Polemik Meninggalnya Selebgram Lula Lahfah Berujung Penghentian Penyidikan

  • 01 Feb 2026 14:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KONTEN kreator Lula Lahfah dikabarkan meninggal dunia di kediamannya di Jakarta, Jumat 23 Januari 2026. Kabar tersebut dikonfirmasi melalui sejumlah unggahan sahabat dekatnya di media sosial.

Informasi duka tersebut pertama kali mencuat setelah beberapa rekan Lula membagikan pesan belasungkawa melalui akun pribadi mereka. Unggahan tersebut kemudian menjadi perhatian publik dan ramai diperbincangkan oleh warganet.

Lula dikenal luas sebagai konten kreator yang aktif membagikan aktivitas keseharian melalui berbagai platform digital. Kepribadiannya yang hangat membuat Lula memiliki kedekatan dengan banyak pengikut dan rekan sesama kreator.

Selain kiprahnya di dunia digital, Lula juga dikenal sebagai kekasih dari musisi dan kreator konten Reza Arap. Hubungan keduanya kerap menarik perhatian publik dan menjadi sorotan di media hiburan daring.

Pihak kepolisian membenarkan adanya laporan terkait meninggalnya Lula di tempat tinggalnya di Jakarta. Hingga saat ini, aparat masih melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi lengkap peristiwa tersebut.

Kabar meninggalnya Lula Lahfah memicu gelombang duka dari masyarakat dan figur publik di media sosial. Banyak pihak mengenang sosok Lula sebagai pribadi baik yang meninggalkan kesan mendalam bagi lingkungan sekitarnya.

Selanjutnya, Figur Digital di Pusaran Popularitas

Lula Lahfah dikenal sebagai figur publik muda yang aktif membangun karier di ranah konten kreatif digital. Ia memiliki pengaruh besar di media sosial berkat konsistensi dan karakter konten yang personal.

Perempuan bernama lengkap Lula Lahfah Pahlevi itu lahir di Jakarta pada 17 Juli 1999. Sejak usia muda, ia menunjukkan ketertarikan pada dunia hiburan dan ekspresi seni.

Perjalanan karier Lula dimulai dari keterlibatannya dalam berbagai proyek kreatif, termasuk musik dan konten visual. Aktivitas tersebut kemudian membawanya dikenal luas sebagai selebgram dan influencer.

Di media sosial, Lula kerap membagikan keseharian, pemikiran personal, serta karya yang mencerminkan gaya hidup urban. Kedekatan dengan pengikut menjadi salah satu ciri kuat dari kehadirannya di ruang digital.

Kebersamaan Lula Lahfah dan kekasihnya, Reza Arab (Foto: akun Instagram @lulalahfah)

Selain kiprah profesional, Lula juga dikenal publik sebagai kekasih musisi dan kreator konten Reza Arap. Hubungan keduanya beberapa kali menarik perhatian dan menjadi perbincangan di media hiburan.

Kepergian Lula Lahfah meninggalkan duka bagi keluarga, sahabat, dan penggemarnya. Banyak pihak mengenang sosok Lula sebagai pribadi baik yang meninggalkan kesan mendalam bagi lingkungan sekitarnya.

Selanjutnya, Kronologi Awal Meninggalnya Lula Lahfah

Influencer Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia di kamar apartemennya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat 23 Januari 2026. Kabar duka tersebut dikonfirmasi Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto.

“Benar. Seorang influencer berinisial LL ditemukan meninggal dunia di Apartemen Essence Dharmawangsa,” ujar Budi, Jumat 23 Januari 2026.

Jenazah Lula pertama kali ditemukan Jumat petang oleh asisten rumah tangganya, Asiah. Korban ditemukan sekitar pukul 18.44 WIB setelah tidak merespons panggilan dari luar kamar.

Asiah curiga karena pintu kamar terkunci dari dalam dan korban tak kunjung keluar. Ia kemudian meminta bantuan pengelola apartemen untuk membuka pintu kamar Lula.

“Karena sudah curiga dan khawatir almarhumah sakit, saksi meminta bantuan pengelola,” kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murodih.

Murodih mengatakan, setelah pintu dibuka, Lula ditemukan terlentang di atas kasur, berselimut, mengenakan kaus putih dan celana hitam. “Kondisi korban terlentang, mulut terbuka dan berwarna kebiruan,” ujar Murodih.

