Hujan Ekstrem Picu Banjir Besar Sumatra
- 28 Nov 2025 17:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
HUJAN dengan intensitas tinggi pada akhir November 2025 memicu rangkaian banjir dan longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat. Dalam hitungan hari ribuan rumah tergenang, puluhan ribu warga terdampak, dan korban jiwa dilaporkan di beberapa kabupaten.
Musibah dimulai ketika pola cuaca ekstrim menyebabkan hujan deras turun hampir tanpa henti di beberapa daerah sejak akhir pekan 22–23 November 2025. Di Sumatra Barat curah hujan yang tinggi memicu banjir dan longsor di banyak kabupaten seperti Padang Pariaman, Agam, Pasaman, dan Kota Padang.
Pemerintah provinsi menetapkan tanggap darurat 14 hari setelah laporan awal kerusakan meluas, dengan ribuan warga harus mengungsi dan infrastruktur rusak. Laporan setempat menyebutkan ratusan rumah terendam dan kerugian awal mencapai miliaran rupiah.
Di Sumatra Utara kejadian banjir dan longsor terjadi hampir bersamaan di beberapa kabupaten dan kota. Sungai meluap, jembatan terputus, dan akses jalan terhambat sehingga proses evakuasi menjadi lebih sulit.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan akan Siklon Tropis Senyar yang mendekati wilayah Indonesia. Pada 26 November, siklon tersebut bergerak ke arah barat menuju wilayah daratan Aceh.
Kepala BMKG,Teuku Faisal Fathani, mengatakan kondisi ini dapat meningkatkan suplai air di perairan hangat Selat Malaka. Akibatnya, akan muncul awan hujan di bagian utara Sumatra.
Selanjutnya,Siklon Tropis Senyar
Perlu diketahui, Siklon Tropis Senyar merupakan siklon yang tumbuh dari Bibit Siklon 95B di kawasan Selat Malaka, bagian timur Aceh. Siklon ini dapat berdampak signifikan terhadap potensi terjadinya hujan sangat lebat hingga ekstrem disertai angin kencang.
Menurut laman Research Center for Climate Change Universitas Negeri Padang, terbentuknya siklon tropis di Aceh cukup jarang terjadi. Secara teori, siklon tropis membutuhkan jarak minimal lima derajat lintang dari khatulistiwa untuk bisa tumbuh.
Gaya Coriolis atau gaya yang membuat udara berputar di wilayah ekuator. Kondisi ini membuat siklon menjadi sangat lemah bila terlalu dekat dengan garis ekuator.
Siklon tropis Senyar sendiri terbentuk pada posisi 5.0° LU. Hal ini membuatnya berada tepat di ambang batas minimal di mana rotasi masih mungkin terbentuk.
Selain itu, kondisi atmosfer ini memberikan kombinasi yang mendukung pertumbuhan bibit 95B menjadi siklon tropis Senyar. Selat Malaka yang dikenal memiliki suhu permukaan laut hangat menjadi sumber energi besar bagi pembentukan awan konvektif.
Kelembapan udara yang tinggi dan struktur angin yang relatif stabil membuat pusaran udara dapat berkembang menjadi siklon. Nah, faktor-faktor inilah yang memungkinkan siklon tropis Senyar tumbuh meskipun berada sangat dekat dengan khatulistiwa.
Kondisi inilah yang menyebabkan hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem mengguyur wilayah Aceh dan Sumut. Kemudian hujan sedang-lebat melanda sebagian wilayah Sumbar dan Riau.
Selanjutnya, Jalur Menuju Medan Terputus Akibat Banjir dan Longsor
Jalur menuju Kota Medan terputus akibat banjir dan longsor yang melanda Tapanuli Utara dan Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, Rabu (26/11/2025). Dua kepala daerah di wilayah tersebut turun langsung memastikan akses darat segera dibuka kembali.
Bupati Tapanuli Utara, Jonius Hutabarat dan Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu turun langsung ke lokasi untuk memastikan percepatan normalisasi akses. Keduanya mengoordinasikan penanganan bersama Forkopimda, TNI-Polri, dan Balai Jalan Nasional.
Dalam video yang diunggah aku TikTok Bidtik Polda Sumut, Jonius menjelaskan bahwa akses menuju Medan hanya dapat dilewati melalui wilayah Tapanuli Utara. “Kondisi saat ini, karena akses dari Medan itu harus lewat dari Taput, kita di sini sedang berusaha membuka akses,” ujar Jonius dalam pernyataannya, Kamis (27/11/2025)
Dalam video yang sama, terlihat personel Polda Sumut berkomunikasi dengan Jonius dan Masinton menggunakan perangkat Starlink. Peralatan ini digunakan karena gangguan jaringan di wilayah terdampak.
