daya tarik wisata. “Penataan rapi pasti memberi nilai positif bagi pariwisata,” katanya, dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Rabu 4 Februari 2026.
Menurut Bobby, wisatawan mancanegara cukup kritis terhadap kondisi lingkungan. Kerapian kawasan, lanjutnya, disebut menjadi poin penting bagi kenyamanan wisatawan.
Ia menilai ‘gentengisasi’ selaras dengan identitas arsitektur Jawa di Yogyakarta. “Bentuk rumah Jawa pada dasarnya menggunakan genteng,” ujarnya.
Bobby menjelaskan, DIY telah memiliki regulasi terkait bentuk bangunan. Aturan tersebut diperkuat melalui perizinan dan rekomendasi dari Dinas Kebudayaan.
“Di Jogja sendiri sudah ada peraturannya, terutama di ring 1. Jadi sudah ada rekomendasi dari Dinas Kebudayaan setiap areanya, baik itu bentuk atap ataupun fasad depan,” katanya.
Ia mengapresiasi gerakan nasional yang digaungkan Presiden Prabowo. “Gerakan bersama ini sangat ditunggu oleh industri pariwisata,” katanya.
GIPI DIY menilai pengawasan pemerintah menjadi kunci keberhasilan program. Monitoring diperlukan sejak perizinan hingga pelaksanaan di lapangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....