Saat diperiksa, denyut nadi dan detak jantung korban sudah tidak ditemukan. Asiah kemudian menghubungi asisten pribadi Lula, Cindy Azzahra Putri, yang berada di luar apartemen.

Sekitar 15 menit kemudian, Cindy tiba dan memastikan Lula telah meninggal dunia. “Dia ditelepon Mbak Asiah dan diberi tahu, ‘Kak Lula sudah tidak bernapas’,” ucap Murodih.

Dokter pribadi Lula datang sekitar pukul 19.23 WIB dan menemukan obat-obatan di lokasi. Pada pukul 20.20 WIB, tim identifikasi Polres Metro Jakarta Selatan melakukan olah TKP.

Polisi tidak menemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. “Tidak ada tanda penganiayaan, namun ditemukan obat-obatan serta surat rawat jalan RSPI,” kata Murodih.

Jenazah Lula dibawa ke RS Fatmawati pukul 21.20 WIB untuk keperluan visum. Polisi menyatakan penyelidikan tetap berjalan hingga hasil visum resmi diterima.

Sebelumnya, Lula mengaku kesehatannya memburuk melalui media sosial. “Borongan, ISK, usus bengkak radang, batu ginjal, GERD,” tulis Lula di akun TikTok.

Polisi belum memastikan keterkaitan riwayat penyakit dengan penyebab kematian korban. Penyebab pasti kematian Lula Lahfah masih menunggu hasil visum dan pemeriksaan lanjutan kepolisian.

Selanjutnya, Tangis Ibunda Pecah di Pemakaman

Suasana duka menyelimuti Tempat Pemakaman Lulah Lahfah di TPU Rawa Ternate, Cakung, Jakarta Timur. Tangis keluarga pecah ketika peti jenazah diturunkan ke liang lahat, Sabtu 24 Januari 2026.

Melansir dari siaran langsung YouTube Insert Investigasi, ibunda Lula tidak kuasa menahan kesedihan. Dengan wajah pucat dan mata sembab, ia terus menangis sambil dipapah beberapa anggota keluarga. 

Sesekali tubuhnya tampak melemas dan harus didudukkan di kursi. Kemudian, Reza Arap terlihat duduk di samping ibu Lula, dengan mengenakan pakaian serba hitam. 

Ia termenung dengan tatapan kosong ke arah makam Lula. Beberapa kali Reza Arap terlihat mengusap wajah dan menarik napas panjang.

Reza Arab termenung lesu dan menangis disebelah liang lahat bersama ibunda Lula Lahfah, TPU Rawa Ternate, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu 24 Januari 2026. (Foto: YouTube/Hype)

Isak tangis juga terdengar dari berbagai sudut, terutama saat petugas makam mulai menutup liang lahat dengan tanah. Beberapa pelayat tampak menundukkan kepala, sementara yang lain menyeka air mata.

Adapun jenazah Lula Lahfah sempat disemayamkan di Rumah Duka Sentosa RSPAD Gatot Subroto. Sebelumnya, jenazah Lula Lahfah sempat disemayamkan di rumah duka Fatmawati sebelum akhirnya dipindahkan ke Rumah Duka Sentosa.

Kabar meninggalnya Lula Lahfah pada Jumat, 23 Januari 2026, yaitu pada pertama kali beredar di media sosial. Kabar tersebut merupakan sebuah yang kapan layar percakapan yang diduga berasal dari tim Reza Arab. 

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, membenarkan kabar tersebut. Ia mengatakan, seorang influencer perempuan berinisial LL ditemukan meninggal dunia di Apartemen Jakarta Selatan. 

"Benar, seorang influencer berinisial LL ditemukan meninggal dunia. Tepatnya di Apartemen Essence Dharmawangsa," kata Budi.

Selanjutnya, Detik-Detik Terakhir yang Dipertanyakan

Polres Metro Jakarta Selatan mengungkap kronologi dan jejak terakhir selebgram Lula Lahfah sebelum ditemukan meninggal dunia di apartemennya. Pengungkapan dilakukan, setelah melalui analisis rekaman kamera pengawas dan pemeriksaan sebanyak 15 orang saksi.