Jonius menyebut pihaknya sedang mendata warga yang terkena dampak bencana. Ia menambahkan bahwa dapur umum mulai disiapkan untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi.
“Kalau jaringan belum bisa kita pastikan stabil, akses internet, telepon juga tidak bisa sama sekali,” kata Jonius. Ia menyebut tim gabungan baru mencapai km 14, sementara sekitar 30 km jalur lainnya masih harus ditembus.
Posko darurat saat ini dibuat di Kantor Bupati, kantor kecamatan, hingga kantor polisi. Para pengungsi sementara diarahkan ke rumah ibadah yang aman dan tidak terendam.
Sementara itu, Masinton Pasaribu menyatakan daerahnya berada dalam status siaga bencana. Ia menyebut cuaca ekstrem beberapa hari terakhir di pantai barat Sumatra Utara menjadi pemicu banjir dan longsor.
“Khususnya Tapteng yang menghadap ke Samudera Hindia. Begitupun dengan Tapanuli Utara (Taput) dan Tapanuli Selatan (Tapsel), semua terdampak,” ucapnya.
Masinton mengatakan sejumlah titik evakuasi dibuka di Aula GOR Pandan, kantor pemerintahan, tempat ibadah, dan lokasi lain yang aman. “Namun kondisinya sebagian besar terkena banjir. Maka di beberapa tempat ibadah yang layak dijadikan tempat evakuasi,” ujarnya.
Banjir dan longsor dilaporkan menerjang tujuh kabupaten/kota di Sumatra Utara sejak 24–25 November 2025. Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan mengalami banjir dan longsor secara bersamaan.
Adapun Kota Padangsidimpuan, Mandailing Natal, dan Nias Selatan terendam banjir setelah diguyur hujan deras. Hingga kini, tercatat 17 warga meninggal dunia dan 58 lainnya luka-luka.
Selanjutnya, Cuaca Ekstrem Merusak Rumah dan Fasilitas
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melaporkan gangguan layanan telekomunikasi di tiga wilayah Sumatra Utara akibat banjir yang terjadi sejak Selasa (25/11/2025). Menurut siaran pers Komdigi, Kamis (27/11/2025), banjir merendam sejumlah kawasan di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga.
Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT) Komdigi melakukan pemantauan intensif. Tim juga berkoordinasi dengan seluruh operator untuk mempercepat penanganan lapangan.
Dalam rilis tersebut, Komdigi menyampaikan sekitar 495 site seluler tidak beroperasi. Jumlah tersebut setara dengan 1,42 persen dari total 34.660 site yang ada di Sumatera Utara.
Gangguan terjadi terutama karena banjir yang merendam perangkat BTS. Beberapa site juga padam akibat pasokan listrik yang terputus.
Perusahan XL-Smart Telecom melaporkan gangguan pertama terjadi pada pukul 11.00 WIB. Sebanyak 80 site mereka mati akibat banjir di 26 kecamatan.
Kemudian Indosat melaporkan gangguan pada pukul 10.52 WIB. Total 79 site tidak berfungsi akibat kerusakan transmisi dan pemadaman listrik.
Telkomsel mengalami gangguan terbesar dengan 336 site terdampak. Laporan diterima PMT pada pukul 12.41 WIB setelah banjir mencapai beberapa titik BTS.
Tim PMT menyatakan pemantauan dilakukan 24 jam untuk memastikan stabilitas layanan. Operator juga telah menerjunkan teknisi untuk melakukan pengecekan lokasi.
Upaya normalisasi dilakukan bertahap mengikuti kondisi banjir. Operator membawa genset tambahan untuk mempercepat pemulihan jaringan.
Sementara itu, cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan sejumlah jembatan di Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar), terputus. BPBD Kota Padang mencatat, lima jembatan rusak berat sehingga warga kesulitan mengakses beberapa wilayah.
Melansir laman resmi Kota Padang, jembatan yang rusak antara lain Jembatan Gunung Nago, Jembatan Kalawi Koto Panjang. Kemudian, Jembatan Kampung Tanjuang, Jembatan Sawah Liek, dan Jembatan Batipuh Panjang juga tidak bisa dilewati warga.
BPBD Kota Padang mengimbau masyarakat mencari jalur alternatif sementara. Warga diingatkan tidak memaksakan lewat jembatan yang rusak karena berisiko membahayakan keselamatan.
Menurut laporan BMKG, curah hujan masih tinggi hingga Jumat (28/11/2025) pagi. BPBD menekankan kewaspadaan dan segera evakuasi ke tempat aman saat terjadi bencana.
