Nestapa Tersisa Pascakebakaran Pasar Kramat Jati
- 20 Des 2025 13:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
KEBAKARAN menghanguskan ratusan kios di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin pagi (15/12/2025). Peristiwa itu terjadi di los buah Blok C2 yang mayoritas ditempati pedagang pepaya dan pisang.
Asap hitam tebal terlihat membumbung sejak pukul 07.27 WIB dan api dengan cepat menjadi besar. Kondisi tersebut diperparah banyaknya material mudah terbakar di dalam kios.
Salah satu pedagang di pasar tersebut, Fasita, mengaku panik setelah mendapat kabar kiosnya terbakar melalui sambungan telepon. Ia khawatir karena anak dan suaminya berada di lokasi saat kejadian.
“Kaget, soalnya anak sama suami kan di sini (pasar). Pas ditelepon nggak bisa juga, makanya itu, takut ada apa-apa gitu,” katanya di lokasi kejadian, Jakarta Timur, Senin (15/12/2025)
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut, meskipun kios miliknya yang menjual pepaya ikut terbakar bersama ratusan kios pedagang lainnya. Ia memperkirakan kerugian akibat dua kiosnya yang hangus mencapai sekitar Rp300 juta.
Fasita menyebut kios miliknya yang menjual pepaya tidak dapat diselamatkan. “Kalau sama kios saya sendiri, kerugiannya di atas 300 juta, itu dari jumlah uang tunai dan pepaya yang hangus,” ujarnya.
Di tengah kerugian besar yang dialami para pedagang, aparat kepolisian mulai mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri kejadian sejak awal kebakaran. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kronologi peristiwa sekaligus mengungkap dugaan penyebab munculnya api di area pasar.
Selanjutnya, Kronologi Awal dan Dugaan Penyebab Kebakaran
Kapolres Metro Jakarta Timur Alfian Nurrizal menyatakan laporan awal kebakaran diterima sekitar pukul 07.15 WIB. Ia mengatakan, Informasi pertama disampaikan oleh seorang saksi bernama Hedi yang merasakan hawa panas di lokasi.
Api kemudian terlihat membesar sekitar pukul 07.24 WIB di bagian barat gedung. Percikan api muncul di bagian atas sebelum merambat ke kios-kios lainnya.
“Pak Hedi menyampaikan ada hawa panas. Kemudian, api sudah ada percikan di atas,” ujarnya di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (15/12/2025).
Ia mengatakan pemadaman dilakukan berulang karena material mudah terbakar. Sehingga petugas melakukan pemadaman dengan menggunakan foam mencegah api meluas.
Alfian juga mengungkap adanya ledakan tabung LPG dan dugaan keterlibatan bahan kimia. “Ini tentunya perlu kita pelajari bahan kimia ini apa, sehingga nanti dari teman-teman dari puslabfor yang akan lebih tahu,” katanya.
Setelah proses pemadaman dilakukan, dampak kebakaran mulai didata di area pasar. Pengelola Pasar Induk Kramat Jati kemudian menyampaikan informasi terkait kios yang terdampak serta langkah penanganan lanjutan.
Selanjutnya, Data Kerusakan dan Penampungan Pedagang
Direktur Utama Pasar Jaya, Agus Himawan, menyampaikan sekitar 350 kios terdampak kebakaran di Gedung C2. Pihak Pasar Jaya terus melakukan pendataan kebutuhan para pedagang yang terdampak.
Agus menyebut, sebagian besar kios mengalami kerusakan berat akibat terbakar api. Kondisi tersebut membuat para pedagang tersebut tentunya tidak dapat langsung kembali berjualan.
Pasar Jaya menyiapkan lokasi penampungan sementara agar aktivitas perdagangan tetap berjalan. Penampungan tersebut disiapkan sambil menunggu penanganan lanjutan untuk pascakebakaran.
Ia mengatakan pengerjaan lokasi penampungan dimulai sudah dilakukan sejak hari kejadian terjadi, Senin (15/12/2025). Agus mengatakan, penampungan dapat digunakan dalam waktu tiga hari setelah tragedi kebakaran terjadi.
“Kami siapkan tempat penampungan pedagang. Insyaallah tiga hari ke depan sudah bisa dipergunakan, dan hari ini langsung kami kejar 24 jam,” katanya.
Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan dampak ekonomi terhadap pedagang. Pasar Jaya akan memastikan pendampingan secara terus menerus dilakukan selama masa pemulihan.
Pendataan kerusakan dan penyiapan penampungan sementara menjadi langkah awal dalam penanganan pascakebakaran di Pasar Induk Kramat Jati. Selanjutnya, pemerintah daerah turun langsung untuk memastikan bantuan dan penataan segera dilakukan agar pedagang dapat kembali beraktivitas.