‎Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah mengatakan penelusuran dilakukan untuk memastikan ada tidaknya unsur pidana. Rangkaian peristiwa disusun berdasarkan bukti elektronik dan keterangan saksi.

‎“Dari hasil analisis CCTV dan keterangan saksi kami menyusun rangkaian aktivitas saudari LL sehari sebelum ditemukan. Penelusuran ini dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya peristiwa pidana,” ujarnya saat konferensi pers, Jakarta, Jumat 22 Januari 2026.

‎Aktivitas Lula terpantau mulai Kamis 22 Januari 2026 pukul 15.49 WIB saat berada di lift apartemen bersama rekannya berinisial VA. Keduanya kemudian keluar menuju sebuah kafe di kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan.

‎Sekitar pukul 16.09 WIB, Lula dan VA terekam masuk ke kafe tersebut dan beraktivitas seperti pengunjung lainnya. Polisi menyebut tidak ada kejanggalan dalam rekaman di lokasi tersebut.

‎“Saudari LL terlihat masih bersama orang yang sama dan masuk ke dalam restoran. Di lokasi tersebut yang bersangkutan melakukan aktivitas sebagaimana pengunjung lain,” katanya.

‎Setelah dari kafe, Lula kembali ke apartemen pada pukul 18.42 WIB menuju unit tempat tinggalnya. Seluruh pergerakan tersebut terekam kamera pengawas gedung.

Rekaman kamera pengawas (CCTV) menunjukkan Lula Lahfah terekam keluar dari lift di apartemennya pada Selasa 22 Januari 2026, pukul 18.42.23 WIB (Foto: RRI/Yusuf Bagus)

‎Pada malam hari sekitar pukul 19.37 WIB, Lula diketahui pergi ke rumah sakit di Jakarta Selatan. Ia didampingi asistennya berinisial C untuk menjalani pengobatan.

‎“Fakta ini diperkuat dengan rekam medis serta bukti pembayaran rumah sakit. Keterangan tersebut juga dikuatkan oleh pengakuan saudari C,” ujarnya.

‎Sekitar pukul 22.00 WIB, asisten rumah tangga Lula berinisial A mengambil bungkusan titipan di lobi apartemen. Lula kemudian terlihat kembali masuk ke unitnya pada pukul 22.51 WIB.

‎Kecurigaan muncul keesokan harinya, Jumat 23 Januari 2026, karena Lula tidak terlihat berolahraga pagi seperti biasanya. Pintu unit juga tidak mendapat respons saat dicoba dibuka oleh asistennya.

‎“Titik krusial terjadi ketika kunci unit diketahui terkunci dari dalam. Petugas engineering kemudian membuka pintu secara paksa dan menemukan saudari LL sudah meninggal dunia,” ujarnya.

‎Setelah penemuan tersebut, rekan korban termasuk VA dan asistennya datang ke lokasi. Kekasih Lula berinisial RA diketahui tiba di apartemen sekitar pukul 19.21 WIB bersama tim dokter.

‎Polisi menyatakan penyelidikan kasus kematian Lula Lahfah dihentikan setelah tidak ditemukan unsur pidana. Seluruh rangkaian peristiwa dinilai telah terjawab melalui bukti dan keterangan saksi.

‎“Kami sudah melakukan penyelidikan secara maksimal dan tidak menemukan peristiwa pidana. Dengan demikian penyelidikan kasus ini kami hentikan,” katanya.

‎Ia mengimbau masyarakat tidak berspekulasi terkait kematian Lula Lahfah. Polisi memastikan seluruh proses penyelidikan dilakukan secara profesional dan transparan.

Selanjutnya, Aparat Menyusun Kepingan Fakta

Kronologi meninggalnya influencer Lula Lahfah akhirnya terungkap sepekan setelah ia ditemukan meninggal dunia di apartemennya, Jumat 23 Januari 2026. Kasus ini ditangani kepolisian menggunakan metode investigasi ilmiah karena pihak keluarga menolak untuk dilakukannya autopsi.

Penyelidikan dilakukan dengan mengumpulkan sejumlah barang bukti dari lokasi apartemen tempat korban ditemukan meninggal dunia. Barang bukti tersebut mencakup rekaman CCTV, obat-obatan, surat rawat jalan, vape beserta cairannya, serta sprei dengan bercak darah.