Petugas BPBD juga siap memantau kondisi jembatan dan membantu warga yang terdampak. Warga diimbau melaporkan kerusakan atau hambatan akses agar segera ditangani.
Kondisi ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana di Kota Padang. Hingga saat ini, pemerintah setempat terus memantau perkembangan cuaca ekstrem dan dampaknya terhadap infrastruktur.
Selanjutnya, Kerugian Sumbar Akibat Banjir Tembus Rp6,53 Miliar
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatra Barat mencatat, estimasi kerugian sementara dampak bencana banjir, tanah longsor. Ia mengatakan, kerugian akibat bencana banjir di Tanah Minang mencapai Rp6,53 miliar.
"Kerugian sementara Rp6.533.800.000. Dengan dampak terbesar terjadi di Kabupaten Padang Pariaman dengan kerugian sementara Rp4.891.000.000," kata Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Arry Yuswandi dalam keterangan pers yang diterima RRI, Jumat (28/11/2025).
Ia mengatakan, data tersebut bersifat sementara, tepatnya per Kamis (27/11/2025) pukul 12.00 WIB. Data tersebut dihimpun dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) di 13 kabupaten dan kota di provinsi itu.
Secara umum, cuaca ekstrem yang melanda Sumbar sejak Sabtu (22/11/2025) memicu bencana hidrometeorologi. Termasuk bencana banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga banjir bandang di sejumlah daerah.
Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sumbar terus melakukan pemantauan 24 jam dengan memperkuat koordinasi. Dan memastikan penanganan dilakukan cepat sesuai prosedur operasional standar tanggap darurat.
"Kita berharap bencana ini segera berlalu. Semoga Allah menjaga masyarakat Sumbar," ujar dia.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, waspada, saling membantu dan memperbanyak berdoa. Lebih jauh ia memastikan bahwa sejak awal kejadian Pemerintah Provinsi Sumbar telah menggerakkan seluruh perangkat untuk percepatan penanganan darurat.
Basarnas mengerahkan personel perbantuan dari sejumlah kantor SAR di luar daerah. Guna memperkuat operasi pencarian dan evakuasi di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat melalui jalur laut.
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, mengatakan bahwa berdasarkan hasil koordinasi, jalur darat di sejumlah titik masih belum dapat dilalui. Oleh karena itu, pengiriman personel dan peralatan turut dilakukan menggunakan armada laut.
“Karena jalur darat beberapa titik masih terputus. Kita mengerahkan dengan fasilitas laut, KN SAR kami sudah siaga,” ujarnya.
Selanjutnya, Pemerintah Kerahkan Pesawat A400M Kirim Bantuan
Pemerintah mengerahkan Airbus A400M dalam menyalurkan bantuan korban banjir Pulau Sumatra. Pesawat itu diterbangkan dari Halim Perdanakusuma bersama tiga Hercules menuju wilayah terdampak, Jumat (28/11/2025).
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan, pengiriman bantuan dilakukan sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto. Penerbangan itu, diarahkan ke beberapa kota yang terdampak banjir.
“Empat pesawat diterbangkan menuju provinsi terdampak hari ini. Pendaratan dilakukan di Padang, Silangit, Banda Aceh, dan Lhokseumawe,” katanya saat konferensi pers di Landasan Hercules, Halim Perdanakusuma, Jakarta (28/11/2025).
Teddy menegaskan pemerintah sudah bergerak sejak hari pertama bencana sesuai arahan Presiden. Ia menyebut, pesawat TNI dan maskapai sipil digunakan untuk proses percepatan bantuan.
“Presiden memerintahkan percepatan sejak hari pertama bencana. Bantuan diterbangkan menggunakan pesawat TNI dan pesawat sipil,” ucapnya.
Teddy menjelaskan bantuan mencakup 150 tenda serta 64 perahu karet untuk evakuasi. Ia mengatakan, pemerintah juga mengirim genset dan peralatan komunikasi untuk pemulihan jaringan.
“Seratus alat komunikasi dikirim untuk kebutuhan jaringan darurat. Bantuan makanan dan tim medis juga diberangkatkan,” ujarnya.
Menteri Koordinator PMK Pratikno melaporkan hasil rapat daring dengan kementerian dan kepala daerah. Ia menyebut, rapat tersebut menentukan kebutuhan mendesak yang dikirim hari ini.
“Kebutuhan mendesak meliputi alat komunikasi dan perahu karet. Tim Pekerjaan Umum bergerak cepat karena sejumlah akses terputus,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah fokus dalam penanganan tanggap darurat sesuai arahan Presiden. Bantuan ditargetkan menjangkau wilayah terdalam sesegera mungkin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....