Selanjutnya, Bantuan, Penataan dan Akses Modal Pedagang
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyerahkan bantuan kepada pedagang yang terdampak kebakaran Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Sebanyak 121 pedagang masing-masing menerima bantuan uang tunai sebesar Rp5 juta sebagai bentuk dukungan awal pasca kejadian.
“Kita memberikan bantuan kepada 121 pedagang, Rp5 juta setiap pedagang,” ujarnya saat meninjau langsung lokasi kebakaran di Los C2 Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (16/12/2025).
Pramono menjelaskan bantuan tersebut diberikan agar pedagang memiliki pegangan awal untuk melanjutkan aktivitas usaha. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya memastikan pedagang tidak kehilangan sumber penghidupan akibat kebakaran.
Selain bantuan tunai, Pramono menyampaikan rencana pemindahan sementara pedagang ke lokasi yang jaraknya sekitar 100 meter dari area kebakaran. Langkah ini dilakukan agar aktivitas jual beli tetap berjalan sembari menunggu penanganan lanjutan.
Ia menargetkan penataan lokasi sementara untuk berdagang dapat diselesaikan dalam waktu lima hari. Target tersebut disesuaikan agar pedagang bisa kembali berjualan menjelang momentum Natal dan Tahun Baru.
“Diperkirakan paling lama lima hari sudah selesai (penataan lokasi sementara untuk berdagang), sehingga para pedagang bisa berjualan dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru,” ucapnya.
Pramono menegaskan relokasi yang dilakukan bersifat sementara dan bukan pemindahan permanen. Ia memastikan Pasar Induk Kramat Jati tetap menjadi lokasi utama aktivitas perdagangan para pedagang.
“Karena ini bukan kebakaran besar, nanti segera kita renovasi. Yang jelas tetap akan berjualan di Kramat Jati. Karena mereka juga tidak ingin untuk pindah ke mana-mana,” katanya di Museum MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (15/12/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga meminta Bank Jakarta untuk memberikan kemudahan akses kredit bagi pedagang terdampak kebakaran. Permintaan itu disampaikan setelah pedagang menyampaikan kebutuhan tambahan modal usaha agar dapat kembali beroperasi.
“Para pedagang meminta kemudahan mengambil kredit dari Bank Jakarta. Ketika saya tanya berapa yang akan diambil, Rp500 juta,” ujarnya.
Pramono menilai Pasar Induk Kramat Jati memiliki peran strategis sebagai sentra distribusi buah di Jakarta. Ia menyebut perputaran transaksi di pasar tersebut dapat mencapai Rp100 juta per hari sehingga memiliki potensi ekonomi yang kuat.
Ia juga menyampaikan bahwa bangunan Pasar Induk Kramat Jati telah diasuransikan. Proses renovasi nantinya akan ditangani oleh pihak asuransi melalui pengelola Pasar Jaya.
“Seperti yang dilaporkan Dirut Pasar Jaya kepada saya. Tempat ini diasuransikan sehingga berikutnya agar ditangani asuransinya untuk renovasinya,” ucapnya.
Sementara itu, Kasiops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur Abdul Wahid menyebut proses pemadaman melibatkan puluhan personel dan armada. “Objek terbakar 350 kios buah dan makanan, kerugian kurang lebih Rp10 miliar,” Ucapnya.
Besarnya kerugian dan dampak kebakaran terhadap aktivitas perdagangan mendorong perhatian berbagai pihak di luar pengelola dan pemerintah daerah. Di tingkat legislatif, muncul dorongan agar peristiwa ini dievaluasi secara menyeluruh melalui langkah investigasi dan peninjauan sistem keamanan pasar.
Selanjutnya, Dorongan Investigasi dan Evaluasi Sistem Keamanan Pasar
Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PKS, Nasdiyanto, menyatakan dukungan terhadap pembentukan tim investigasi kebakaran Pasar Induk Kramat Jati. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mengungkap penyebab kebakaran secara menyeluruh.
Ia menilai, investigasi juga diperlukan untuk mengevaluasi sistem keamanan pasar. Hasil evaluasi harus menjadi dasar perbaikan ke depan.
“Langkah Pemprov DKI Jakarta membentuk tim investigasi sudah tepat. Ini penting untuk mengetahui penyebab kebakaran secara objektif, sekaligus sebagai bahan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan pasar,” ujarnya di Jakarta, Senin (15/12/2025).
Nasdiyanto juga mendorong relokasi sementara agar pedagang tetap dapat berjualan. Menurutnya, keberlangsungan usaha pedagang harus menjadi perhatian utama.
“Relokasi sementara perlu segera dilakukan, agar para pedagang tetap bisa berjualan, dan penghidupan mereka tidak terganggu. Pemerintah harus hadir memastikan roda ekonomi tetap berputar,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....