Polisi juga mengamankan tabung gas bermerek ‘Whip Pink’ yang ditemukan di dalam unit apartemen Lula Lahfah. Seluruh barang bukti tersebut kemudian diperiksa di Pusat Laboratorium Forensik Bareskrim Polri untuk kepentingan penyelidikan lanjutan.

Pemeriksaan laboratorium dilakukan guna membantu mengungkap penyebab kematian korban secara ilmiah dan objektif. Selain itu, polisi turut memeriksa sebanyak lima belas orang saksi yang berkaitan dengan aktivitas korban.

Keterangan para saksi kemudian dicocokkan dengan hasil temuan di lokasi kejadian untuk menyusun kronologi peristiwa. Proses tersebut dilakukan agar rangkaian kejadian sebelum korban meninggal dapat dipahami secara menyeluruh.

Jejak terakhir Lula ditelusuri melalui rekaman CCTV apartemen dan sejumlah lokasi yang dikunjunginya. Pada Kamis, 22 Januari 2026, pukul 15.18 WIB, Lula terlihat turun dari lantai 25 bersama temannya, VA.

Keduanya kemudian tiba di sebuah restoran kawasan Gunawarman sekitar pukul 16.09 WIB dan meninggalkan lokasi pada pukul 17.40 WIB. Lula dan VA kembali ke apartemen dan naik ke lantai 25 pada pukul 18.42 WIB.

Rekaman CCTV lift kembali merekam Lula turun bersama asistennya, Cindy, pada pukul 19.37 WIB. Keduanya kemudian menuju Rumah Sakit Pondok Indah untuk pemeriksaan kesehatan, dengan keberadaan Lula terekam sekitar pukul 22.00 WIB.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Mohamad Iskandarsyah saat menyampaikan kronologi meninggalnya Lula Lahfah dalam konferensi pers di Mapolres Jakarta Selatan, Jumat 30 Januari 2026 (Foto: Instagram/poldametrojaya)

Sementara itu, asisten rumah tangga Asiah terekam turun ke lobi apartemen pada pukul 21.58 WIB. Asiah kembali naik ke lantai 25 pada pukul 22.00 WIB sambil membawa tabung gas yang dibungkus plastik.

Pada pukul 22.51 WIB, Lula kembali ke unit apartemennya bersama Cindy dan naik ke lantai 25. Setelah waktu tersebut, keberadaan Lula tidak lagi terekam kamera pengawas apartemen.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Mohamad Iskandarsyah menyampaikan, keesokan harinya Lula tidak terlihat beraktivitas seperti biasanya. Asiah mulai curiga karena korban umumnya sudah berolahraga pada pagi hari.

“Di hari berikutnya tidak terlihat LL seperti biasa, dimana dia berolahraga pagi. Tapi hari itu gak ada, makanya A curiga," katanya dalam konferensi pers di Mapolres Jakarta Selatan, Jumat 30 Januari 2026.

Kemudian, rekaman CCTV menunjukkan Asiah turun ke lobi apartemen sekitar pukul 17.30 WIB untuk meminta bantuan petugas keamanan. Pada pukul 17.44 WIB, teknisi dan petugas keamanan naik ke lantai 25 untuk membuka paksa pintu kamar.

Kekasih Lula Lahfah, Reza Arap, turut dihubungi setelah korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Berdasarkan rekaman CCTV, Reza tiba di apartemen sekitar pukul 19.21 WIB bersama seorang dokter untuk memeriksa kondisi Lula.

Sekitar pukul 21.20 WIB, jenazah dievakuasi dari apartemen menggunakan kantong jenazah dan dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati. Namun, pihak keluarga kemudian menolak dilakukan autopsi dan memilih memakamkan Lula keesokan harinya, Sabtu 24 Januari 2026.

Selanjutnya, Autopsi dan Bahasa Ilmiah Kematian

Penemuan jenazah Lula Lahfah sempat menghebohkan media sosial setelah beredarnya surat keterangan kematian dari klinik Depok. Dokumen tersebut memicu perhatian publik karena diterbitkan oleh fasilitas kesehatan di luar lokasi kejadian.

Dokter Rizky Nirwandi Putra menjelaskan penerbitan surat dilakukan karena izin praktiknya terdaftar di klinik tersebut. Ia menegaskan, penerbitan surat merupakan bagian dari kewajiban administratif sesuai izin praktik medis.

“Karena surat izin praktik saya berasal dari salah satu klinik di Depok. Maka adalah kewajiban saya mendokumentasikan temuan pemeriksaan saya dan diagnosa sementara saya, dalam bentuk surat,” ujarnya dalam konferensi pers di Mapolres Jakarta Selatan, Jumat 30 Januari 2026.

Rizky menyampaikan dirinya datang ke kediaman Lula atas panggilan asisten bernama Cindy menggunakan layanan homecare. Saat tiba di lokasi, kondisi jenazah Lula sudah kaku dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Pemeriksaan dilakukan dengan mengecek denyut nadi, pernapasan, tekanan darah, suhu tubuh, serta tanda vital lainnya. Dari pemeriksaan tersebut, Rizky menyimpulkan Lula telah meninggal dunia sekitar pukul 19.20 WIB.

“Pada saat itu saya tidak berhasil meraba nadi dan tidak melihat pergerakan dinding dadanya. Saya menyimpulkan bahwa almarhum LL telah tiada pada sekitar pukul 19.20 menurut jam tangan saya,” ujarnya.

Jenazah Lula kemudian dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga medis. Namun, pihak keluarga menolak dilakukannya autopsi sehingga rumah sakit hanya melakukan pemeriksaan luar.

Dokter Rizky Nirwandi Putra (kedua dari kiri) dalam konferensi pers di Mapolres Jakarta Selatan, Jumat 30 Januari 2026 (Foto: Instagram/mardhiyahfitri)

Dokter Rumah Sakit Fatmawati menyimpulkan Lula meninggal dunia akibat henti nafas tanpa penjelasan penyebab lanjutan. Kesimpulan tersebut menjadi bagian dari rangkaian penyelidikan yang dilakukan oleh kepolisian.

Setelah seluruh rangkaian penyelidikan rampung dan tidak ditemukan unsur pidana, kepolisian resmi menghentikan penanganan kasus kematian Lula. Keputusan tersebut diambil setelah aparat memastikan tidak ada indikasi tindak pidana dalam peristiwa penemuan jenazah.

Meski penyelidikan dihentikan, polisi menegaskan tetap menelusuri peredaran dan dugaan penyalahgunaan gas N2O yang ditemukan dalam kasus ini. Penelusuran tersebut dilakukan sebagai upaya pengawasan terhadap penggunaan gas tersebut di masyarakat.

“Jadi walaupun perkara ini kami hentikan dalam proses penyelidikan. Tetapi, terkait tentang peredaran, penggunaan, penyalahgunaan tabung N2O ini tetap akan kami lakukan kontrol,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto.

Menurut kepolisian, penelusuran dilakukan karena adanya platform penjualan gas N2O yang diduga menghilang. Polisi menemukan indikasi platform tersebut menurunkan situsnya setelah kasus kematian Lula ramai diperbincangkan publik.

“Dari penyelidik pasti akan mendalami dari mana pesanan itu. Bisa dilihat ada satu platform yang memang menjual itu, sekarang sudah menurunkan websitenya,” ucapnya.

Mabes Polri bersama Kementerian Kesehatan dan BPOM juga tengah membahas kemungkinan penyusunan regulasi baru. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat pengawasan terhadap peredaran dan penyalahgunaan gas tertawa di masyarakat.

Selanjutnya, Suara Keluarga di Tengah Duka

Keluarga influencer Lula Lahfah mengaku menyesal karena tidak mengetahui kondisi kesehatan Lula secara menyeluruh sebelum meninggal dunia. Selama ini, keluarga tidak menyadari bahwa Lula kerap menahan rasa sakit akibat penyakit yang dideritanya. 

“Itu yang sering dia keluhkan, tapi dia enggak mengeluh ke keluarga. Dia mengeluhnya ke teman-temannya, teman dekatnya, dia bilang sakit banget,” ujar Ayah Lula, Muhammad Feroz kepada wartawan di TPU Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu 24 Januari 2026. 

Feroz mengatakan keluarga akan segera mengambil langkah pengobatan lanjutan jika mengetahui kondisi putrinya lebih awal. “Kalau kita tahu mungkin kita suruh dia berobatlah, mungkin ya kalau enggak di sini atau di luar gitu kan, kita bisa bawa dia,” kata Feroz. 

Feroz mengungkapkan, Lula memiliki riwayat penyakit GERD yang sering kambuh. Bahkan, Lula sempat menjalani perawatan di rumah sakit beberapa hari saat momen tahun baru. 

Ayah selebgram Lula Lahfah, Muhammad Feroz di pemakaman anaknya (Foto: YouTube/Hype)

“Cuma kan yang kita tahu semua ya, waktu tahun baru dia sempat masuk ke rumah sakit beberapa hari. Itu memang dia punya GERD yang sudah sering kambuh, terus dia juga ada pembengkakan di usus,” kata Feroz. 

Ia menduga kebiasaan menahan rasa sakit turut memperburuk kondisi kesehatan Lula. “Ya itu mungkin dia akhirnya dia tahan, akhirnya malam itu mungkin komplikasi dari situ,” kata Feroz. 

Keluarga juga menolak dilakukan visum terhadap jenazah Lula Lahfah tersebut. Kepolisian menyatakan mereka menghormati keputusan tersebut karena tidak menemukan indikasi kekerasan maupun hal mencurigakan di lokasi kejadian.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah mengatakan penolakan visum disampaikan langsung oleh pihak keluarga disertai surat pernyataan dari orang tua Lula. "Keluarga juga menolak visum dan langsung buat surat bapaknya, menolak untuk divisum, menjaga privasi anaknya," ujar Iskandarsyah kepada wartawan saat dikonfirmasi, Sabtu 24 Januari 2026.

Selanjutnya, Lula Sempat Jalani Pengobatan di Rumah Sakit

Lula Lahfah sempat mengakui mengidap sejumlah penyakit sebelum ditemukan meninggal dunia. Pengakuan itu diberikan saat Lula menjalani perawatan di rumah sakit selama sepekan dan mendapatkan pertanyaan dari penggemarnya di media sosial.

"Emang kakaknya sakit apa?" kata penggemar Lula di kolom komentar postingan influencer tersebut di TikTok pada 2 Januari 2026. "Borongan, ISK [infeksi saluran kemih], usus bengkak radang, batu ginjal, gerd," jawab Lula.

Selebgram, Lula Lahfah membagikan video di akun Instagramnya saat menjalani perawatan di Rumah Sakit (Foto: akun Instagram @lulalahfah)

Lula sempat menjalani perawatan di rumah sakit pada akhir tahun 2025. Ia bahkan menjalani malam tahun baru sembari dirawat.

Namun sejak awal Januari 2026, Lula sudah pulang dan diketahui menjalani rawat jalan. Ia juga menjalani perawatan di kediamannya di sebuah apartemen di Jakarta Selatan.

Pada 14 Januari 2026 pun, Lula sempat mengunggah foto bahwa ia dan sejumlah teman-temannya pergi liburan singkat ke tepi pantai. Selain itu pada 22 Januari 2026, Lula juga terlihat dalam kondisi baik saat membuat video bersama kekasihnya, Reza Arap.

Selanjutnya, Media Sosial: Antara Empati dan Spekulasi

Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan foto jenazah maupun membuat asumsi liar terkait kematian selebgram Lula Lahfah. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto meminta publik untuk mengedepankan empati dan menghormati duka yang tengah dilalui keluarga almarhumah. 

"Kami juga mengimbau untuk kita menjaga empati keluarga almarhum atas kejadian ini," ujar Budi dalam keterangan tertulisnya, Minggu 25 Januari 2026. Ia pun menegaskan bahwa masyarakat sebaiknya memberikan doa kepada almarhumah, bukan malah menyebarkan konten yang tidak dapat dijamin kebenarannya. 

Menurut Budi, spekulasi tak berdasar yang beredar luas hingga memicu perdebatan di media sosial justru dapat melukai hati keluarga Lula. "Empati atas duka cita yang terjadi, termasuk (jangan) menyebarkan foto almarhum serta asumsi yang kurang baik," ucap Budi. 

Dari perspektif psikologi, fenomena ini menunjukkan adanya benturan antara dorongan emosional pengguna media sosial dan kemampuan empati yang belum sepenuhnya matang di ruang digital. Reaksi emosional tinggi membuat orang lupa batas etika.

Psikiater Bidang Pengabdian Masyarakat Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PP-PDSKJI), Lahargo Kembaren, menjelaskan bahwa penyebaran konten kematian kerap dipicu oleh respons emosional yang spontan, bukan semata niat buruk. “Ketika seseorang melihat peristiwa yang mengejutkan, otak bisa masuk ke mode urgensi, merasa informasi itu penting dan harus segera disampaikan,” ujar Lahargo, Minggu 25 Januari 2026.

Dalam kondisi emosi tinggi seperti kaget, takut, atau ngeri, kemampuan berpikir etis bisa menurun, sehingga refleks berbagi sering kali lebih cepat dibandingkan pertimbangan dampaknya. Psikiater menilai dorongan menyebarkan foto jenazah lebih sering dipicu emosi, rasa ingin tahu, dan kurangnya literasi empati digital. 

“Di media sosial, batas antara berita dan penderitaan manusia sering kali menjadi kabur,” kata Lahargo. Ia menambahkan, paparan berulang terhadap konten kekerasan dan kematian juga dapat menyebabkan desensitisasi emosional. 

Selanjutnya, Polisi Hentikan Penyelidikan 

Polemik kematian Lula Lahfah akhirnya mencapai titik akhir. Pihak kepolisian resmi menutup kasus kematian sang selebgram setelah mengumumkan hasil uji labfor.

Kabar kematian Lula Lahfah sempat meninggalkan banyak spekulasi di jagat maya. Fokus netizen pun tertuju pada penemuan tabung pink (whip pink) di lokasi kejadian.

Setelah melalui proses penyelidikan panjang yang melibatkan sains forensik, Polres Metro Jakarta Selatan akhirnya memberikan titik terang. 

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Iskandarsyah, mengungkapkan bahwa pihak Puslabfor Bareskrim Polri diterjunkan langsung untuk membedah isi tabung tersebut secara ilmiah.

Menyadari beredarnya narasi liar terkait tabung gas pink di media sosial, kepolisian tidak ingin gegabah. Pihaknya lantas mengungkap hasil uji labfor saat mengumumkan ditutupnya kasus kematian sang selebgram.

"Salah satu barang bukti yang menjadi perhatian publik adalah tabung pink ini. Kami menyadari hal ini memicu polemik di tengah masyarakat terkait isinya," ucap Iskandarsyah.

"Karena itu, pihak Puslabfor Bareskrim Polri telah turun tangan. Diantaranya untuk memberikan penjelasan ahli," ujarnya.

Barang bukti yang ditemukan polisi dalam penyelidikan meninggalnya Lula Lahfah (Foto: RRI/Yusuf Bagus) 

Diketahui, uji labfor dilakukan dengan membedah kandungan zat di dalam tabung. Hal ini untuk melihat adanya kaitan langsung dengan penyebab kematian

Tak hanya itu, pihak kepolisian juga melakukan pemeriksaan pada benda-benda di TKP. Proses tersebut guna memverifikasi siapa saja yang berinteraksi dengan barang tersebut sebelum kejadian.

Terakhir, pihak kepolisian menelusuri jejak komunikasi dan aktivitas terakhir almarhumah. Oleh karena itu, pihak keluarga ikut diperiksa.

"Kami berterima kasih kepada keluarga saudari Lula Lahfah yang kooperatif melakukan pengecekan DNA. Kami memeriksa barang-barang yang sempat disentuh atau dibawa oleh almarhumah untuk memastikan kronologi kejadian," kata Iskandarsyah.

Kendati pihak keluarga memilih untuk tidak melakukan autopsi. Iskandarsyah menegaskan bahwa rangkaian bukti lain sudah cukup kuat untuk menarik kesimpulan.

"Kami sudah melakukan penyidikan secara maksimal dan menyimpulkan tidak ditemukan peristiwa pidana. Jangan sampai polemik ini terus berlanjut dan memberikan tekanan tambahan bagi keluarga yang tengah berduka," ucapnya.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....